Archive for Januari, 2009
Kompor Bioethanol Generasi ke 4 (bag 3)
Sekarang saya ingin menampilkan data penelitian tentang uji performance kompor bioehanol lainnya.
Tabel 1. Perbandingan waktu mendidih pada air 2000 ml dan Volume habis etanol
|
No |
Waktu didih (menit) |
Volume etanol (ml) |
|
1 |
22 |
40 |
|
2 |
21 |
50 |
|
3 |
27 |
60 |
|
4 |
17 |
50 |
Grafik 1. hubungan antara waktu didih vs volume ethanol yang habis
Grafik 1. hubungan antara waktu didih vs volume ethanol yang habis

Ini sedikit ilmiah ya..
Dengan persamaan diatas y = 0,95852 X + 28,571, maka jika kita menggunakan kompor ini, etanol akan habis selama kurang lebih 17 jam.
Lihat tabel 2. dibawah ini :
Tabel 2. Tabel hubungan antara waktu didih dengan volume ethanol
| X (waktu, mnt) | Y, Vol etanol ml |
|
1 |
29,5562 |
|
5 |
33,497 |
|
10 |
38,423 |
|
15 |
43,349 |
|
20 |
48,275 |
|
25 |
53,201 |
|
30 |
58,127 |
|
35 |
63,053 |
|
40 |
67,979 |
|
45 |
72,905 |
|
50 |
77,831 |
|
55 |
82,757 |
|
60 |
87,683 |
|
360 |
383,243 |
|
420 |
442,355 |
|
480 |
501,467 |
|
540 |
560,579 |
|
600 |
619,691 |
|
660 |
678,803 |
|
720 |
737,915 |
|
780 |
797,027 |
|
840 |
856,139 |
|
900 |
915,251 |
|
960 |
974,363 |
|
1020 |
1033,475 |
Dalam waktu 1020 menit, etanol yang habis sebanyak 1033,475 ml (1,033 liter), artinya artinya etanol itu akan habis selama 17 jam. Jika kompor ini berjalan secara linear , tanpa ada gangguan. Seperti tumpah, bocor dll.
Percobaan ini masih agak meragukan saya, akhirnya saya ulangi lagi dengan menggunakan variabel lainnya, menggunakan variasi volume air 500, 1000, 1500, 2000 ml. Maka saya mendapatkan berikut ini :
Tabel 3. hubungan antara waktu didih dengan volume habis ethanol
|
No |
Waktu didih (menit) |
Vol etanol (ml) |
Vol Air (ml) |
|
1 |
5 |
35 |
500 |
|
2 |
10 |
40 |
1000 |
|
3 |
17 |
50 |
1500 |
|
4 |
21 |
60 |
2000 |
Diperoleh grafik dibawah ini
Grafik 2. hubungan antara waktu didih vs ethanol

Gambar ini menunjukan konsistensi terhadap hasil pembakaran etanol. Dan dengan dasar ini nampaknya diperoleh hasil uji yang mendekati kemampuan kompor memakai bioethanol.
Memakai persamaan linear diatas akan diperoleh perkiraan hasil dalam bentuk tabel
Tabel 4. hubungan antara waktu didih dengan volume ethanol habis
| waktu (mnt),
x |
Vol etanol ml, y |
|
1 |
27,5043 |
|
5 |
33,6255 |
|
10 |
41,277 |
|
15 |
48,9285 |
|
20 |
56,58 |
|
30 |
71,883 |
|
60 |
117,792 |
|
120 |
209,61 |
|
180 |
301,428 |
|
240 |
393,246 |
|
300 |
485,064 |
|
360 |
576,882 |
|
420 |
668,7 |
|
480 |
760,518 |
|
540 |
852,336 |
|
600 |
944,154 |
|
660 |
1035,975 |
Dari tabel diatas dapat diberi kesimpulan bahwa dengan menggunakan kompor bioethanol generasi 4, ethanol baru akan habis setelah mencapai wakt 660 menit, atau sekitar 11 jam. Dengan catatan, hasil berjalan dengan linear, tanpa ada gannguan proses pembakaran. Belum dihitung optimasinya.
Silahkan anda dapat mengira-ngira sendiri bagaimana kemampuan kompor ini.
Kemudian jika ingin dibandingkan antara waktu didih dan volume air dengan menggunakan bahan baku bioethanol, maka dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 5. hubungan antara waktu didih dngan volume air
| Waktu didih (menit) | Vol Air (ml) | |
|
1 |
5 |
500 |
|
2 |
10 |
1000 |
|
3 |
17 |
1500 |
|
4 |
21 |
2000 |
Grafik 3. Hubungan antara waktu didih dengan volume air yang didihkan

Dari tabel dan grafik ini akan terlihat bahwa hubungan antara waktu didih dengan volume air yang dididihkan menunujukan pola yang konstan. Artinya waktu air untuk mendidih bertambah sesuai dengan pertambahan volume air yang dipanaskan.
Sekarang kita ingin melihat hubungan antara Volume ethanol yang habis dengan jumlah air yang dipanaskan. Kita lihat dalam tabel dibawaah ini:
Tabel 6. Hubungan antara volume air degngan volume etanol yang habis
|
|
Vol Air (ml) |
Vol etanol (ml) |
|
1 |
500 |
35 |
|
2 |
1000 |
40 |
|
3 |
1500 |
50 |
|
4 |
2000 |
60 |
Grafik 4. hubungan antara volume air yang didihkan dengan vol etanol yang habis

Hubungan antara volume air yang dipanaskan dengan volume ethanol, bergerak secara linear, dan menunjukan peningkatan yang konstan. Hubungan antara waktu didih, volume air dan volume air yang habis, menunjukan grafik yang sama (konstan naik). Artinya, semakin lama waktu didih, semakin banyak ethanol yang habis, juga semakin banyak volume air yang dpanaskan/dididihkan.
Demikian uji performance dari kompor bioethanol generasi ke-4. mohon masukan dan kritikannya.
Bersambung….
ditulis dan diteliti oleh
Mansur Mashuri, ST.
*News
Kami menerima pesanan terbatas untuk kompor tersebut. Silahkan lakukan pemesanan VIA blog ini. atau melaui (081328042283 / SMS only)
HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)
transfer uang bisa melalui
BCA KCP Katamso Yogyakarta
No. Rek : 445-0961-391
atas nama : Mansur Mashuri
konfirmasi transfer kirim ke
email :mansur_mash@yahoo.com
Hp : 081328042283 (SMS only)
10 comments Januari 28, 2009
Kompor Bioethanol Generasi 4 (bag 2)
Unggulnya suatu produk, tidak cukup hanya dperlihatkan secara visual, tetapi harus dilengkapi pula dengan data-data faktual tentang isi dan keunggulan secara tertulis. Dalam tulisan blog kemarin tentang kompor bioethanol generasi 4 (bag 4) secara garis besar saya mengatakan bahwa kompor kami Berwarna Si API BIRU. Belum menampilkan gambar dan hitungan-hitungan matematis.
Akan saya tampilkan satu persatu kelebihan-kelebihan dari kompor ini.
Ok, sekarang saya ingin membandingkan dan menampilkan hasil penelitian uji performance dalam bentuk gambar kompor bioethanol generasi keempat kami.
Gambar 1. Kompor Bioethanol generasi 3

Uji Coba kompor bioethanol generasi ke 3
Api Kompor Bioethanol generasi 3, warna api masih merah, konsumsi etanol masih boros, dan masih menimbulkan suara “gemeletuk” seperti Air terbakar. Api kompor pun sering tidak konsisten pengapiannya. Gambar ini diambil menggunakan etanol produksi bekonang dengan kadar 65%. Cocok untuk industri rakyat. Pernah dicoba menggunakan alkohol 90%, kompor ini masih ada terlihat warna merah.
Gambar 2. Kompor Bioethanol Generasi 4 dalam ruangan tertutup

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan tertutup
Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan gelap, terlihat api berwarna Biru (SI API BIRU), sudah hampir seperti kompor gas. Konsentrasi alkohol memakai 90%. Saya pun puas melakukan uji coba ini. Tetapi ini baru awal dari kami.
Gambar 3. kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioethanol generasi 4 dalam ruangan terbuka
Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan terbuka, warna biru tidak nampak karena cahaya luar lebih kuat. Kalau kita perhatikan pada kompor gas pun akan terjadi spt itu, jika berada diluar ruangan.
Sekarang kita perhatikan gambar kompor generasi 4 memakai alkohol konsentrasi 70%. Ada perbedaan, akan tetapi tidak nampak jelas perbedaan yang mencolok tentang kualitasnya.
Gambar 4. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan tertutup memakai alkohol 70%

Kompor bioetaol generasi 4
Api masih terlihat agak merah, tetapi secara umum bagian keluaran dari kompor generasi ke 4 ini sudah relativ biru meskipun memakai ethanol 70%. Hampir sama jika digunakan ethanol 90 %
Gambar 5. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka dengan etanol 70%

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan terbuka
Kompor generasi ke 4 ini menggunakan alkohol 70 % dalam ruangan terbuka. Api tidak terlihat, menandakan bahwa api kompor tetap berwarna biru.
Dari gambar diatas, terlihat bahwa kompor generasi ke 4 ini sudah mampu bersaing dengan kompor gas. Pemakaian etanol 70% ataupun 90 % setara spirtus, menunjukan performance yang bagus. Dan saya optimis, kehadiran kompor ini mampu memberikan jawaban bagi para pengusaha Bioetanol yang kesusahan memasarkan bioetanol konsentrasi rendah. Atau bisa menjadi jawaban atas kelangkaan minyak tanah, sehingga dapat mengganti penggunaan minyak tanah. Akan sangat cocok lagi bagi daerah-daerah yang memiliki potensi bahan baku alkohol yang banyak, akan tetapi akses untuk bahan bakar minyak tanah, BBG yang terbatas.
untuk tulisan kedepan saya akan menampilkan data-data ilmiah yang memperlihatkan hasil penelitian dari kompor tersebut.
Bersambung…
“Breaking News”
Kami menerima pesanan terbatas untuk kompor tersebut, sebanyak 20 buah akan segera kami launching. Silahkan lakukan pemesanan VIA blog ini. atau melaui (081328042283 / SMS only)
HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)
transfer uang bisa melalui
BCA KCP Katamso Yogyakarta
No. Rek : 445-0961-391
atas nama : Mansur Mashuri
konfirmasi transfer kirim ke
email :mansur_mash@yahoo.com
Hp : 081328042283 (SMS only)
14 comments Januari 27, 2009
Kompor Bioethanol generasi 4 (bag 1)
Percobaan dalam dunia penelitian adalah harga mutlak. trial n eror. termasuk memperbaiki kinerja kompor bioethanol yang kami rancang.
setelah melahirkan kompor bioetanol generasi 3, kami bersama tim telah memodifikasi performance dari kompor.
salah satu kelemahan dari kompor generasi ke-3 adalah, perbandingan antara etanol dan udara tidak seimbang. efek dari itu adalah masih terlihat kualitas api yag berwarna agak kemerahan. jika masih berwarna merah, artinya bisa jadi suplai bahan bakar etanol terlalu besar, dan akan boros.dan tentu jika kami akan melempar ke pasar, maka bisa dipastikan konsumen akan kecewa.
hukum kepuasan pelanggan = peningkatan penjualan. (mudah-mudahan)
nah, alhamdulillah dengan hasil kompor generasi ke 4 ini, mudah-mudahan tahapan-tahapan untuk menjual kompor ke pasaran semakin yakin.
kompor generasi ke 4 ini, memiliki kualitas Si Api Biru. dengan sedikit memperbaiki bagian pengeluaran api, api yang kelaur BIRU. mendekati kesempurnaan. Sperti Kompor Gas.
untuk kelebihan -kelebihan lain, menunggu pengujian dan perbaikan selanjutnya.
mudah-mudahan bisa menghasilkan kompor generasi ke-5.
gambar menyusul ya…
1 comment Januari 23, 2009
Asap Cair untuk Penyamakan Kulit
Balai Besar Kulit Yogyakarta bekerja sama dengan CV Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu, telah melakukan penelitian terhadap efek penambahan asap cair pada proses proses penyamakan kulit.
alasan utama yang digunakan asap cair pada proses tersebut adalah asap cair sebagai anti mikrobia. selama ini dalam penyamakan kulit, menggunakan asam nitrat dan anti mikrobia.
ternyata setelah digunakan asap cair, fungsi asam nitrat dapat digantikan, sehingga pembelian asap cair dapat dikurangi.
Penggunaan asap cair ini terdapat beberapa keuntungan, diantaranya:
1. aspek ekonomi lebih baik, berkurangnya pembelian asam nitrat mengurangi biaya produksi
2. Ramah Lingkungan. selama ini asam nitrat sering dituding sebagai penyebab tercemarnya lingkungan sekitar pabrik penyamakan kulit.
3. kulit lebih kenyal.
Sumber :
wawancara dg Mardiyanto (manager produksi PPKT)
Add comment Januari 15, 2009
Plus Minus Kompor Bioetanol
ada email dari kawan Anggita Febriana” <glowcap93@yahoo.co.id yang menanyakan tentang kelebihan dan kekurangan bioetanol jika digunakan untuk kompor dibandinngkan dengan minyak tanah dan gas.
menjawab pertanyaan itu, saya akan sedikit menguraikan tentang kelebihan dan kekurangannya.
A. kelebihan bioetanol
1. nilai kalori hampir sama dengan gas. dalam satu percobaan, saya membandingkan penggunaan etanol dan gas. untuk etanol 75% , untuk mendidihkan air 2 liter air, membutuhkan waktu 18 menit, sementara gas 16 menit. hampir sama.
2. bekas pembakaran pada wajan/ketel tetap bersih, karena karbon yang terbakar kecil. karena untuk etanol hanya memiliki 2 unsur karbon. untuk mITAN biasanya jelaganya banyak.
3. bisa dibuat sendiri dari berbagai bahan nabati. nah isyu ini yang kemudian bisa dijadikan sebagai alasan untuk membangun DESA MANDIRI ENERGI di daerah yang punya potensi lebih. sementara MITAN dan gas harus melalui proses fraksinasi yang rumit di pabrik.
4. sumber bahan baku bisa diberdayakan.
5. menurut pengalaman relativ lebih aman dibandingkan dengan kompor gas. apalagi yang 3 kg, yang banyak kasus terjadi ledakan.

kompor bioetanol dengan etanol 65%
tentang kekurangan
1. tergantung konstruksi dari kompor bioetanol itu sendiri. ada banyak kompor bioetanol yang sudah dibuat. namun dari hasil dilapangan, kompor bioetanol generasi ke 3 REPINDO sudah cukup baik. karena sistemnya sudah seperti kompor gas. untuk detil kompor REPINDO klik disini atau disini.
2. warna api /kalor tergantung dari konsenrtasi alkohol. alkohol yang memiliki kemurnian tinggi, memiliki kalor yang tinggi dan warnanya lebih biru.
3. belum ada standar kompor bioetanol yang baik.
yang saya sampaikan adalah beberapa hal yang terjadi di lapangan.
untuk teman2 yang punya pengalaman serupa, kami membuka diskusinya.
Mansur Mashuri.
1 comment Januari 14, 2009
Asap Cair Penggumpal Karet Lateks
Teman Kami pernah berkunjung ke Kebun Krumput PTPN IX, disana adalah salah satu prusahaan produsen Karet alam RSS (Ribbed Smoke Sheet).
Masalah yang dihadapi adalah adalah timbulnya jamur pada sheet / lembaran karet yang diakibatkan oleh jumlah dan kamar asap yang tidak memenuhi produksi. Selama ini Kebun Krumput untuk mengatasi Jamur menggunakan Formalin sebagai desinfektan. namun akibat adanya larangan penggunaan formalin pada makanan, maka mendorong harga formalin naik (mahal) dan pernah melonjak di kisaran harga 25.000 per liter. akhirnya biaya produksi meningkat. setara dengan pengurangan keuntungan.
Masalah itu ditindaklanjuti oleh teman kami, untuk melakukan riset terhadap penggunaan asap cair pengganti formalin.
kenapa memakai asap cair..?
asap cair diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti mikrobia, terutama diperoleh oleh senyawa fenol yang merupakan komponen aktiv dalam asap cair. selain itu asap cair harganya masih murah. maka dipilihlah asap cair sebagai alternatif pda penggumpalan karet Lateks.
Asap cair yang digunakan adalah dari Tempurung kelapa dengan konsentrasi grade 3. asap cair ini adalah hasil distilasi tingkat pertama. menggunakan produksii PPKT Yogayakarta
stelah dicoba dengan berbagai campuran diperoleh kombinasi asap cair dan asam formiat 50:50. hasil ini memiliki waktu penggumpalan yang relativ lebih cepat. seru yang dihasilkan lebih sedikit, hasil penggumpalan lebih kokoh dan menghasilkan warna sheet lembaran yang lebih ceraah setelah pengasapan.
dan yang jelas, penggunaan asap cair dapat mengurangi biaya produksi. dan keuntungan bertambah.
(Nurfitriasari dkk, 2006)
Untuk pemesanan dan diskusinya, bisa menghubingi saya
Mansur Mashuri, ST (manager R&D CV PPKT)
kunjungi terus ; http://produkkelapa.wordpress.com
email : mansur_mash@yahoo.com
5 comments Januari 13, 2009
Nata De Coco untuk Layar Monitor
Ini bukti tak terbantahkan tentang keajaiban dari macam-macam kegunaan produk kelapa. berikut artikel kegunaan nata de coco untuk bahan layar TV.

nata de coco digunakan untuk bahan chip untuk layar komputer
Satu lagi limbah kelapa yang potensial: air. Sebagai bahan baku nata de coco yang lezat itu? Berkat jasa baik bakteri Acetobacter xylinum air kelapa menjadi nata de coco. Penganan kenyal itu ternyata bahan baku layar televisi atau monitor komputer. Itulah hasil riset Kyoto University. Monitor atau layar nata de coco itu terbukti kuat, tahan panas, tetapi sekaligus lentur, dan mampu mentransmisikan cahaya.
Sebagai gambaran komposit nata de coco mempunyai keteguhan patah 450 MPa. Itu setara kekuatan baja ringan: 500 MPa. Menurut Ir Lisman Suryanegara, periset Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, kekuatan itu karena nata de coco memiliki microfibrils yang seragam dengan ukuran fiber kurang dari 10 nm, lurus, dan membentuk jaringan seperti jaring laba-laba. Jadi bukan tak mungkin kita memelototi layar nata de coco, eh layar komputer sambil menikmati nata de coco. (Sardi Duryatmo)
sumber trubus-online.co.id
Add comment Januari 12, 2009
Deteksi Air Dangkal dg Pohon Kelapa
Air tanah merupakan sumber air utama untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Namun, eksploitasi yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Lalu bagaimana mendeteksi potensi dan keberadaan air tanah secara cepat dan tepat tanpa mengebornya?
ada beberapa alternatif untuk mendeteksinya.
1. dengan Bantuan alat resistivity meter/terameter
Air tanah dalam dapat dideteksi dengan menggunakan alat resistiv-ity meter/terameter melalui survei geolistrik. Terameter bekerja dengan cara menembakkan arus listrik ke dalam tanah dengan memakai elektrode kemudian mengukur nilai hambatannya. Alat ini dapat menunjukkan material di bawah permukaan bumi pada kedalaman lebih dari 100 m tanpa melalui pengeboran. Survei geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk menduga kondisi geologi di bawah permukaan tanah, terutama jenis dan sifat batuan berdasarkan sifat-sifat kelistrikan batuan.
cara ini sangat mahal, tidak semua orang dapat memakainya. nah kalau oarang Kampung, coba tanyakan kepada mereka, mereka pasti bisa. ya, caranya seperti yang dibawah ini.
2. Dengan memperhatikan pohon kelapa
bagaimana caraya…? sangat-sangat mudah, asal kita mau awas saja, dan mau memperhatikan tanda-tanda alam. begini caranya..
Apabila kita melewati suatu lokasi yang terdapat pohon kelapa, dimana daunnya turun tidak seperti kebanyakan pohon kelapa lainnya, atau dalam bahasa jawa disebut sengkleh, maka kemungkinan besar di daerah tersebut mempunyai sumber air yang relatif dangkal, yaitu kurang dari 7 meter. Fenomena alam ini sangat membantu bukan?, sehingga sudah sewajarnya alam ini kita jaga, jangan sampai rusak. Dengan demikian kita akan dapat mempelajari alam dengan alam itu sendiri.
Silahkan Buktikan…
#dari berbagai sumber#.
1 comment Januari 9, 2009
Kompor Bioetanol Repindo (2)
Model ini adalah buatan yang terbaru dan disempurnakan. warnanya yang pink seolah-olah kompor ini bagaikan gadis atau perawan yang sedang berbunga-bunga dan siap dilamar. siap dilamar…? nah dari kami menawarkan kompor ini untuk segera ada yang meminang dan mencobanya. mau 3x…
kompor ini full modifikasi dari edisi sebelumnya. chasing sudah sangat mirip kompor gas. tempat keluar apinya pun dari sperti pada kompor gas. hanya lubang pemasukan bahan bakar yang kita sesuaikan, kami memasang mirip spuyer terbalik. fungsinya adalah untuk inisiasi pembakaran.
bentuk yang lainnya adalah pengembangan kompor yang berwarna pink.
konstruksi memakai chasing kompor gas yang dimodifikasi.
pengaturan besar kecilnya etanol memakai putaran gas.
untuk keluaran api menggunakan bekas kompor gas yang dimodifikasi.
kompor bioetanol Repindo generasi kedua (2)

kompor bioetanol generasi2

Harga @ Rp. 150.000
Pesan : mansur_mash@yahoo.com
Hp : 081328042283
Kompor bioetanol Repindo Generasi (3)

Kompor bioetanol generasi 3

Untuk Jenis Kompor ini, kami sudah tidak memproduksi lagi, kompor ini adalah bagian dari perjalanan pembuatan kompor kami yang terus disempurnakan, hingga sekarang kami sudah berhasil membuat Kompor Bioethanol Generasi 4 seperti gambar dibawah ini :

KOMPOR BIOETHANOL G4
Untuk Informasi Kompor ini :
Hubungi saya : Mansur Mashuri HP (081328042283 / SMS only) HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim) transfer uang bisa melalui BCA KCP Katamso Yogyakarta No. Rek: 445-0961-391 atas nama : Mansur Mashuri konfirmasi transfer kirim ke email: mansur_mash@yahoo.com atau Hp : 081328042283 (SMS only)
Tulisan Terkait Kompor Bioethanol
1. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 4)
2. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 3)
3. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 2)
4. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 1)
13 comments Januari 9, 2009
Konversi Minyak Tanah dengan Kompor Bioetanol
Perhatikan berita di http://www.antara.co.id/arc/2008/11/14/kompor-gas-meledak-5-rumah-terbakar/
*Jakarta (ANTARA News) – Akibat kompor gas tiga kilogram meledak, lima rumah yang berada di Jalan Raya Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara Jumat (14/11) malam, hangus terbakar.
Api berkobar sekitar pukul 19.25 WIB, disertai suara ledakan yang terdengar keras. Menurut saksi mata, Alex (22), awalnya mendengar suara ledakan. “Saya pan keluar rumah dengar suara ledakan keras. Tak lama, banyak orang yang ngontrak d irumah ibu Nani berhamburan keluar rumah,” terangnya.
Dengan cepatnya api berkobar menyambar empat rumah yang berdekatan dengan Masjid Al Hikmah. Begitu juga dengan restoran sea food 99, yang letaknya persis di belakang rumah Nani.
Sebanyak 14 unit mobil dinas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sekitar pukul 20.30 WIB, api akhirnya dapat dipadamkan.
Menurut Kasie Operasi dinas pemadam kebakaran Jaja Aditya, dugaan sementara api berasal dari kompor gas yang meledak.
“Dalam peristiwa kebakaran tidak ada korban jiwa. Namun arus lalu lintas menjadi macet, karena pompa mobil pemadam mengambil air dari kali Semper Barat,” ujar Jaja.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Cilincing Iptu Basroni, saat ditemui dilokasi kebakaran mengatakan asal api dari rumah kontrakan Ibu Nani. “Saya sedang mencari siapa yang menggunakan kompor gas, yang diduga penyebab kebakaran,” ujar Kanit.(*)
Setelah pemerintah mencanangkan konversi minyak tanah ke kompor gas, hampir sebagian besar masayarakat di Jawa sudah berganti kompor dari minyak tanah ke kompor gas. gas ukuran 3 kg pun tersedia dimana-mana. bahkan dapat gratisan/dapat bantuan. ditambah kompor gas pula.
namun program konversi tsb, tidak berjalan mulus, banyak kejadian kompor dan tabung gas bantuan pemerintah tsb meledak.
kita pun jadi sangsi akan penggunaan kompor tsb. masalah kualiti kontrol kurang diperhatikan. aspek keselamatan pemakaian kompor sangat rendah.
alih-alih jadi irit, tetapi malah membahayakan keselamatan. nampaknya pemerintah harus mengevaluasi ulang thd tender pengadaan kompor dan tabung gas bantuan tsb. kasus yang terjadi pada kompor gas bantuan yang ada di rumah nenek saya, adalah tidak bisa dipakai. kasus ini banyak terjadi dimana-mana.
Nah, menjawab persoalan tsb, nampaknya perlu ada solusi. salah satunya mencari alternatif yang lebih aman.
kalau saya mengajukan solusi adalah dengan menggunakan kompor bioetanol. penggunaan etanol dapat mengurangi resiko ledakan.
kompor tsb kami rancang dan buat meniru kompor gas, persis. hanya bahan bakarnya menggunakan etanol. etanol 70% sudah cukup bagus. hampir menyerupai penggunaan kompor minyak tanah.
berikut kompor bioetanol yang kami buat :
baik demikian semoga bermanfaat. masih ada kompor lain yang sedang kami buat
yang memerlukan kompor silahkan kontak saya.
mansur mashuri, ST
2 comments Januari 9, 2009



