Pemurnian Asap Cair


Proses pirolisis pada arang tempurung menghasilkan 3 bagian produk, yaitu :

1. asap cair

2. ter

3. gas metan.

asap cair yang keluar dari proses pirolisis berwarna coklat tua, itu menandakan kandungan ter yang masih sangat tinggi. jenis ini tidak cocok untuk aplikasi asap cair untuk makanan. asap cair untuk sementara saya golongkan menjadi 3 tingkatan.

1. grade 1, digunakan untuk pengawet makanan yang memiliki peka thd bau

2. grade 2, bisa juga digunakan untuk pengawet pada makanan dengan dikurangi kadarnya

3. grade 3, digunakan untuk aplikasi pada penggumpalan karet, pengawetan kayu dll. grade ini kadar ternya sangat tinggi

secara sederhana pemurnian asap cair dapat dilakukan dengan cara distilasi ulang pada asap cair grade 3. distilasi satu tingkat / satu kali akan menghasilkan grade 2.

biasanya asap cair yang keluar dari mesin pirolisis masih memiliki kandungan ter yang sangat pekat. oleh karena itu cara yang mudah untuk memisahkannya adalah dengan teknnik settling/pengendapan. lakukan itu selama beberapa hari, hingga diperoleh asap cair yang bening. siap untuk dilakukan proses berikutnya.

Mansur Mashuri, ST

Iklan

5 pemikiran pada “Pemurnian Asap Cair

  1. cara menghilangkan senyawa benzoapiren dalam asap cair bagaimana? karena disinyalir pada asap cair grade 1 pun masih mengandung senyawa benzoapiren. hal ini dapat menyebabkan kanker masih bahaya bukan untuk pengawet bagi makanan.? mohon balasan dikirim melalui e-mail saya terimakasih.

    >
    >
    benzopiren memang sangat berbahaya bagi tubuh jika masuk melalui makanan atau minuman. kandungan benzopiren memang masih sangat banyak dalam asap cair grade 1 (tanpa treatment).
    nah, untuk menghilangkan senyawa benzpiren sangat gampang mas,
    ada beberapa langkah treatment pada asap cair grade 1 untuk dapat layak dikonsumsi sebagai pengawet.
    1. melakukan sedimentasi / settling pada asap cair grade 1 selama 1 minggu. endapan benzxopiren yang terdapat dalam tar akan mengendap dan dipisahkan.
    2. lakukan penyaringan dengan zeoilit.
    3. lakukan distilasi ulang pada asap cair grade 1.
    mudah bukan..?
    hasil uji lab, pada grade 2, menunjukan kandungan benzopiren yang sangat kecil (undetected).
    so aman, untuk dikonsumsi sebagai pengawet.
    gmana..?

  2. saya ingin tau lebih lanjut mengenai penyaringan dengan zeolit. dalam hal ini berapa banyak zeolit yang dipakai untuk setiap penyaringan (metode) dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu dilakukan berapa kali penyaringan? mohon balasan dikirim melalui e-mail saya.terima kasih.

  3. Mas, ini ketut dari padang mau bertanya, untuk mendeteksi aspek mikroba pada aplikasi asap cair pada produk daging ikan bagusnya apa yang diamati?, terus dari hasil labor yang mas pernah lakukan, sistem pemurnian mana yang paling bagus untuk memisahkan unsur asap cair yang beracun dengan yang tidak beracun, mohon informasinya.trm

  4. Untuk cek aspek mikroba di Lab Mikrobiologi UGM pak, tetapi menurut saya jika keperluan bukan untk skala besar, pengamatan tidak perlu ke lab pak, cukup pengamatan secara visual. bandingkan dengan penggunaannya dengan mengunakan asap cair atau tidak.

    untuk asap cair yang beracun, ada pada grade 3, jadi harus dimurnikan terlebih dahulu. khususnya mengeluarkan kandungan benzopirennya yang mengandung karsinogek penyebab kanker. Tk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s