Baru : Bisnis Asap Cair…!


rupiah11

Satu setengah tahun tempurung kelapa itu teronggok tak terjamah. Imam Nurhidayat membiarkan limbah pengolahan VCO itu membukit. Namun, isu makanan berpengawet formalin pada 2006 membangkitkan naluri bisnisnya. Ia membakar tempurung, mengalirkan asap melalui pipa besi nirkarat, dan mengolahnya di tabung kondensasi menjadi asap cair. Kini ia memasarkan 2.300 liter dan beromzet Rp46-juta sebulan.

Dua tahun lalu, penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan merebak. Padahal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan melarang penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan. Sebab, formalin berdampak buruk bagi kesehatan seperti memicu depresi susunan saraf, memperlambat peredaran darah, dan kencing darah. Jebolan Universitas Islam Indonesia itu menawarkan asap cair yang terbukti aman sebagai pengganti formalin.

Imam Nurhidayat menjual asap cair Rp20.000 per liter. Asap cair hasil pembakaran tempurung kelapa. Seliter asap cair berasal dari 3 kg tempurung. Dari volume produksi 2.300 liter, 2.000 liter di antaranya terserap pasar Bandung, Semarang, dan Surabaya. Selebihnya habis terserap para pedagang mi, bakso, tahu, dan ayam potong di Yogyakarta.

Produsen mi tinggal mengencerkan asap cair murni 20 kali alias menambahkan 19 liter air bersih ke dalamnya. Jadi dari seliter asap cair murni menjadi 20 liter asap cair encer. Untuk pengawetan mi, produsen hanya menambahkan 2% asap cair encer pada adonan mi. Dengan menambahkan asap cair, mi atau bakso bertahan 2 hari pada suhu kamar. Lebih singkat memang ketimbang pengawetan dengan formalin. Namun, penggunaan asap cair sangat aman.

Serapan besar

Asap cair komoditas baru yang mulai sohor setahun terakhir. Produk hasil pembakaran tempurung kelapa dan kayu keras seperti bakau dan rasamala itu populer lantaran multifungsi. Produk yang mengandung senyawa asam, fenolat, dan karbonil itu antara lain bermanfaat sebagai pengawet makanan, pembeku karet, pupuk, desinfektan, antivirus, dan obat. Karena multimanfaat pantas jika pasar terbuka lebar. Imam Nurhidayat, misalnya, baru sanggup memasok 2.300 liter dari total permintaan rutin 10 ton sebulan. Karena terbilang baru, pemain asap cair masih sedikit. Para pemain itu baru menggeluti bisnis asap cair selama 1-2 tahun.

Selain asap cair, ‘limbah’ kelapa lain yang dicari pasar adalah cocofiber alias serat sabut dan arang aktif. Yang disebut pertama bahan baku tempat tidur pegas, jok kursi, atau papan partikel. Mari lihat Roeswan Roesli yang 10 tahun terakhir mengekspor serat sabut ke Belgia dan Korea Selatan masing-masing 1 kontainer setara 22 ton. Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu bekerja sama dengan produsen skala rumahan di Banten dan Ciamis.

Roeswan memberikan mesin pengolah sabut kepada mereka. Lalu, seluruh produksi berupa serat sabut ia tampung untuk memenuhi pasar ekspor. Di pasar internasional, harga cocofiber alias serat sabut US$200-US$205 per ton setara Rp2-juta pada kurs Rp10.000. Pendapatannya Rp44-juta. Omzet pria kelahiran 8 September 1933 itu bakal menggelembung pada bulan mendatang. Ketika Trubus mewawancarai pada 17 November 2008, ia tengah bersiap terbang ke Shanghai, China, untuk meneken kontrak dengan Shengyang Xudong.

Shengyang, produsen kasur pegas dan mebel, meminta pasokan 700 ton serat sabut untuk masa kontrak 12 bulan. Artinya, ia mesti menyiapkan rata-rata 58 ton tiap bulan selama setahun. ‘Setelah itu kontrak masih mungkin diperpanjang,’ kata ayah 5 anak itu. Ia lebih berkonsentrasi untuk memenuhi permintaan Shengyang Xudong ketimbang importir lain. Di luar permintaan Korea dan Belgia, ‘Sebetulnya saya masih dapat menjual 5-10 kontainer per bulan,’ ujar Roeswan, pemilik PT Roesmetrix.

Pasar karbon dan arang aktif tak kalah besar. Ari Hardono, contohnya, memasarkan 20 ton arang aktif per bulan. Satu kg arang aktif hasil pembakaran 9-10 tempurung kelapa. Konsumennya rumah makan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mereka menggunakan arang aktif sebagai bahan bakar. Dengan harga Rp1.200 per kg omzetnya Rp24- juta. Menurut produsen di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, itu biaya produksi sekilo arang aktif Rp600 sehingga laba bersihnya Rp12-juta tiap bulan.

Langka?

Peluang bisnis asap cair, serat sabut, dan arang-semua ‘limbah’ kelapa-terbukti bagus. Para pemain bisnis komoditas itu bergelimang laba. Namun, untuk memperoleh laba itu tak semudah memejamkan mata saat kantuk. Bagi produsen asap cair, memasarkan komoditas itu relatif sulit pada mulanya. Itu karena acap cair komoditas baru di sini. Kendala klise adalah bahan baku terbatas. Susilo Wirawan mengoperasikan sebuah mesin terpadu berkapasitas 30.000 sabut per hari. Namun, karena terbatasnya bahan baku pemilik CV Wukir Jaya Makmur itu cuma sanggup mengolah 10.000 sabut.

Hasilnya cuma 1 ton cocofiber. Artinya total produksi 7 ton sepekan. Padahal, setiap pekan ia harus mengirimkan 18 ton serat sabut ke Korea Selatan. Itulah sebabnya ia memburu serat sabut ke Kabupaten Purworejo, Kebumen, dan Surabaya. Eksportir di Kulonprogo, Yogyakarta, itu kewalahan memenuhi permintaan riil yang mencapai 1.000 ton per bulan. Keluhan langkanya bahan baku jamak terdengar dari produsen serat dan serbuk sabut.

Benarkah bahan baku langka? Menurut Amrizal Idroes dari Asian Pasific Coconut Community bahan baku sabut dan tempurung sebetulnya memadai. Di beberapa sentra kelapa seperti Sulawesi Utara dan Riau, kedua bahan itu belum diolah. Direktorat Perkebunan mencatat pada 2007 luas lahan kelapa di Provinsi Riau 627.978 ha dengan produksi 456.475 ton; Sulawesi Utara, 268.737 ha (223.262 ton).

Total jenderal luas lahan kelapa Indonesia 3,8- juta ha dengan produksi 3,03-juta ton pada 2007. Selama ini sebagian besar pekebun hanya mengolah daging buah menjadi minyak. Sedangkan sabut dan tempurung sekadar sebagai bahan bakar. ‘Jumlah yang diolah masih sangat kecil dibanding limbah yang dihasilkan,’ kata Dr Ir Hengky Novarianto, periset dari Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain.

Jika kontinuitas bahan baku terjaga, bukan berarti urusan lancar. Di fase produksi, pisau mesin pembuat cocofiber sepanjang 30 cm kerap patah meski terbuat dari baja setebal 2 cm. ‘Kalau sudah patah, produksi berhenti 4-5 jam,’ ujar Jahari B Iskak, produsen di Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Setiap hari rata-rata 2 pisau patah di mesin berkapasitas 2 ton terdiri atas 12 pasang pisau. Untuk mengatasinya, Jahari mengelas. Ia melengkapi pabriknya dengan mesin las.

Denda & menghilang

Standar mutu juga menjadi batu sandungan bagi produsen. Usai mengikuti pameran tanaman hias Floriade di Aalsmeer, Belanda, pada 2002, Zulhaidir Rawawi girang bukan kepalang. Ia memperoleh pasar baru karena importir di negeri Kincir Angin itu bersedia menyerap berapa pun pasokan cocopeat alias serbuk sabut dari Zulhaidir. Cocopeat adalah cocodust atau butiran sabut yang sudah mendapat perlakuan tertentu sehingga sesuai untuk media tanam.

Importir antara lain menginginkan standar mutu serbuk sabut ber-pH 5,5, maksimal kadar air 10%, kadar garam 1%, dan EC 1. Untuk memenuhi syarat itu Zulhaidir bekerja sama dengan beberapa periset. ‘Ada sabut yang direndam dalam tawas, ada pula cocodust yang disteam, tapi hasilnya nihil,’ kata Zul. Hingga kini pasar Belanda yang gemuk dan harga 2 kali lipat lebih mahal ketimbang Korea itu belum terpasok.

Soal pembayaran atas barang ekspor juga menjadi hambatan. Pada 30 September 2008, 2 hari sebelum libur Lebaran, importir di Mapo-gu, Gongdeok, Korea Selatan, berjanji mentransfer biaya serbuk sabut senilai US$22.883 setara Rp220-juta ke rekening Zul. Namun, hingga 21 November 2008 transfer itu belum ia terima. Ia berkali-kali menelepon perusahaan itu, tapi tak ada jawaban. Zulhaidir memasok serbuk ke perusahaan itu sejak Mei 2008.

Roeswan Roesli, eksportir di Jakarta, beberapa tahun silam bagai menelan pil getir gara-gara bobot serbuk sabut yang ia kirim ke Taiwan tak sesuai dengan dokumen ekspor. Saat itu ia mempercayakan pasokan dan penimbangan balok serbuk sabut kepada perusahaan plasma. Setelah serbuk sabut tiba di Taiwan, ternyata terdapat selisih minus 8 ton sehingga importir mendenda Roeswan US$2.000 setara Rp18-juta.

Calon produsen juga mesti berhati-hati atas penawaran kerja sama seperti pada 1999. Saat itu 2 perusahaan menawarkan mesin berkapasitas 200 kg per hari seharga Rp80-juta tunai. Perusahaan itu menjamin pemasaran berapa pun produksi serat dan serbuk sabut produsen plasma. Janji itu terpenuhi memang, tetapi cuma 6 bulan. Setelah itu perusahaan inti menghilang.

Akibatnya produksi terhenti. Ada produsen mitra yang mesti merintis pasar; sebelumnya tak pernah dipikirkannya. ‘Yang tertipu bukan hanya 1-2 orang, tapi ratusan orang,’ ujar Zulhaidir. Itulah sebabnya calon plasma sebaiknya mengecek kredibilitas perusahaan ke lembaga perkelapaan seperti MAPI (Masyarakat Perkelapaan Indonesia) atau Dewan Kelapa Indonesia.

Laba mengalir

Berbisnis ‘limbah’ kelapa seperti asap cair, serat sabut, dan arang aktif terbukti penuh kendala. Dari hulu hingga hilir, dari produksi hingga pemasaran. Namun, ketika berbagai hambatan itu teratasi para produsen seperti Puji Wiyono menangguk laba besar. Produsen di Lampung itu memproduksi 1.200 liter asap cair per bulan. Berbagai alat seperti tungku pembakaran dan kondensasi menyita lahan seluas lapangan voli.

Setiap hari pria 42 tahun itu membakar 109 kg tempurung kelapa. Hasilnya 40 liter asap cair yang ia jual Rp12.500 per liter. Itu lebih rendah ketimbang harga asap cair pada umumnya yang rata-rata Rp20.000-an. Maklum, Puji memperoleh bahan baku gratis dari produsen kopra. Ia menikmati bahan baku gratis hingga 3 bulan ke depan. Puji yang sehari-hari bekerja di Politeknik Lampung itu menangguk laba bersih Rp6,6-juta per bulan.

Puji memasarkan asap cair kepada para pekebun karet di Lampung. Mereka memanfaatkan asap cair sebagai penggumpal lateks. Setidaknya 2 faedah besar mereka peroleh. Pertama, aroma busuk karet hilang. Biasanya para pekebun membekukan lateks dengan asam semut atau asam format. Penambahan asam semut justru memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul amonia dan sulfida yang berbau busuk.

Karena bersifat anticendawan, antibakteri, dan antioksidan maka pembekuan dengan asap cair menghilangkan bau busuk itu. Dengan asap cair, tak ada lagi protes dari masyarakat di sekitar pabrik pengolahan karet. Penggunaan asap cair juga ekonomis. Untuk menggumpalkan 200 liter getah karet, pekebun cuma perlu 1 liter asap cair. Faedah lain, kualitas meningkat lantaran karet lebih putih.

Imam Nurhidayat pernah mensurvei kebutuhan asap cair di pelelangan ikan di berbagai kota di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Pelabuhan Muaraangke, Jakarta Utara, misalnya, memerlukan 5 ton asap cair; Tuban, Jawa Timur, 5,7 ton per hari. ‘Rata-rata sebuah pelabuhan ikan memerlukan 5 ton asap cair per hari. Ini pasar potensial untuk menjual asap cair,’ kata Imam Nurhidayat.

Sebagai produsen asap cair, Puji Wiyono juga memperoleh 2 produk sampingan berupa: tar dan arang aktif. Puji tak perlu lagi mengeluarkan biaya produksi untuk memperoleh keduanya. Tar terkumpul dan keluar melalui kran sebelum asap memasuki tangki kondensasi karena bobot jenis lebih tinggi ketimbang asap. Setiap bulan pria kelahiran 6 Juni 1966 itu menuai 300 liter tar yang habis diborong para produsen kusen.

Tar bermanfaat mengawetkan kayu lantaran bersifat antirayap. Dengan harga jual Rp6.000 per liter, tambahan labanya mencapai Rp1,8-juta per bulan. Satu produk tambahan lagi adalah arang aktif yang mencapai 750 kg per bulan. Harga jual arang itu Rp3.000 per kg sehingga mempergemuk rekeningnya hingga Rp2,25-juta saban bulan.

Bisnis empuk

Pasar cocofiber alias serat sabut kelapa tak kalah empuk. Seperti halnya asap cair, serat sabut juga multiguna antara lain sebagai pengisi jok mobil, jok kursi, kasur pegas, papan partikel, dan filter air. ‘Dibanding busa, cocofiber lebih kuat melindungi per dan tidak mengundang kutu,’ kata Ir Omar Sidik, produsen di Depok, Jawa Barat, membandingkan cocofiber dan busa sebagai bahan baku kasur pegas.

Berdasarkan lacakan Trubus, pelaku bisnis serat sabut di berbagai kota kewalahan memenuhi tingginya permintaan. Asli Malin, salah satu contoh. Produsen serat sabut di Pariaman, Sumatera Barat, itu memproduksi 1,2 ton serat hasil olahan 18.000 sabut per hari. Jangankan memenuhi permintaan importir di Korea Selatan mencapai 10.000 ton per tahun, order eksportir di Jakarta saja belum ia layani sepenuhnya. Setiap pekan, eksportir di Jakarta memborong serat Rp1.800 per kg.

Pria kelahiran 17 April 1946 itu, memetik laba bersih Rp300 per kg. Kecil? Tunggu dulu. Dengan produksi 8,4 ton per pekan, laba bersihnya Rp2,5- juta atau Rp10-juta per bulan. Itu baru dari cocofiber. Produsen serat sabut berarti juga produsen cocopeat alias serbuk. Sebab, 70% dari kulit kelapa terdiri atas serbuk; 30% serat. Asli Malin menuai 90 ton cocopeat yang memberikan laba bersih Rp27-juta sebulan.

Artinya total jenderal laba bersih Malin dari pengolahan sabut mencapai Rp37-juta sebulan. Siapa tak tergiur laba menjulang? Mungkin karena itulah Zulhaidir Rawawi berhenti bekerja di perusahaan asing di Jakarta meski bergaji besar, fasilitas memadai, dan jabatan tinggi. Ia memilih menekuni bisnis cocopeat. Semua bermula dari tugas Zulhaidir sebagai general manager yang kerap memaparkan laporan keuangan kepada pemegang saham di Seoul, Korea Selatan.

Saat bertugas ke sana, ia menyempatkan diri mengunjungi sentra tanaman hias di Inchon, mirip Rawabelong, Jakarta Barat. Di sanalah ia melihat cocopeat bikinan Sri Lanka. Ia menawarkan diri untuk memasok dan diluluskan. Pada 1999 Zul memutuskan berhenti bekerja setelah rutin mengekspor cocopeat selama setahun. Kini ia rutin mengirimkan 22 ton cocopeat per bulan memenuhi permintaan seorang importir di Inchon, Korea Selatan.

Balok cocopeat yang ia ekspor berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm berbobot 5 kg. Satu kg cocopeat berasal dari 2,5 kg sabut kelapa. Menurut dia biaya produksi 1 kg cocofibre dan 2 kg cocopeat-dari 5 kg sabut-Rp1.600. Itu total biaya karena cocopeat dan cocofibre dihasilkan dari satu kesatuan bahan. Bila memproduksi cocopeat, pasti menghasilkan cocofiber atau sebaliknya. Harga jual cocopeat di pasar ekspor mencapai Rp2.600 per kg sehingga omzetnya Rp57,2-juta.

Zulhaidir memperoleh 17 ton cocofiber per bulan. Serat sabut itu ludes terserap produsen kasur pegas di pasar domestik. Dengan harga jual Rp2.200 per kg, ia menangguk omzet Rp37,4-juta saban bulan. Laba bersih penjualan cocopeat dan cocofiber mencapai Rp22-juta sebulan. Zul sebetulnya masih mampu memasarkan hingga 3 kontainer cocopeat lagi. Sayang, produksinya masih terbatas. Ia bisa memasarkan produk cocopeat milik produsen lain asal sesuai standar mutu. Apalagi sejak Desember 2008 ia juga mesti memenuhi order Garden Landscape. Importir di Singapura itu meminta pasokan rutin papan tempat tumbuh anggrek berbahan baku cocopeat.

Garden Landscape meminta kiriman 10.000 papan berukuran 50 cm x 20 cm x 2 cm per bulan. Soal peluang bisnis cocopeat menurut Zul pasar terbuka luas. ‘Saya kewalahan melayani permintaan cocofiber,’ ujar Zul yang menginvestasikan Rp200-juta ketika memulai bisnis. Sebagai gambaran, sebuah produsen springbed memerlukan 20 ton cocofiber per bulan. Belum lagi produsen springbed asing yang mengajak bekerja sama. Setidaknya ada 4 produsen asal China dan 2 asal Vietnam yang minta pasokan rutin cocofiber kepada Zul.

Gosong oke

Selain asap cair, cocofiber, dan cocopeat, olahan ‘limbah’ kelapa lain adalah arang aktif. Idealnya pengolahan arang aktif terpadu dengan asap cair. Namun, beberapa produsen hanya mengolah arang aktif. Boleh jadi lantaran teknologi produksi asap cair terbilang baru di Indonesia. Djaya Suryana sejak 2002 memasok arang aktif ke sebuah perusahaan di Tanjungbintang, Provinsi Lampung.

Ia membersihkan arang hasil pembakaran tempurung kelapa di mesin diesel 30 PK. Melalui ban berjalan arang lolos sortir masuk ke mesin penghancur. Ketika keluar arang melewati saringan baja sehingga hasilnya seragam. Djaya memasarkan 3.000 ton arang aktif per bulan. Masih ada 5.000 ton permintaan rutin per bulan yang belum dapat Djaya penuhi. Sayang, ia merahasiakan harga jual ke produsen karbon aktif. ‘Minimal ambil untung Rp50 per kg,’ kata Djaya.

Lima puluh rupiah tak bisa dibilang kecil karena secara akumulasi laba bersihnya Rp150-juta. Memang dibanding laba Doddy Suparno dan Oka Bagus Panuntun, keuntungan Djaya lebih kecil. Doddy mengutip laba Rp1.500 per kg arang aktif. Harga jual saat ini Rp4.500 per kg. Menurut Doddy biaya produksi per kg briket Rp3.000. Dari pembakaran 15 ton tempurung ia memperoleh 5 ton arang aktif per bulan.

Mereka lalu menghancurkan arang dan mengolahnya menjadi briket. Margin perniagaan barang gosong itu Rp7,5-juta sebulan. Mestinya laba Doddy lebih besar jika saja setiap bulan mampu memenuhi permintaan rutin dari Yunani dan Timur Tengah masing-masing 22 ton dan 88 ton. Di luar olahan ‘limbah kelapa’ itu sebetulnya masih ada produk turunan lagi seperti tepung tempurung seperti digeluti oleh Agus Setiawan.

Pria kelahiran 11 Agustus 1971 itu menggiling tempurung kelapa menjadi tepung. Rendemen 90%-10 kg tempurung menjadi 9 kg tepung. Volume produksi ‘baru’ 50 ton sebulan terserap sebuah pabrik obat nyamuk. Tepung batok bahan baku obat nyamuk bakar. Dengan harga jual Rp2.500 dan biaya produksi Rp1.000, laba bersihnya Rp75- juta. Menurut Agus pasar tepung terbentang luas. Ia belum sanggup melayani order rutin 1.350 ton tepung per bulan.

Pasar olahan ‘limbah’ kelapa terbukti luas. Kepala Bidang Pemasaran Dewan Kelapa Indonesia, Djaja Putra Rachmat, membuktikannya. Selama sebulan sejak 23 Agustus 2008 ia berkeliling Belanda dan Jerman menemui para importir olahan ‘limbah’ kelapa. ‘Asal kontinuitas dan kualitas terjaga, pasar sangat besar,’ kata Djaja.

Ia bersedia menjembatani produsen cocopeat atau cocofiber untuk memasarkan produk ke mancanegara. Menurut Djaja pesaing Indonesia adalah Sri Lanka yang lebih dulu serius menekuni bisnis itu. Sabut dan tempurung kelapa yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata komoditas prospektif yang menjanjikan laba besar. (Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina, Ari Chaidir, Faiz Yajri, Imam Wiguna, Niken Anggrek Wulan)

From Trubus-online.co.id

1 desember 2008

About these ads

54 Responses to Baru : Bisnis Asap Cair…!

  1. muhjamil mengatakan:

    Wassalam
    wah-wah, kok jadi ajang promosi Caleg Ya…
    tapi gak apa.. yang caleg bisa komitmen dengan janji-janjinya…
    BTW… kalau boleh tahu bapak punya program apa yang bisa meyakinkan kami untuk memilih .bapak..?
    adakah kepedulian dengan pengembangang ekonomi rakyat berbasis potensi daerah seperti kelapa..?
    Nuwun atas kunjungannya..

  2. wazir mengatakan:

    Pak, saya tertarik untuk memasok tempurng dan sabut kelapa.
    Bolehkah saya minta info nomor tlp / email para exportir itu? kemana saya bisa memasok tempurung/sabut kelapa?
    >
    >
    kalau tempurung kelapa, kami sedang butuh banyak pa.
    kalau harganya cocok, bisa kami follow up pa.
    untuk kontak bisa menghubungi saya saja di 081328042283
    makasih.

  3. raka mengatakan:

    Pak saya sangat tertarik dengan pemasok cocofiber, kalau bisa saya minta nomor Hp nya
    Thanks

    >
    >
    maksudnya bapak mau menerima Nata De Coco..?
    Binaan Kami banyak yang sudah membuatnya, jika ya, akan saya hubungkan, gmana..?

  4. nofan muharam mengatakan:

    Pak saya minta informasi tentang penerimaan tepung batok kelapa, kalo boleh saya tau harga /kg berapa untuk tepung batok kelapa??prangko mana???dan kapasitas berapa banyak untuk sekali pengiriman???…..Terima Kasih…..

    makasih juga pa,
    kalau tepung batok kelapa kami belum punya informasinya mas.
    mungkin kalau tepung arang batok kelapa, ada. tetapi untuk sekarang, tepung arang batok kelapa, kami sedang off produksinya. produk kami masih banyak.
    makasih

  5. lutfi mengatakan:

    pak bisa diberi tahu bagaimana pemasaran tepung batok kelapa terima kasih atas perhatiannya
    >
    >
    tepung batok…?
    yang baru tahu adalah tepung arang batok kelapa. apa itu yang dimaksud..?
    kalau tepung arang batok, mudah mas, dibuat briket saja. pasaran sangat bagus kok.
    gmana..?

  6. meylani mengatakan:

    pak.bisa sy tau bagaimana cara membuat asap cair?dan alatnya di beli dimana.saya sekarang mengelolah arang tempurung.terima kasih..

    wah2…
    coba search ttg asap cair di Blog saya mba…
    ada cara membuat asap cair.
    untuk alat saya bisa menyediakan. lihat di blog kolom alat pengolah kelapa.
    thanks

  7. johny mengatakan:

    pak tanya nih ! jika saya produksi asap cair apakah ada penampungnya? harganya berapa? dimana? kalau bisa tolong infokan ke kami no telp & alamat emailnya! trims
    >
    >
    Hmm… kalau penampung langsung, sya kira langsung ke Konsumen pa. jadi mereka jadikan sebagai PENAMPUNG dalam artian pemakai. karena kami juga belum bisa nampung banyak-banyak. mendekatkan ke sumber pemakai adalah lebih baik. kalau daerah anda di dekat dengan kebun karet, jadikanlah mereka sebagai konsumen sekaligus penampung untuk penggumpalan karet. jika anda di daerah Pantai, tempat Pelelangan Ikan, jadikanlah mereka sebagai penampung/pemakai untuk pengawetan ikan dll.
    gmana mas..?

  8. Syarif-Kupang-NTT mengatakan:

    Pak… Saya sangat tertarik dengan bisnis asp cair ini. oleh karena itu saya minta informasi tentang berapa besar investasi yang diperlukan dalam pengolahan asap cair sampai siap dipasarkan…?? dan bagaimana saya bisa mengikuti pelatuhan cara-cara pengolahannya dan berapa biaya untuk pelatihan tersebut.? oh ya pak… apakah asap cair yang bapak produksi dan jual tersebut sudah mendapat izin dari dinas terkait terutama dinas kesehatan karena berhubungan erat dengan makanan pak..??? makasih pak atas info dan perhatiannya.

  9. kangmansur mengatakan:

    Untuk alat kapasitas 100 kg tempurung / hari, dan sampai dipasarkan biaya yang diperlukan kira 30 jt an. tapi bisa di nego. untuk ikut pelatihan bapak bisa kontak saya saja, kapan bapak bisa, kami siap memandu bapak.pelatihan antara teori, praktek dan kunjungan ke lapangan.
    tentang Izin, kami malah sudah dapat Izin dari Balai POM pak, jadi sudah tidak ada masalah, hanya untuk masing kasus dan lain tempat mungkin perlu izin baru, tergantung dari kebijakan setempat.
    makasih

  10. Syarifuddin Tayang mengatakan:

    Assalamu Alaikum Pak saya sangat tertarik dengan bisnis asap cair ini karena kampung saya banyak kelapan yang limbahnya cuma dibuang atau disimpan untuk bakar ikan oleh karena itu saya mohon bantuannya agar mau membagi ilmunya tentang pembuatan asap cair tersebut dan saya juga mohon bantuannya untuk pemasaran limbah kelapa tersebut kalau boleh kita sering mas. terima kasih atas bantuannya. email saya syarief_makassar@yahoo.com
    >
    >
    Buat asap cair mudah pa, Bapak bisa searching artikel2 asap cair disini.
    klik asap cair, pasti akan ada cara pembuatan asap cair.
    monggo pak.

  11. iswanto mengatakan:

    saya sangat tertarik pada usaha asap cair. sekiranya ada
    informasi yang lebih jelas, dimana saya dapat membeli alat dan dimana saya bisa ikut pelatihan .sekiranya ada info mohon di sampaikan ke email syasa.rara@gmail.com (iswanto DI WAY KANAN)

  12. heru agus istiawan mengatakan:

    dengan membaca di salah satu rubrik pd majalah trubus edisi des 2008 punya Om saya yang memuat nama anda dan kegiatan bisnis ASAP CAIR ini, saya semakin tertarik bangt tuk terjun pada bisnis ini, Pak… jika sudi kiranya memberikan informasi yang sangat bermanfaat tuk saya ini email saya, Sedikit info, saya berdomisili di MEDAN, SUMUT.

  13. henny mengatakan:

    pak, saya tertarik dengan usaha asap cair, dimana saya boleh dapat informasinya (saya tinggal dijakarta) dan apakah sudah ada asosiasinya. Alatnya beli dimana dan pelatihannya dimana (apakah di jakarta ada?) Terima kasih

  14. Abidanish mengatakan:

    makasih.

  15. Abidanish mengatakan:

    alat dan pelatihan bisa menghubungi saya pak..makasih

  16. dody_irwanto, se mengatakan:

    mohon info berapa harga alatnya pak?

  17. Herman mengatakan:

    Tolong pak informasi penampung asap cair dan cocofibernya.
    Karena saya sudah mau mulai tahap produksi.
    Atas infomasinya saya ucapkan terima kasih.

  18. agung mengatakan:

    Pak, saya baru memulai bisnis asap cair dan arang batok kelapa kapasitas produksi saya 300 liter/ hari asap cair kelas 3 dan 350kg/ hari untuk arang batok , saya mohon dibantu untuk pemasarannya atau informasikan penampung asap cair dan arang batoknya. Atas informasinya saya ucapkan terima kasih.

  19. agung mengatakan:

    Nb: email saya agung_cbn@yahoo.co.id

  20. agung mengatakan:

    Pak, saya baru memulai bisnis asap cair dan arang batok kelapa kapasitas produksi saya 300 liter/ hari asap cair kelas 3 dan 350kg/ hari untuk arang batok , saya mohon dibantu untuk pemasarannya atau informasikan penampung asap cair dan arang batoknya. Atas informasinya saya ucapkan terima kasih.email saya agung_cbn@yahoo.co.id

  21. Abidanish mengatakan:

    mas agung bisa hubungi saya di 081328042283.

  22. ENI RISTINI mengatakan:

    Pak, saya tertarik untuk memasok coco peat dan coco fiber, mohon minta infonya para exportir? kemana saya bisa memasoknya. Terima kasih

  23. Abidanish mengatakan:

    boleh saya minta contak person Japri via email saya di mansur_mash@yahoo.com
    kalay bisa,saya ingin informasi perusahaan, kapasitas produksil dan lain2.
    thanks

  24. ENI RISTINI mengatakan:

    Terima kasih atas responnya Bapak, contact person saya di no 031-70122700, 081-1310870 dengan Bapak Tomy

  25. Purwadi Budianta mengatakan:

    Pak, saya tertarik dengan pembuatan asap cair,tetapi saya masih memikirkan cara pemasarannya, kira2 untuk daerah sumut dimana saya bisa memasarkan

  26. Adolf mengatakan:

    kesulitan dengan bahan baku tempurung kelapa ? hubungi saya di nomor 081356989211..

  27. Adolf mengatakan:

    Harga cocok saya siap sampai 100 ton per bulan.

  28. Abidanish mengatakan:

    wah mantap pak.. penjualan kami juga belum nyampe sgitu.

  29. Abidanish mengatakan:

    saran saya untuk bisnis asap cair, lebih baik tahu dulu manfaat dari asap cair, baru berfikir pasar. silahkan bapak search di blog ini ttg manfaat asap cair, mudah2an dapat inspirasi.
    thanks

  30. taufiq mengatakan:

    ass.wr.wb
    pak,tolong diberikan penjelasan lebih rinci ttg bgmn cara menggunakan asap cair grade 3 sbg penggumpal karet,mohon bantuannya, terima kasih

  31. Abidanish mengatakan:

    Pak Taufik, saya mohon maaf tidak bisa memberikan secara detil, karena ini hal ini masih jadi kesepakatan tim untuk tidak memberikannya secara bebas.
    kalau untuk pertimbangan, bisa dicoba sebagaimana menggunakan brapa asam semut untuk menggumpalkan karet.
    makasih

  32. Waladi mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    Pak, saya Waladi dari Aceh, saya tertarik dengan bisnis ini, mohon bimbingan tentang pertanyaan saya:
    1. Apakah ada trik khusus untuk meningkatkan hasil Asap Cair yang dihasilkan (menurut Trubus: 3 Kg Tempurung = 1 Liter)
    2. Pada usaha ini, apakah ada mesin yang memerlukan listrik? atau hanya memerlukan pembakaran dengan minyak tanah?
    3. Saya kurang mengerti dengan cara kerja mesin destilasi, mohon dijelaskan bila tidak keberatan, atau ada link khusus..
    4. Bahan tempurung kelapa yang akan dibakar, apakah harus bersih dari sabut dan kulitnya atau bisa langsung dibakar dengan sabut & kulit sekalian?

    Maaf atas pertanyaan yang cukup banyak.
    Terima kasih banyak

    Waladi – Aceh
    0852 6017 1000

  33. Abidanish mengatakan:

    Wassalam.
    Pak Waladi, terima kasih sudah bergabung dengn blog ini, baik akan saya jawab, satu persatu:
    1. 1 liter Asap cair memang dihasilkan dari 3 kg tempurung, kandungan tersebut sudah sangat bagus.
    2. untuk model pembakaran apakah pemanasannya pake listrik atau minyak tanah, tergantung dari kapasitas yang akan dibuat. kalau kecil, lebih baik memakai minyak tanah, lebih efisien. kalau memakai listrik, energi yang dipakai besar, justru malah akan menambah biaya produksi.
    3. Prinsip kerja distilasi, proses pemisahan berdasarkan titik didih. for ex, alkohol 70%, mengandung 70% air dan 30% air. td air = 100 C, alkohol 78 C, maka dengan memanaskan alkohol pada suhu 78-80 C, maka yang akan keluar adalah alkoholnya.
    4. Tempurung yang akan dibakar, diusahakan sudah bersih dari serabutnya, apalagi kulitnya, supaya tidak terjadi bara api.

    demikian penjelasan singkatnya.
    terima kasih

  34. Waladi mengatakan:

    Terima kasih Pak atas jawaban yg sangat lengkap, apakah ada alat pemisah sabut & kulit dari tempurung?
    Mohon bila tidak keberatan kirimkan saya harga dan kapasitas mesin serta foto mesin via email saya.

    Terima kasih.
    Waladi – Aceh

  35. Waladi mengatakan:

    Maaf tambahan pertanyaan Pak:

    1. Berapa kebutuhan Minyak Tanah untuk proses 300kg tempurung pada mesin pirolisis dan Destilasi sehingga didapat grade 2?

    2. Apakah menggunakan Gas Elpiji lebih murah biayanya daripada minyak tanah? apakah sudah pernah dites di tempat Bapak?

    Terima kasih.
    Waladi – Aceh

  36. MD mengatakan:

    Saya beli/mencari tepung batok mesh 120 jumlah besar, hub saya di 08563021120

  37. w4w4n mengatakan:

    Assalamu’alaikum pak,
    saya seorang mahasiswa sedang menyusun TA, tema yang saya angkat mengenai asap cair ini, tapi saya agak kesulitan dalam perhitungan neraca massa, floshet proses dan gambar peralatannya. kalo bisa dan boleh mohon bapak bisa membantu saya dalam memecahkan permasalahan ini….
    terima kasih sebelumnya..
    wassalamualaikum

  38. Abidanish mengatakan:

    wawan,

    Kalau anda di Jogja, bisa datamg ke t4 saya di warung Bakso wolu, Jalan glagah sari 95 B

    Thanks

  39. w4w4n mengatakan:

    terima kasih pak atas balasannya, saya sekarang berdomisili di malang pak, saya tidak bisa ke jogja untuk bertemu bapak karena ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. bagaimana kalau bisa jawaban atas pertanyaan saya, mohon di kirim lewat e-mail saja pak. saya sangat berharap atas bantuan bapak, agar saya bisa segera menyeleaikan TA sya pak. terima kasih sebelumnya dan mohon maaf telah merepotkan.

    e-mail :w4w4n86@yahoo.co.id / sumon.genjutsu@gmail.com

  40. ibnu asngadi mengatakan:

    perkenalkan.sy bergerak di bidang pemanas energi gas (LPG)..untuk mesin-2 yg saya baca kayaknya perlu pengendali panas..dan sy tertarik bisnis asap cair…sy tinggal di tangerang

  41. damanik mengatakan:

    Salam sukses. pengen tau nich pak, mesin penggiling tempurung kelapa menjadi tepung dimana bisa mendapatkannya dan berapa harganya ?? Tks

  42. Vero mengatakan:

    PT. Bumi Sriwijaya Sejahtera adalah produsen ASAP CAIR yang berasal dari Sumatera Selatan, Indonesia. Asap cair merupakan produk sampingan dari produksi arang dan merupakan cairan yang berasal dari gas dan pembakaran kayu mentah.

    * ASAP CAIR kami memiliki banyak manfaat untuk pertanian:
    – Digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah & menetralizir asam tanah.
    – Membunuh hama tanaman & mengontrol pertumbuhan tanaman.
    – Mempercepat pertumbuhan pada akar, batang, umbi, daun, bunga, dan buah.
    – Menghilangkan bau tak sedap.
    – Mengawetkan kayu.

    * Bahan baku & Proses:
    Asap cair PT. Bumi Sriwijaya Sejahtera dihasilkan dari proses pembakaran kayu bakau segar pada tungku arang melalui proses kondensasi dan juga pengaturan waktu yang tepat sehingga menghasilkan kualitas asap cair yang konsisten.

    Kapasitas produksi: 100 ton/Bulan

    *Kemasan:
    1. Botol: 5-25 liter
    2. Drum: 220 liter
    PS: Dapat disesuaikan dengan pesanan.

    Minimum order: 1000 liter

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan produk, silahkan hubungi kami.

    CONTACT INFORMATION:
    Ms. Veronica Sutantio & Mr Didi Suryadi
    Company : PT. Ciptamas Bumi Subur
    Address : Jalan Mayor Ruslan No. 2000 South Sumatera, INDONESIA
    Zip/Postal : 30114
    Telephone : (62)711-354601
    Fax : (62)711-351452
    E-mail: Veronica: pelonica@hotmail.com
    Didi: pudidi@yahoo.com

  43. I Ketut Budaraga mengatakan:

    Bapak yg kami hormati, kami dari KIAT kembali ke Alam sekarang ini sedang membina kelompok masyarakat di Kota Pariaman bekerjasama dengan LIPI, sudah memproduksi asap cair rata-rata 100 liter/hari dan asap cair ini sudah dilakukan pemurnian sehingga keluar asap cair grade 2 dan grade 3, terus briket tempurung kelapa kalau dioptimalkan produksi bisa rata-rata sekitar 5 ton per hari. Sekarang masih terbentur masalah pemasaran dan perijinan untuk produk asap cair. Kalau boleh tahu, bisa nggak membantu pemasaran dan memberikan solusi masalah perijinan dari asap cair, karena dari BPOM tidak berani memberikan ijin karena bukan tugasnya. Kebetulan kami sudah banyak melakukan riset masalah asap cair, terutama untuk aplikasi asap cair untuk pengawet makanan seperti daging, gulai ikan dirumah makan, aplikasi pada tanaman cabe, tomat, termasuk untuk obat manusia. Hasilnya luar biasa, banyak sekali kegunaannya. Mohon informasinya. mudah-mudahan solusi yang bapak berikan bisa memperlancar usaha kami. trm

  44. Abidanish mengatakan:

    Bapak Ketut,

    Tentang permasalahan yang bapak hadapi, kami kira sama permasalahannya. di Tempat kami bekerja dulu pun juga terbentur hal yang sama, tetapi marilah kita menyederhanakan persoalan pak. Kalau asap cair memang terbukti sudah bermanfaat, mari kita teruskan, persoalan Izin dari BPOM sementara kita abaikan dulu.

    Seperti yang kami ketahui, aplikasi asap cair untuk makanan adalah yang termasuk grade 2, yaoitu hasil pemurnian dengan cara distilasi. Asal kandungan di dalam asap cair tersebut sudah melewati batas aman, dimana kandungan benzopyrennya tidak berbahaya untuk dikonsumsi, maka teruskan pak.

    Semoga bermanfaat

  45. cipi mengatakan:

    Salam,

    Apakah asap cair dapat diaplikasikan terhadap tanaman holtikultura seperti cabe dan kentang untuk mengusir hhama serangga, dan apakah aman? Berapa dosis yang di anjurkan? Mohon pencerahannya.

    Terima kasih,
    Cipi benjoyo

  46. Abidanish mengatakan:

    Cipi,

    Bisa pak, asap cair mampu menekan pertumbuhan bakteri dan mengusir serangga, dosisnya adalah 2% asap cair grade 3, dan disemprotkan ke tanaman.

    Thanks

  47. fitri anita mengatakan:

    kami menjual tepung batok kelapa, tepung kayu lengket, tepung onggok(ampas tapioka), tepung gergajian jati..
    info hub : anita fitri andriyani
    “SINAR MATAHARI”
    jl. tembus ujung batu rt.04 rw. 06 pengkol kab. jepara kec. jepara jateng 59415
    telp. 0291-3317589
    fax : 0291-593828
    email sinarmatahari88@yahoo.com

  48. Abidanish mengatakan:

    Fitri,

    Thanks Infonya :)

  49. Diyat Bucik mengatakan:

    salam..
    maaf pak,,,,,klu menjadi pemasok kelapa kopra gmn yaa apa bleh..??

  50. Amrul mengatakan:

    Sy saat ini sedang memproduksi asap cair,bagi siapa saja yg membutuhkan dpt menghbungi saya di: amrullahhubay@yahoo.com.

  51. juanda mengatakan:

    ass… pak abi ,,di daerah saya untuk batok dan sabut kelapa melimpah ruah..klau batok hanya diarang,baca2 diintrnet bahwa batok kelapa bisa dibuat tepung untuk pabrik ban dan obat nyamuk it benar kah..??? kira2 pak abi bisa gg ya membuat mesin trsbut dan membantu pemasaran na..
    _dan 1 lg ,,kalau sabut kelapa dtmpat kami banyak sekali belum da pngolahan nya,,kira2 pak kta bisa kerja sama gg ya mslah ini,selain mencari laba dan silaturahmi dg bpak keinginan saya membantu mengurangi pengangguran di tempat saya,sangat ironis, di daerah saya,,banyak hasil bumi tetpi tdk mngrti akan kgunaan na … terpaksa masyakat jd TKW,dan TKI…..
    mohon dibantu pak,,Lampung..
    CP: 085381137017

  52. madiescemon mengatakan:

    Reblogged this on Continuable Resources and commented:
    Sangat bermanfaat….
    selalu menunggu berita selanjutnya. Terus berkarya dengan produk produk yang sangat menjanjikan.

  53. madiescemon mengatakan:

    Mohon info yang lebih jelas mengenai kecocokan penggunaan asap cair gr3. Kami sangat membutuhkan asap cair dimaksud untuk keperluan lateks kebun di wilayah kami. Bagaimana caranya untuk menjadi agen dari hasil produksi asap cair yang bapak produksi?
    Mohon infonya…

  54. Abidanish mengatakan:

    Sippp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: