Asap Cair (1)


Asap cair merupakan campuran larutan dari dispersi asap kayu dalam air yang dibuat dengan mengkondensasikan asap cair hasil pirolisis. Asap cair hasil pirolisis ini tergantung pada bahan dasar dan suhu pirolisis (Darmaji dkk, 1998). Asap memiliki kemampuan untuk mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, fenolat dan karbonil.
Seperti yang dilaporkan Darmadji dkk (1996) yang menyatakan bahwa pirolisis tempurung kelapa menghasilkan asap cair dengan kandungan senyawa fenol sebesar 4,13 %, karbonil 11,3 % dan asam 10,2 %. Asap memiliki kemampuan untuk pengawetan bahan makanan telah dilakukan di Sidoarjo untuk bandeng asap karena adanya senyawa fenolat, asam dan karbonil (Tranggono dkk, 1997).
Komposisi Asap Cair
Asap cair mengandung berbagai senyawa yang terbentuk karena terjadinya pirolisis tiga komponen kayu yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin.
Lebih dari 400 senyawa kimia dalam asap telah berhasil diidentifikasi. Komponen-komponen tersebut ditemukan dalam jumlah yang bervariasi tergantung jenis kayu, umur tanaman sumber kayu, dan kondisi pertumbuhan kayu seperti iklim dan tanah. Komponen-komponen tersebut meliputi asam yang dapat mempengaruhi citarasa, pH dan umur simpan produk asapan; karbonil yang bereaksi dengan protein dan membentuk pewarnaan coklat dan fenol yang merupakan pembentuk utama aroma dan menunjukkan aktivitas antioksidan (Astuti, 2000).
Selain itu Fatimah (1998) menyatakan golongan-golongan senyawa penyusun asap cair adalah air (11-92 %), fenol (0,2-2,9 %), asam (2,8-9,5 %), karbonil (2,6-4,0 %) dan tar (1-7 %).
Kandungan senyawa-senyawa penyusun asap cair sangat menentukan sifat organoleptik asap cair serta menentukan kualitas produk pengasapan. Komposisi dan sifat organoleptik asap cair sangat tergantung pada sifat kayu, temperatur pirolisis, jumlah oksigen, kelembaban kayu, ukuran partikel kayu serta alat pembuatan asap cair (Girard, 1992).
Diketahui pula bahwa temperatur pembuatan asap merupakan faktor yang paling menentukan kualitas asap yang dihasilkan. Darmadji dkk (1999) menyatakan bahwa kandungan maksimum senyawa-senyawa fenol, karbonil, dan asam dicapai pada temperatur pirolisis 600 oC. Tetapi produk yang diberikan asap cair yang dihasilkan pada temperatur 400 oC dinilai mempunyai kualitas organoleptik yang terbaik dibandingkan dengan asap cair yang dihasilkan pada temperatur pirolisis yang lebih tinggi

6 pemikiran pada “Asap Cair (1)

  1. Bisa ga’ asap cair digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar?
    tolong ya di jelaskan,

    >
    >
    Pertanyaannya menantang Adrenalin otak nih pa,
    Sebenarnya, ide2 untuk menjadikan asap cair sebagai bahan bakar sudah lama berkembang.
    hanya yang perlu diperhatikan konten/isi dari asap cair itu sendiri mas.
    Asap cair lebih banyak mengandung asam asetat.
    pertanyaannya apa mungkin senyawa asam masuk ke dalam ruang bakar..?

    kemarin dosen FTP UGM pa Purnomo Darmadji, sempat melontarkan katanya asap cair dapat dirubah untuk bioethanol, tetapi baru sebatas ide, saya belum tahu perkembangannya.

    Hanya yang perlu jadi Catatan.
    bahwa, asap cair dengan Grade 3 dan Grade 2, kandungan dari Ter masih ada, apalagi grade 3, Asap cair sangat korosif mas, bahkan terhdap steinles.

  2. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Maaf, apa mas Abi Danish ini alumni UAD ? kok kaya’nya pernah kenal. Silakan kontak japri ke email saya…

    wassalam

    Taufiq
    UGM

  3. Assalamu’alaikum wr.wb.
    pak saya seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang asap cair.
    pak kalo cari data konsumen yang membutuhkan/mengkonsumsi asap cair itu di mana ya, sebab saya sudah mencari di bps tidak ada? mungkin bapak bisa membantu saya. data itu saya butuhkan untuk data pelengkap penelitian saya. mohon bantuan bapak untuk bisa memberikan informasi mengenai data yang saya butuhkan itu pak. kalo boleh bida dikirim ke e_mail saya (g_pacul@rocketmail.com)

    terima kasih sebelumnya

  4. Saya seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang penggunaan asap cair sebagai koagulan lateks, yang mo saya tanyakan apa saja unsur-unsur yang terdapat didalam asap cair yang menyebabkan lateks tersebut dapat menggumpal.

    Data itu sangat saya butuhkan untuk data pelengkap penelitian saya. Mohon bantuan Bapak untuk bisa memberikan informasi mengenai data yang saya butuhkan. Dan kalo boleh data-data dikirim ke e_mail saya (butars_82@yahoo.com)

    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  5. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Pk Saya salah satu penyuling minyak akar wangi dari Garut, saya tertari dengan asap cair dari tempurung kelapa !
    Apakah asap cair yang dihasilkan dari penyulingan akar wangi bisa dimanfaatkan ?
    Terima kasih

    Salam,

    H. Abdullah S. Rasadi

  6. Pak saya mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang redistilat asap cair sebagai bahan koagulan karet. yang mau saya tanyakan disini adalah berapa banyak jumlah asam yang terdapat dalam asap cair dan berapa jumlah kandungan dari setiap asam yang terkandung dalam asap cair.

    Dimana saya dapatkan tentang jumlah asam dan total kandungan asam tersebut?

    Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s