BUTUH STOK COCOFIBER SERAT SABUT KELAPA

BUTUH STOK COCOFIBER SERAT SABUT KELAPA

 

cocofiber

 

Beberapa waktu terakhir ini (Akhir Agustus 2014), kebutuhan akan Cocofiber kok semakin Banyak ya.., Sementara rekanan kami banyak yang tidak bisa memenuhi. Admin Blog Kelapa pun sekarang lagi kebingungan Cari Stok. Ditambah ada rekanan yang minta dicarikan😀.

Nah Man Temans… Saya sengaja menulis ini barangkali ada teman2 sebagai pengusaha cocofiber, atau yang punya mesin tapi belum jalan, atau yang ada stok belum terjual dg barang berkualitas, Bisa hubungi kami ya DISINI 0877 1818 22 11.

 

Temans… Saya berharap Tulisan ini Umurnya Panjang, Tidak sebatas saya butuh cocofiber pada saat ini.  Jadi siapa saja boleh koment disini, mau jual barang boleh, mau nitip jualkan juga boleh.. BEBAS..

Sekali Lagi Siapa yang punya STOK COCOFIBER, sekarang Mas Admin sedang memerlukannya🙂

Syarat Suplier Cocofiber, dekat dengan Jogja atau Jawa, kualitas bahan bagus berwarna coklat keemasan, serat panjang minimal 8cm, tidak ada bonggol / impuritasnya kecil, bersih tidak ada debu cocopeat, jangan lupa Sudah dalam bentuk Pres pressan ya.. dan harga standar saja.

Kalau ada yang punya Info, CALL ME / SMS di 0877 1818 2211

 

Suwun 

 

Admin Blog

 

Tes for path..

View on Path

Cocopeat Serbuk Sabut Kelapa Suburkan Lahan Kebun Singkong

Cocopeat pada tanaman Cabe1

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Efli Ramli menyambut baik tawaran kerja sama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) untuk menggenjot produksi singkong demi mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
“AISKI siap mendukung. Apalagi, uji coba penanaman singkong di lahan tandus dengan aplikasi serbuk sabut kelapa (coco peat) menunjukkan hasil yang fantastis. Lahan seluas 1 hektar bisa menghasilkan singkong sebanyak 500 – 800 ton,” kata Efli, Selasa  (29/1/2013).
Menurut Efli, selain dapat meningkatkan produktivitas lahan, penggunaan aplikasi coco peat pada tanaman singkong juga memudahkan proses panen, karena tanah yang mengikat batang singkong dan umbi selalu dalam kondisi gembur dan lembab. “Ini kabar gembira bagi petani singkong Indonesia,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti hasil temuannya itu, AISKI sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang memiliki lahan tandus dan sulit melakukan budidaya tanaman singkong. “Saat ini, kita sedang menjalin kerja sama dengan Pemprov Kepulauan Riau di Pulau Bintan. Pemprov Kepulauan Riau menyiapkan lahannya, AISKI menyiapkan bibit, coco peat, tenaga ahli, dan teknologinya,” kata Efli.
Ketua Umum MSI, Suharyo Husen, mengapresiasi inovasi AISKI yang berhasil meningkatkan produktivitas tanaman singkong dengan aplikasi coco peat. “Saya undang teman-teman AISKI hadir pada acara temu pakar, 30 Januari,” ujarnya.
Suharyo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Industri Derivatif Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini, mengatakan acara temu pakar yang rencananya digelar di Tapos, Ciawi, Bogor, Jawa Barat tersebut, akan dihadiri sekitar 60 pakar singkong dan ahli pertanian Indonesia. “Sekitar 60 pakar telah diundang untuk bicara tentang produktivitas, tapioka, mocaf (modified cassava flour) dan pemasaran. MSI siap bekerja sama dengan AISKI untuk mensejahterakan petani kelapa dan petani singkong Indonesia,” tambahnya.
Dia meyakini, jika komoditas singkong ini digenjot secara maksimal, ketergantungan terhadap gandum bukan hanya bisa ditekan, melainkan bisa dihilangkan. Untuk itu, strategi penggalakkan diversifikasi pangan berbasis lokal seperti singkong, harus terus dilakukan.
Hasil uji coba penanaman singkong dengan aplikasi coco peat yang dilakukan AISKI di Samarinda, Kalimantan Timur, menuai sukses yang fantastis. Bibit singkong hasil inkubasi DNA (deoxyribosenucleid acid) singkong dari Taiwan dan singkong asli Kalimantan Timur yang ditanam di lahan seluas 1 hektar mampu menghasilkan singkong siap jual 800 ton.
Coco peat yang memiliki kandungan trichoderma molds, sejenis enzim dari jamur dapat mengurangi penyakit dalam tanah, menjaga tanah tetap gembur, subur dan memudahkan umbi pada tanaman singkong tumbuh dengan cepat, besar dan panjang.
Selain itu, ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Di dalam coco peat juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), nitrogen (N), fospor (P), dan kalium (K).

Pelatihan Pengolahan Kelapa Bersama Rumah Kelapa Indonesia

Pelatihan Pengolahan Kelapa Bersama Rumah Kelapa Indonesia

Awal bulan November 2012 tahun lalu, rombongan-rombongan Ibu-Ibu PKK dari kabupaten Saburai Jua, mengadakan pelatihan Pengolahan Kelapa Terpadu bersama Tim Rumah Kelapa Indonesia. Jumlah Peserta Pelatihan berjumlah 25 orang ibu-ibu. Pelatihan yang diadakan di Yogyakarta selama 2 hari itu melatih ibu-ibu bagaiman cara mengolah dan memberdayakan kelapa secara terintegrasi.

Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia dan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kab Saburai Jua NTT, Ibu Atik Widowati dan pemaparan pengolahan kelapa secara terintegrasi, oleh Direktur Rumah Kelapa Indonesia ~> Bapak Mansur Mashuri, ST.

Sambutan acara

Acara pelatihan yang dilakukan selama 2 hari berlangsung seru dan menarik, Ibu-ibu PKK yang sangat bersemangat mengikuti jalannya pelatihan. Pelatihan yang dikemas secara padat tersebut memberikan pengetahuan cara mengolah minyak goreng kelapa secara benar, mengolah sabut menjadi aneka kerajinan sabut, mengolah aneka kerajian tempurung dan sedikit pengenalan pembuatan sabun dari minyak kelapa dan diakhiri dengan kunjungan ke sentra pengolahan Nata De Coco.

Berikut beberapa photo kegiatan pelatihan kelapa Terpadu

Pengolahan Minyak Goreng

Kegiatan Pelatihan pembuatan Minyak Goreng kelapa

Pengolahan Sabut Kelapa

Pelatihan pengolahan kerajinan Sabut Kelapa

Pengolahan Kerajinan tempurung

Pelatihan Pengolahan Kerajinan Tempurung kerajinan Tempurung Kelapa

Kunjungan Pabrik Nata De coco

Kunjungan ke Pabrik Pengolahan Nata De Coco

Rombongan Pelatihan

Sebelum pulang, seluruh peserta dan panitia melakukan photo bersama.

Tim Rumah Kelapa Indonesia Sangat senang kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses, dengan tingkat kepuasan dan penerimaan materi oleh peserta mencapai 90%, hal ini karena tujuan dari pelatihan ini adalah Peserta dituntut menguasai teknis sederhana membuat olahan kelapa secara terintegrasi bisa berhasil.

Kami tim RKI mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kerjasama yang telah dibina. Semoga acara-acara tersebut bisa bermanfaat jauh setelah pelatihan dilakukan. Dan Kami Tim Rumah Kelapa Indonesia, Siap membantu para pihak yang ingin melakukan     acara pelatihan sejenis baik di Yogyakarta ataupun di daerah.

Salam Kelapa Indonesia..

Info Pelatihan :

Mansur Mashuri

Direktur Rumah Kelapa Indonesia

Jl. Gedongkuning Selatan 202 Yogyakarta, Indonesia, Telp. 0274 4439219, Cp. 0813 2804 2283, email : mansur_mash@yahoo.com, twitter follow us : @PakarKelapa

Membuat Gula Semut dari Gula Kelapa

Membuat Gula Semut dari Gula Kelapa

Perajangan Gula SemutMembuat Gula Semut dari Gula Kelapa ternyata sedikit berbeda dari yang menggunakan bahan baku Nira. Untuk membuat Gula Semut dari Nira Kelapa, bisa dilihat di Artikel INITentunya proses yang berbeda, akan menghasilkan mesin pengolahan yang berbeda pula. Untuk Mesin Pengolahan Gula Semut dari Nira bisa dilihat LINK INI.

Lalu untuk membuat Gula semut dari Gula Kelapa seperti apa sih..?

Baik saya akan uraikan secara singkat tentang pengolahan gula semut dari Gula Kelapa. Rahasia ini saya sampaikan kepada teman-teman yang punya Gula Kelapa kemudian mau dibuat Gula Semut. Nah.. Teknik ini saya dapatkan dari hasil diskusi dari kawan muda Jogja, baru Lulus kuliah, kemudian sudah punya usaha di Bidang ini, dan Hebatnya.. Dia Sudah NIKAH lagi🙂 .

Cara Pembuatan Gula Semut dari Gula Kelapa

  1. Pilih Gula Cetak yang bagus, tandanya Gula kalau kena panas sedikit mudah meleleh, kalau yang tetap keras, hati-hati…, itu biasanya sudah memakai obat kimia.., nah disarankan tidak memilih yang seperti itu, karena pembuatan gula semut hasilnya kurang memuaskan dan Tidak Bagus
  2. Rajang Gula Cetak tadi dengan mesin Perajang Gula Semut, usahakan tipis-tipis ya hasil rajangannya. Ini dimaksud untuk memudahkan proses pengeringan dan penghancuran gula semut
  3. Oven atau keringkan Gula hasil rajangan tadi, pilih Oven yang berbahan dasar minimal alumunium, kalau bisa stainless. lakukan pengovenan sampai mencapai kadar air 5%.
  4. Lakukan penepungan / perajangan hasil pengovenan gula tadi..
  5. Sortasi atau ayak hasil penepungan tadi dan
  6. kemaaaaas…
  7. Oya Jangan Lupa…, Untuk melihat Mesin Gula Semut dari Gula, Cukup BUKA disini saja, Hati-hati salah pilih🙂

Nah Mudah bukan, untuk yang punya teknik ini, smoga ilmunya barakah ya🙂

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya