Teknik Pintar Membuat Minyak Kelapa


Masih mengupas tentang minyak kelapa, tulisan kali ini akan membahas tentang cara-cara pembuatan minyak kelapa, baik dilakukan secara modern ataupun tradisional. Kebetulan, Tulisan ini saya sadur dari blognya mas Adha, dengan harapan menjadi teknik pintar untuk menjadi minyak kelapa. semoga menjadi manfaat bersama ya….

Minyak kelapa merupakan bagian paling berharga dari buah kelapa. Kandungan minyak pada daging buah kelapa tua adalah sebanyak 34,7%. Minyak kelapa digunakan sebagai bahan baku industri, atau sebagai minyak goreng. Minyak kelapa dapat diekstrak dari daging kelapa segar, atau diekstrak dari daging kelapa yang telah dikeringkan (kopra). Untuk industri kecil yang terbatas kemampuan permodalannya, disarankan mengekstrak minyak dari daging buah kelapa segar. Cara ini mudah dilakukan dan tidak banyak memerlukan biaya. Kelemahannya adalah lebih rendahnya rendemen yang diperoleh.

Santan merupakan suatu dispersi atau suspensi cairan dalam cairan dalam hal ini minyak dalam air, molekul cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonistik disebut juga emulsi (Winarno,1992). Santan juga disebut sebagai hasil ekstraksi kelapa parut dengan menggunakan air. Jika santan tersebut didiamkan, secara perlahan akan terjadi pemisahan bagian yang banyak mengandung minyak dengan bagian yang sedikit mengandung minyak. Bagian yang banyak mengandung minyak disebut dengan krim, sedangkan bagian yang sedikit mengandung minyak disebut dengan skim. Sifat dari krim lebih ringan dibandingkan dengan skim, oleh karena itu krim berada di bagian atas, sedangkan skim berada di bagian bawah.

Ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak dari bahan yang mengandung minyak. Ada tiga proses pengolahan minyak kelapa yang umumnya dilakukan yaitu; metode ekstraksi, yaitu proses basah (wet process), proses kering dengan tekanan, dan proses dengsan pelarut (solvent). Proses basah ditandai dengan penambahan air, sedangkan proses kering tanpa penambahan air. Proses ekstraksi minyak kelapa umumnya membutuhkan dua bentuk energi, yaitu energi mekanis dan energi panas (termal). Energi mekanis berfungsi untuk memecahkan dinding sel, sedangkan energi panas selain utnuk merusak dinding sel juga untuk menurunkan kekentalan (viskositas) minyak dan mengatur kadar airnya.

Ketiga metode tersebut secara spesifik menggunakan panas, yang bertujuan untuk menggumpalkan protein pada dinding sel dan untuk memecahkan dinding sel tersebut sehingga mudah ditembus oleh minyak yang terkandung di dalamnya. Minyak diambil dari daging buah kelapa dengan salah satu cara berikut, yaitu:

1) Cara basah

a. Cara Basah Tradisional.
Cara basah tradisional ini sangat sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang biasa terdapat pada dapur keluarga. Pada cara ini, mula-mula dilakukan ekstraksi santan dari kelapa parut. Kemudian santan dipanaskan untuk menguapkan air dan menggumpalkan bagian bukan minyak yang disebut blondo. Blondo ini dipisahkan dari minyak. Terakhir, blondo diperas untuk mengeluarkan sisa minyak.

b. Cara Basah Fermentasi.

Cara basah fermentasi agak berbeda dari cara basah tradisional. Pada cara basah fermentasi, santan didiamkan untuk memisahkan skim dari krim. Selanjutnya krim difermentasi untuk memudahkan penggumpalan bagian bukan minyak (terutama protein) dari minyak pada waktu pemanasan. Mikroba yang berkembang selama fermentasi, terutama mikroba penghasil asam. Asam yang dihasilkan menyebabkan protein santan mengalami penggumpalan dan mudah dipisahkan pada saat pemanasan.

c. Cara Basah Lava Process.

Cara basah lava process agak mirip dengan cara basah fermentasi. Pada cara ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi agar terjadi pemisahan skim dari krim. Selanjutnya krim diasamkan dengan menambahkan asam asetat, sitrat, atau HCl sampai pH 4. Setelah itu santan dipanaskan dan diperlakukan seperti cara basah tradisional atau cara basah fermentasi. Skim santan diolah menjadi konsentrat protein berupa butiran atau tepung.

d. Cara Basah “Kraussmaffei Process”.

Pada cara basah ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi, sehingga terjadi pemisahan skim dari krim. Selanjutnya krim dipanaskan untuk menggumpalkan padatannya. Setelah itu diberi perlakuan sentrifugasi sehingga minyak dapat dipisahkan dari gumpalan padatan. Padatan hasil sentrifugasi dipisahkan dari minyak dan dipres untuk mengeluarkan sisa minyaknya. Selanjutnya, minyak disaring untuk menghilangkan kotoran dan padatan. Skim santan diolah menjadi tepung kelapa dan madu kelapa. Setelah fermentasi, krim diolah seperti pengolahan cara basah tradisional.

2) Cara pres

Cara pres dilakukan terhadap daging buah kelapa kering (kopra). Proses ini memerlukan investasi yang cukup besar untuk pembelian alat dan mesin.

3) Cara ekstraksi pelarut

Cara ini menggunakan cairan pelarut (selanjutnya disebut pelarut saja) yang dapat melarutkan minyak. Pelarut yang digunakan bertitik didih rendah, mudah menguap, tidak berinteraksi secara kimia dengan minyak dan residunya tidak beracun. Walaupun cara ini cukup sederhana, tapi jarang digunakan karena biayanya relatif mahal.



About these ads

13 Responses to Teknik Pintar Membuat Minyak Kelapa

  1. Ivan mengatakan:

    Mas, bisa minta penjelasan yang lebih rinci untuk proses produksi pembuatan minyak kelapa? terutama untuk cara tradisional

  2. Abidanish mengatakan:

    Ivan,

    membuat minyak kelapa tradisional adalah, santan langsung dipanaskan sudah jadi minyak kelapa.

    Tk

  3. Aldy mengatakan:

    Mas, untuk cara basah tradisional, minyak yang dihasilkan bisa tahan sampai berapa lama?
    Lalu untuk cara press, saya mohon info tentang prosesnya dan diagram/gambar untuk membuat mesin2nya.

  4. Abidanish mengatakan:

    Aldi,

    untuk cara basah pemanasan, umur minyak paling lama 1 bulan.

    Tk

  5. Ping-balik: Standar Mutu Minyak Goreng Kelapa « Produk Olahan Hasil Kelapa

  6. alimin mengatakan:

    saya mau nanyain soal cara perakitan mesin minyak kelapa yang mudah di buat sendiri,tolong di kirin skema mesin tersebut ke email saya yaaa…makasih sebelumnya,,

  7. sahriani mengatakan:

    mas, kalau untuk minyak kelapa dengan proses cara basah fermentasi bisa tahan berapa lama? dan bagaimana cara mengurangi bau khas pada minyak kelapa, karena menurut orang-orang yang pernah saya tanya banyak yang tidak suka aromanya katanya bikin enek. terima kasih

  8. yudha25patria mengatakan:

    Wah mas, thanks buat infonya!
    Tapi masih ada beberapa pertanyaan nih buat bikin minyak kelapa tradisional:

    – Ngerebus santan-nya berapa lama?
    – Misahin ampas kelapa sama minyak kelapanya gimana?

    Thanks ya! \(^o^)/

  9. rezki khainidar mengatakan:

    lama perebusan tergantung besarnya api yang digunakan; saran saya gunakan saj api sedang. setelah minyaknya mulai terbentuk bairkan sampai tambah banyak dan mulai pisahkan, supaya tak “masuk kembali” ke bagian pekatnya itu. lama perebusan kira2 40 menit sudah keluar minyak kalau kelapanya tua. di dareha kami waktu pemetikan juga dipertimbangkan mengacu pada kalender bulan; kelapa yang banyak minyak di petik ketika bulan naik, yaitu dari awal bulan sampai purnama

  10. Abidanish mengatakan:

    Makasih sharingnya mas…. :)

  11. ericson mengatakan:

    melihat dari gambar kelapa nya diatas, ini jenis apa? dimana saya memperoleh bibit kelapa tersenut?
    Terima kasih

  12. Adi Sucipto mengatakan:

    Mas gmn prosesnya dari kopra sampai jd minyak yg siap pakai jika pakai alat press??

  13. Daryati/ yanti mengatakan:

    Kalau mau jual minyak kelapa dimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: