Sehatnya Minyak Goreng Kelapa

Selama ini dunia menganggap minyak goreng kalapa (Tropica Nucifera) berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu timbulnya penyakit jantung. Ternyata opini itu salah. Kandungan asam lemak jenuh tinggi hingga 92% dalam minyak kelapa membuat pemakainya terhindar dari penyakit, tidak seperti opini sebelumnya. Karena penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah (atherosklerosis) bukan disebabkan oleh asam lemak jenuh dari minyak kelapa, Melainkan karena radikal bebas dan asam lemak trans (Trans fatty acid). Kedua zat itu justru dihasilkan akibat kandungan asam lemak tidak jenuh dari minyak goreng maupun sumber lemak yang lain.

Buktinya, December tahun 2007, Food and Drug Administration (FDA) Amerika, melarang pemakain minyak nabati direstoran cepat saji, kecuali minyak kelapa dan minyak sawit kernel. Radikal bebas dan asam lemak trans diproduksi dari pelepasan ikatan rangkap atom karbon, ketika asam lemak tidak jenuh dipanaskan dalam penggorengan. Tahap pelepasan atom karbon itu dinamakan reaksi penjenuhan, dan reaksi inilah yang menghasilkan radikal bebas. Saat suhu naik hingga 210 derajat celcius, asam lemak akan teroksidasi dan berubah menjadi bentuk trans.

Dalam pembuluh darah, radikal bebas menyebabkan perlukaan. Secara alamiah luka itu ditutup oleh kolestrol. Dengan adanya asam lemak trans, kolestrol akan diikat, sehingga terbentuk endapan dipembuluh dan mengakibatkan penyumbatan. Sehingga tensi darah tinggi, timbul gejala jantung koroner dan stroke.

Dengan begitu, kandungan asam lemak tidak jenuh yang hanya 8% membuat minyak kelapa menjadi minyak yang paling sehat. Disusul minyak kelapa sawit yang kandungan asam lemak tidak jenuhnya mancapai 49%.

Masalahnya, kebanyakan minyak yang beredar dipasar adalah minyak sawit, dibawah minyak sawit kernel. Warnanya orange, dalam 2-3 kali berubahn jadi hitam kecoklatan, sebagai pertanda munculnya radikal bebas dan asam lemak bentuk trans. Sementara minyak kelapa sawit kernel lebih banyak diekspor, warnanya putih seperti minyak kelapa. Minyak sawit kernel berasal dari biji sawit, bukan kulit atau sabut sawit.

Selain sehat, minyak kelapa juga hemat dalam pemakaian, mencapai sembilan kali penggorengan. Sedang jenis minyak lain pada tujuh kali penggorengan saja sudah tidak layak. Hasil penggorengan dengan minyak kelapa lebih kering dan gurih. Karena, minyak kelapa mengandung 52% asam laurat yang hanya terdiri dari 12 atom karbon, yang menyebabkan daya tarik molekul minyak lebih kuat daripada molekul minyak dengan bahan yang digoreng, sehingga minyak yang terserap bahan jadi lebih sedikit. Gorengan menjadi lebih kering dan gurih.

Daya serap minyak kelapa terhadap bahan yang sedikit, memberikan keuntungan pada efisiensi minyak penggorengan. Pemakaian minyak goreng kelapa lebih awet 30% dari minyak sawit. Jika dibandingkan dengan harga minyak sawit yang lebih murah, namun hasil akhirnya akan sama dengan pembelian minyak kelapa, selain itu, manfaat kesehatan dari minyak kelapa jauh lebih besar.

Dilihat dari manfaat kesehatan yang jauh lebih panjang, sebenarnya membeli minyak kelapa yang sedikit mahal dari minyak sawit, masih jauh lebih berharga untuk tujuan kesehatan jangka panjang. So tidak ada alasan lain untuk tidak memilih minyak kelapa sebagai minyak goreng kesehatan.

Untuk memperkuat pemahaman tentang manfaat minyak kelapa, beberapa artikel tentang sehatnya minyak kelapa dapat dilihat disini, atau silahkan klik disini

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (4)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya. Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Berikut tulisan ke dua dari sambungan tulisan yang ketiga. yang pada kesempatan kali akan melanjutkan tulisan ketiga yang membedah tentang minyak kelapa dari segi kesehatan. Semoga Manfaat,

Minyak Goreng Yang Mana Yang Paling Aman Dan Paling Sehat

Hasil analisa dari berbagai jenis minyak goreng menunjukkan bahwa semua minyak sayur mengandung asam lemak tak jenuh majemuk rantai panjang (LCFA) dalam kadar tinggi (22-78%). Minyak safflower menduduki urutan yang paling atas dengan kadar LCFA 78%, disusul oleh minyak biji matahari (69%), dan setrusnya makin kebawah urutannya dalam daftar tersebut makin rendah persentasi kadarnya sampai pada minyak kelapa yang menduduki urutan paling bawah dengan kadar LCFA hanya 2% saja (lihat Tabel 1, balok putih). Sedangkan persentasi kandungan asam lemak tak

jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids=MUSFA) (lihat Tabel1, balok abu-abu) kadarnya cukup bervariasi dan kadar MUSFA yang paling rendah, sekali lagi, adalah minyak kelapa (6%), sedangkan minyak jenis lain berkisar dari 12% ,minyak palm sampai yang paling tinggi pada minyak zaitun (olive oil) 77%. Sedangkan ada minyak goreng yang diiklankan sebagai minyak goreng paling aman dan sehat dan sedang menjadi favorit oleh para konsumen adalah minyak canola mengandung 63%. Jikalau

kedua jenis asam lemak tak jenuh rantai panjang; baik yang poli (balok putih) maupun mono (balok abu2), digabungkan menjadi satu, maka kadar LCFA minyak canola menjadi 93% (31 + 63%), sedangkan minyak zaitun adalah 86% (9 + 77%) dan minyak kelapa hanya 8% (2 + 6%). Minyak atau lemak yang mengandung persentasi asam lemak tak jenuh rantai panjang (LCFA) dengan kadar tinggi, seperti canola (93%) (Tabel 1) adalah kurang baik untuk kesehatan. Karena bila untuk menggoreng (deep fried atau dipanaskan), disamping akan mengalami polimerisasi (penggumpalan), ia juga membentuk “trans fatty acids”. dan “free radicals” yang bersifat toksik dan karcinogenik. Di dalam alur proses pencernaan dan dimetabolisme akan menghasilkan energi, kolesterol dan lemak. Sedangkan minyak kelapa hanya menghasilkan energi.. Dengan demikian minyak kelapa adalah lebih aman terhadp kesehatan di bandingkan semua jenis minyak goreng! Undang undang Pelarangan Penggunaan Trans Fatty Acids Denmark adalah negara inovator pertama Eropa yang sudah melaksanakan undang2 pelarangan penggunaan minyak dan lemak yang mengandung trans fatty acids hasil buatan industri. Sejak tanggal 1 Juni 2003, minyak dan lemak yang mengandung lebih dari 2 % trans fatty acids dilarang dijual untuk konsumsi masyarakat . Larangan ini berlaku pula untuk semua jenis makanan baik buatan dalam negeri

(Denmark) maupun yang diimpor. Dan sejak tanggal 31 Desember 2003 larangan yang sama juga dikenakan pada semua produk makanan jadi (olahan). Foods and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat telah mengeluarkan maklumat mengenai keharusan mencantumkan trans fatty acids pada label kemasan makanan dan diharapkan semua pabrik makanan jadi sudah mentaati peraturan ini sebelum tanggal 1 Januari 2006 (http://www.cfsan.fda.gov/label htmal). Demikian juga Kanada mengharapkan semua pabrik makanan jadi sudah melaksaankan dalam waktu 3-5 tahun mendatang tergantung daripada besar volume penjualan dari masing2 pabrik makanan bersangkutan (http://www.hc-sc.gc.ca/food-aliment/ns-sc/neen/labelling-etiquetage/e%5BL1%5D ‗nutrition‗labelling‗and‗nutrie.html)

Bersambung ke Penutup

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (2)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Berikut tulisan ke dua dari sambungan tulisan yang pertama. yang pada kesempatan kali akan membedah tentang isi dari minyak kelapa. Semoga Manfaat.

Kandungan Minyak Kelapa dan Klasifikasi Asam Lemak pada Minyak Kelapa

Agar supaya para pembaca menjadi lebih mudah mengerti soal minyak goreng, maka perlu untuk mengetahui beberapa istilah perminyakan yang akan dipakai untuk menjelaskan uraian dibawah ini. Apakah bedanya antara lemak dan minyak? Istilah lemak dan minyak sering kali dipakai secara serabutan. Secara harafiah perbedaan yang sebenarnya adalah; lemak akan tetap berbentuk padat (solid) pada suhu kamar; contoh, Lemak hewani, “lard” (gajih), sedangkan minyak akan tetap berbentuk cair (liquid); contoh, minyak sayur, seperti asal jagung, kedele, biji bunga matahari, biji

kapok, canola dll). Padahal keduanya adalah termasuk golongan lemak dan dalam istilah ilmu kimia disebut fats (gajih) atau fatty acids (asam lemak). Lemak jenuh (gajih) adalah trigleserida (triglyceride), demikian pula lemak tak jenuh (minyak sayur) adalah trigleserida juga. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak. Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda (double bonds) dalam struktur kimiawinya, molekul asam2 lemak yang terkandung dalam trigleserida, asal lemak atau minyak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) Golongan minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids), (2) Golongan minyak dengan asam lemak tak Jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan (3) Golongan minyak dengan asam lemak tak jenuh majemuk (Poly-unsaturated fatty acids). Lihat Gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1. Contoh Jenis-jenis Asam Lemak

Saturated Fatty Acid (SFA = Asam Lemak Jenuh)

H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H —C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H

Asam lemak jenuh, asam laurat (lauric acid) terdiri dari 12 atom karbon, yang diikat jenuh oleh atom

hidrogen dan tidak ada ikatan ganda. Asam lemak ini tergolong asam lemak rantai sedang (medium, MCFA) dan banyak ditemukan dalam air susu ibu dan minyak kelapa.

Mono-Unsaturated Fatty acid (MUFA = Asam lemak tak jenuh tunggal)

H H H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleik (oleic acid) terdiri dari 18 atom karbon di mana 1 pasang karbon atom diganti oleh satu ikatan ganda dan asam lemak ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta kebanyakan ditemukan dalam minyak sayur seperti kedele dan canola.

Poly-Unsaturated Fatty Acid (PUFA = Asam lemak tak Jenuh majemuk)

H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh ganda, asam lenoleik (lenoleic acid) terdiri dari 18 atom karbon dengan 2 ikatan ganda (majemuk) dan tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta banyak ditemukan pada minyak sayur seperti kedele, jagung dan canola.

Perlu diketahui pula, bahwa asam lemak juga bisa dibedakan berdasarkan panjang rantai atom karbon, dengan demikian bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok: 1). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon pendek (Short Chain Fatty Acids=SCFA), terdiri dari 2-6 atom karbon saja, seperti asam cuka dan asam mentega. 2). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon sedang  (medium) (Medium Chain Fatty Acids=MCFA), terdiri dari 8-16 atom karbon, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan minyak palm lihat Gambar 1). dan 3). Golongan minyak dengan asam lemak rantai

karbon panjang (Long Chain Fatty Acids = LCFA), yang terdiri dari 18 atau lebih atom karbon. Semua jenis minyak sayur yang sekarang dijual di pasaran adalah tergolong dalam LCFA (lihat Gambar 1).

Perbedaan dalam ketiga jenis golongan asam lemak berantai karbon ini mempunyai proses pencernaan dan metabolisme didalam tubuh yang berbeda dan menghasilkan produk2 komponen zat bioaktif yang sangat berbeda pula. Maka setiap jenis golongan asam lemak mempunyai dampak fisiologis dan biologis yang sangat berbeda pula terhadap kesehatan kita.

Bersambung ke tulisan ketiga

Klasifikasi Asam Lemak

Agar supaya para pembaca menjadi lebih mudah mengerti soal minyak goreng, maka perlu untuk mengetahui beberapa istilah perminyakan yang akan dipakai untuk menjelaskan uraian dibawah ini. Apakah bedanya antara lemak dan minyak? Istilah lemak dan minyak sering kali dipakai secara serabutan. Secara harafiah perbedaan yang sebenarnya adalah; lemak akan tetap berbentuk padat (solid) pada suhu kamar; contoh, Lemak hewani, “lard” (gajih), sedangkan minyak akan tetap berbentuk cair (liquid); contoh, minyak sayur, seperti asal jagung, kedele, biji bunga matahari, biji

kapok, canola dll). Padahal keduanya adalah termasuk golongan lemak dan dalam istilah ilmu kimia disebut fats (gajih) atau fatty acids (asam lemak). Lemak jenuh (gajih) adalah trigleserida (triglyceride), demikian pula lemak tak jenuh (minyak sayur) adalah trigleserida juga. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak. Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda (double bonds) dalam struktur kimiawinya, molekul asam2 lemak yang terkandung dalam trigleserida, asal lemak atau minyak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) Golongan minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids), (2) Golongan minyak dengan asam lemak tak Jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan (3) Golongan minyak dengan asam lemak tak jenuh majemuk (Poly-unsaturated fatty acids). Lihat Gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1. Contoh Jenis-jenis Asam Lemak

Saturated Fatty Acid (SFA = Asam Lemak Jenuh)

H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H —C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H

Asam lemak jenuh, asam laurat (lauric acid) terdiri dari 12 atom karbon, yang diikat jenuh oleh atom

hidrogen dan tidak ada ikatan ganda. Asam lemak ini tergolong asam lemak rantai sedang (medium, MCFA) dan banyak ditemukan dalam air susu ibu dan minyak kelapa.

Mono-Unsaturated Fatty acid (MUFA = Asam lemak tak jenuh tunggal)

H H H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleik (oleic acid) terdiri dari 18 atom karbon di mana 1 pasang karbon atom diganti oleh satu ikatan ganda dan asam lemak ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta kebanyakan ditemukan dalam minyak sayur seperti kedele dan canola.

Poly-Unsaturated Fatty Acid (PUFA = Asam lemak tak Jenuh majemuk)

H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh ganda, asam lenoleik (lenoleic acid) terdiri dari 18 atom karbon dengan 2 ikatan ganda (majemuk) dan tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta banyak ditemukan pada minyak sayur seperti kedele, jagung dan canola.

Perlu diketahui pula, bahwa asam lemak juga bisa dibedakan berdasarkan panjang rantai atom karbon, dengan demikian bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok: 1). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon pendek (Short Chain Fatty Acids=SCFA), terdiri dari 2-6 atom karbon saja, seperti asam cuka dan asam mentega. 2). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon sedang  (medium) (Medium Chain Fatty Acids=MCFA), terdiri dari 8-16 atom karbon, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan minyak palm lihat Gambar 1). dan 3). Golongan minyak dengan asam lemak rantai

karbon panjang (Long Chain Fatty Acids = LCFA), yang terdiri dari 18 atau lebih atom karbon. Semua jenis minyak sayur yang sekarang dijual di pasaran adalah tergolong dalam LCFA (lihat Gambar 1).

Perbedaan dalam ketiga jenis golongan asam lemak berantai karbon ini mempunyai proses pencernaan dan metabolisme didalam tubuh yang berbeda dan menghasilkan produk2 komponen zat bioaktif yang sangat berbeda pula. Maka setiap jenis golongan asam lemak mempunyai dampak fisiologis dan biologis yang sangat berbeda pula terhadap kesehatan kita.

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (1)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Semoga Manfaat.

Minyak Goreng Kelapa dan Kesehatan

Penyakit-penyakit khronik, degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, obesitas, kegemukan (over weight) kanker dan sebagainya, sudah menjadi masalah yang mewabah, baik di negara-2 industri yang maju maupun negara negara yang sedang berkembang. Dengan demikian, sudah barang tentu ada faktor-faktor kesamaan yang sangat mendasar daripada penyebabnya (the commom underlying cause[s]). Karena itu jika betul-betul mau menyembuhkan secara tuntas dan total, maka harus dilakukan penelitian-penelitian yang mendasar yang mengarah untuk mencari apa akar penyebab dasar utamanya (the basic common underlying cause[s]) yang sebenarnya dan bukan seperti sekarang yang hanya memusatkan segala tenaga dan pikiran untuk mencari dan menemukan obat-obat baru yang dianggap lebih berkhasiat dan efektif namun belum memuaskan, karena masih banyak penyakit yang belum bisa ditanggulangi. Sebaliknya obat2 baru yang ditemukan, bukan saja harganya sudah tidak terjangkau oleh kebanyak orang, malah sering kali menimbulkan efek samping yang lebih parah daripada sebelumnya. Malah sebaliknya banyak jenis penyakit baru yang timbul akibat efek samping daripada obat2an yang dipakai dalam jangka lama. Dari hasil pengamatan ada beberapa hal yang sangat menarik sekali yang luput mendapat perhatian, bahwa ada beberapa bahan makanan fugsional utama yang mengandung komponen2 zat bioaktif dan zat2 tambahan bahan makanan kimiawi yang bersifat toksik dan karcinogenik yang dikonsumsi setiap hari bisa menjadi biang keladi daripada akar penyebab penyakit2 tersebut. Sekarang para ahli gizi dan kesehatan di Amerika Serikat sedang heboh mempermasalahkan apakah minyak goreng golongan minyak sayur (seperti kedelai, jagung. biji bunga matahari, safflower, biji kapok, canola dsb) dan bukan minyak kelapa, itu aman dan sehat?

Menurut hasil berbagai laporan penelitian, baik pada hewan percobaan maupun pada manusia, yang diberi makan tambahan dengan asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids=LCFA) terbukti dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit kronik, degeneratif dan kanker. Minyak sayur setelah dikonsumsi dan atau digoreng akan berubah sifatnya dan menghasilkan zat2 ikutan bioaktif yang bersifat toksik dan karcinogenik. Tulisan ini akan menjelaskan secara komprihensif bagaimana mekanismenya sampai bisa terjadi peristiwa tersebut. Bukankah pencegahan lebih baik daripada pengobatan? Minyak kelapa (kelentik), seperti dimaklumi sudah digunakan secara turun-menurun dan terus-menerus selama berabad-abad oleh nenek moyang kita bahkan sampai sekarang masih tetap digunakan oleh  penduduk pedalaman dan pedesaan dimana pohon kelapa tumbuh subur dan merupakan sumber bahan makanan fungsional utama dan hasil pertanian mereka. Secara umum status kesehatan mereka sangat bagus, fisiknya nampak langsing dan kekar, rambutnya tebal, kulitnya berkilau dan indah, geliginya kuat dan bagus2 dan jarang mengalami penderitaan penyakit2 kronis, degeneratif dan kanker bila dibandingkan dengan penduduk asli yang sudah hengkang dari desanya dan beralih profesi serta tinggal di kota 2 besar dan metropolitan serta beralih juga ke makanan campuran ala Barat. Itu semua adalah hasil pengamatan dan penelitian Dr. Weston A. Price, seorang dokter gigi yang ahli peneliti dan ahli gizi, dari Clevland, Ohio, Amerika Serikat, yang telah membuktikan hal tersebut dengan melakukan penyidikan dan penelitian secara epidemiologis selama kurang lebih 8 tahun (1930-1938) , pada penduduk masyarakat pedalaman yang tinggal di deretan pulau2 pasifik yang terbentang mulai dari kepulauan Hawai terus sampai dengan pulau2 yang terletak didekat Selandia Baru. Penduduk dari pulau-palau ini mempunyai kebiasan tradisional yang hampir sama yaitu masih mempertahankan makanan tradisional sebagai makanan fungsional utama (functional tradition staple foods). Baik dagingnya, santannya dan minyaknya dipergunakan sebagai bahan adonan utama menu makanan mereka sehari-hari sama seperti zaman nenek-moyang mereka dengan dicampur taro , akar umbi2an, sayur-sayuran, nasi dan ikan laut. Ternyata keadaan status kesehatan dan gizi mereka jauh lebih baik daripada penduduk asli yang sudah pindah ke kota2 besar. Hasil penelitian epidemiologis ini telah dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1938 dengan judul “Nutrition and Physical Degeneration”.

Buku ini sampai sekarang masih tetap dicetak ulang dan digunakan oleh para peneliti dalam bidang gizi sebagai buku pegangan. Di Amerika Serikat, minyak kelapa sekarang oleh para pakar ahli gizi dan kesehatan masyarakat dijuluki sebagai Pohon Kehidupan (The Tree of Life) dan Minyak Kelapa, disebut sebagai Minyak Goreng Yang Paling Sehat di Muka Bumi (Coconut Oil The Healthiest Oil on Earth). Bersambung ke tulisan 2, klik disini

Fakta tentang Minyak Kelapa yang Tersembunyikan

Berikut adalah pendapat para ahli kesehatan yang berbicara tentang minyak kelapa yang selama ini mendapat CAP BURUK bin CAP NEGATIF bin sebagai MINYAK JAHAT. Semoga dengan tulisan ini, anda yang berasumsi jahat terhadap minyak kelapa segera sadar akan fakta kesehatan pada minyak kelapa yang tersembunyikan :)

“Salah satu minyak yang sangat bermanfaat dalam penyediaan makanan berasal dari kelapa. Minyak kelapa telah menderita dari kritik yang tidak adil selama lebih dari 30 tahun di Amerika Serikat karena beberapa pemerintah dan organisasi makanan minyak, serta aktivis organisasi konsumen seperti Pusat Ilmu untuk Kepentingan Umum (CSPI), menyatakan bahwa minyak kelapa sebagai “lemak jenuh” adalah terbukti aterogenik. Hal ini tidak benar.

Ada berbagai penelitian yang mendukung diterbitkan pada tahun 2003, 2004, dan 2005, yang menunjukkan pentingnya minyak kelapa. Juga, informasi tentang minyak kelapa saat ini datang ke dalam literatur penelitian dari berbagai negara, termasuk India, Norwegia, Iran dan Amerika Serikat.

Berikut adalah beberapa studi terbaru menunjukkan manfaat minyak kelapa. Klaim ini bertentangan dengan penelitian bahwa minyak kelapa memberikan kontribusi untuk penyakit jantung dan juga mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan peran antimikroba untuk asam lemak dalam lemak tradisional.

BERMANFAAT UNTUK PENYAKIT HATI

Penelitian terbaru bertentangan dengan klaim bahwa minyak kelapa penyebab aterosklerosis dan penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Biokimia, 2004(,1) peneliti melihat minyak kelapa sebagai komponen makanan pada hewan laboratorium (tikus Sprague-Dawley). Dalam studi ini, minyak kelapa perawan, yang diperoleh melalui proses basah, memiliki efek bermanfaat dalam menurunkan kolesterol total, trigliserida, fosfolipid dan lipoprotein densitas rendah (LDL). Efek yang seragam menguntungkan. Dalam serum dan jaringan, sangat rendah density lipoprotein (VLDL) diturunkan kadar kolesterol dan HDL-kolesterol meningkat. Fraksi polifenol minyak kelapa murni juga ditemukan untuk mencegah in vitro LDL-oksidasi. Kita tahu bahwa kolesterol teroksidasi dapat menginisiasi proses aterosklerosis-asam lemak dalam minyak kelapa mencegah oksidasi ini. Hasil dalam penelitian ini ditafsirkan sebagai akibat komponen polifenol biologis aktif hadir dalam minyak.

Menurunkan LP (A)

Studi lain yang berhubungan dengan lipoprotein dan kolesterol dilakukan pada wanita. Para peneliti menemukan bahwa diet berbasis minyak kelapa menurunkan jaringan pasca-berhubung dgn makan siang aktivator plasminogen dan lipoprotein (a) .2 Lp (a) adalah penanda darah yang merupakan indikasi yang jauh lebih akurat dari kecenderungan untuk serangan jantung daripada kadar kolesterol. Para peneliti percaya bahwa kadar Lp (a) yang tidak terpengaruh oleh berbagai macam bentuk asupan lemak makanan. Namun, dalam studi ini, Lp (a) diturunkan saat subyek mengkonsumsi diet tinggi lemak jenuh dan agak menurunkan ketika mereka mengkonsumsi makanan lemak-jenuh sedikit rendah. Lemak jenuh digunakan dalam diet kedua adalah minyak kelapa. Diet kontrol berdasarkan minyak tak jenuh tunggal.

Penawar racun

Salah satu menggunakan lebih menarik minyak kelapa yang ditemukan dalam kepustakaan toksikologi manusia melibatkan penggunaan minyak kelapa bermanfaat sebagai pengobatan yang berhasil untuk keracunan aluminium phosphide akut. Racun ini digunakan untuk mengendalikan hama pada fasilitas penyimpanan gandum di mana berfungsi sebagai gas beracun, yaitu gas phosphin, yang merupakan racun mitokondria. Tidak ada penawar dikenal phosphide aluminium. Pasien yang diuraikan dalam studi kasus ini bertahan setelah pengobatan cepat yang termasuk mengambil baking soda dan minyak kelapa, serta perawatan suportif, dan disimpulkan bahwa minyak kelapa memiliki gunakan signifikan sebagai bagian tambahan dari protokol pengobatan dalam tipe keracunan 0,3

Antimikroba

Sebuah beberapa peneliti yang telah dikenal dalam beberapa waktu yang turunan dari minyak kelapa, asam laurat dan monolaurin, adalah agen-agen antimikroba yang aman yang dapat benar-benar membunuh atau menghentikan pertumbuhan beberapa virus yang paling berbahaya dan bakteri. Banyak bakteri telah menjadi resisten terhadap antibiotik, tetapi minyak herbal seperti Minyak oregano dan asam lemak utama dari minyak kelapa, asam laurat, yang tubuh berubah menjadi monoglyceride itu, monolaurin, yang menunjukkan sangat menjanjikan sebagai anti-bakteri dan anti-virus agen. Monolaurin, khususnya, sedang terbukti berguna dalam pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri parah, terutama mereka yang sulit untuk mengobati atau yang resisten antibiotik. Sulit bakteri seperti Staphylococcus aureus serta bakteri lainnya telah dipelajari di sini di Amerika Serikat dalam kelompok-kelompok riset seperti kelompok Dr HG Preuss di Georgetown University. Mereka menemukan bahwa monolaurin dikombinasikan dengan minyak esensial herbal menghambat bakteri patogen baik dalam cawan petri (in vitro) dan juga pada mencit (in vivo) 0,4

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.