Kompor Bioetanol Repindo

Kompor yang dihasilkan Tim Riset Pembangunan Indonesia ini terdiri

1. Botol Infus       1 set

2. Spuyer pada  kompor gas dari minyak tanah     1 set

3. cashing untuk penyangga bagian yang dipanasi

cara kerja.

1. masukkan etanol / spirtus pada tabung infus

2. masukan etanol ke dalam spuyer sebagai starter pemanas.

3. nyalakan etanol pada spuyer. biarkan beberapa saat sampai panas

4. alirkan etanol dari tabung infus secara perlahan. sesuaikan aliran sesuai kebutuhan, sampai api berwarna biru.

5. jaga aliran etanol…

silahkan coba…

pemesanan kompor bisa melalui

Mansur Mashuri, ST

Manager R&D REPINDO

Contak Person : 081328042283

Membran untuk Etanol 100%

food_membrane_fig31

Terinspirasi oleh Ir Gede Wenten, yang telah berhasil membuat serat membrane dari Chitosan dan PVA (Polivinil Alkohol) yang berfungsi untuk meninggikan kadar alcohol, aku mencoba mereka-reka ulang penelitian sejenis dengan sedikit pengetahuan yang ku peroleh dari berbagai literature.

alhamdulillah setalah melalui beberapa tahapan penelitian, membran yang kubuat berhasil menghasilkan etanol 100%. membran tersebut ternyata tidak tahan dengan air. penggunaan membran untuk etanol yang konsentrasi air tinggi sangat dianjurkan untuk dihindari, karena akan mengurangi umur membrane.

etanol memiliki kondisi setimbang pada konsentrasi 96%. atau pd titik azeotropnya. pada konsentrasi 100%, maka dia (etanol) akan mencari titik kesetimbangannya itu. maka salah satu sifat etanol 100% adalah higroskopis. dia akan menarik udara luar yang mengandung air untuk menyeimbangkan struktur etanol tsb. salah satu masalah dalam pengembangan etanol 100% tersebut adalah mencari alat/kondisi untuk mempertahankan etanol 100%.

kondisi hampa adalah salah satu jawaban untuk mengatasinya. kemudian penambahan unsur absorber uap air harus ditambhakn untuk mengatasi uap air masuk.. hmm aku punya ide…. ntar ya nanti kalau dah berhasil ku coba.

by…

Mansur Mashuri, ST

manager R&D REPINDO Yogyakarta

Contact Person : 081328042283

Menengok Industri Etanol di Bekonang

Adalah pa Sabaryono, ketua KUD di Bekonang Mojolaban Sukoharjo, yang mempelopori berkembangnya industri alkohol disana. terdapat sekitar 130 pengrajin etanol yang berkapasitas rata-rata perhari antara 100 – 500 liter alkohol dengan kemurnian 30%. bahkan ada juga yang berkapasitas mencapai 1500 liter/hari. mereka terbagi menjadi pengrajin skala kecil dan menengah.

Pengrajin etanol di bekonang sudah sangat terkenal. mereka mengawali indutri yang berbasis masyarakat sejak tahun 1940 an. usaha yang turun temurun. dulu etanol lebih dikenal dengan sebutan Ciu. Ciu adalah minuman beralkohol dengan kadar 30%. adanya ciu disana, justru meresahkan penduduk sekitar. karena budaya minum dan mabuk sangat mengganggu masyarakat sekitar. sehingga melalui pemikiran beberapa tokoh dan akademisi di sekitar solo, mereka mengkonversi ciu menjadi alkohol dengan kadar 90%. alkohol dengan kadar 90% tersebut dijual ke indutri farmasi untuk obat-obatan. atau juga di jual untuk Saos Rokok.

adanya industri alkohol disana sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar. tersebar di dua kecamatan yaitu mojolaban dan pulokarto, industri alkohol tersebut menjadi andalan pemerintah daerah setempat. banyak pemerintah daerah lain yang ingin menerapkan industri serupa. indutri alkohol di bekonang, mengguanakan tetes tebu/molase  sebagai bahan baku utama. bahan baku itu diperoleh dari PTPN IX dengan harga rata-rata per kg Rp 750,-. untuk menghasilkan alkohol 1 liter diperoleh dari tetes sebanyak 3-4 kg.  teknik yang digunakan untuk menghasilkan alkohol sangat-sangat sederhana. adapaun pengolahannya sebagai berikut :

Bahan baku

1. tetes alkohol 30 %

2. air 30%

3. sisa pengolahan 30% dan

4. starter 10%

keempat bahan tersebut dicampur dan diaduk rata, kemudian dengan hanya didiamkan selama 5-7 hari, etanol siap dipanen dengan cara distilasi.

jika baru mengawali proses, biasanya bahan baku terdiri dari

1. tetes tebu 40%

2. air 40%

3. starter 20%.

jika tidak ada starter, maka komposisi campurannya adalah:

1. tetes tebu 50%

2. air 50%

ditambah dengan ragi sacharomices cerevisiae.

starter adalah adonan tetes tebu yang sudah dicampur dengan air dan bakteri/ragi sacharomyces cereviae yang berumur satu hari atau dua hari. bakterinya terlihat sangat aktive memakan gula/glukosa pada tebu. indikasi secara visual adalah, terjadi gelembung udara yang sangat kuat dan cepat. jika terlihat demikian, maka starter dinyatakan aktive.

Potensi industri alkohol disana sangat berpeluang untuk dijadikan sebagai kawasan industri kecil yang berwawasan Desa Mandiri Energi. modal skill sudah ada, yaitu skill pengolahan etanol.  jika rata-rata produksi per hari sebesar 250 liter etanol 90% per hari, dikalikan 130 pengrajin, maka kapasitas produksi disana sebesar 32.5 etanol ton etanol 90% per hari. angka yang besar itu dapat dikonversikan untuk menggantikan kebutuhan minyak tanah.

kenapa minyak tanah….? karena ternyata etanol dapat menggantikan fungsi minyak tanah dalam memasak. dengan kompor etanol sederhana, bisa memasak  seperti menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah. sebagai contoh, dengan kompor yang kami miliki, hanya dengan menghabiskan 30 ml etanol 75% dapat memasak air sebanyak 2 liter dengan waktu 18 menit. mudah bukan…..?

minyak tanah yang sulit dan mahal, suatu saat akan digantikan dengan etanol. Kedatangan kami kesana adalah untuk mensosialiasikan penggunaan kompor etanol tersebut. sangat antusias mereka menyambutnya.  mereka berharap akan memperbesar pasar etanol dengan menjualnya sebagai bahan bakar. Hope So…..

By Mansur Mashuri

Manager R&D ]

Yayasan Riset Pembangunan Indonesia (REPINDO)

di Yogyakarta.

Nomor Contact : 081328042283