Menengok Industri Etanol di Bekonang


Adalah pa Sabaryono, ketua KUD di Bekonang Mojolaban Sukoharjo, yang mempelopori berkembangnya industri alkohol disana. terdapat sekitar 130 pengrajin etanol yang berkapasitas rata-rata perhari antara 100 – 500 liter alkohol dengan kemurnian 30%. bahkan ada juga yang berkapasitas mencapai 1500 liter/hari. mereka terbagi menjadi pengrajin skala kecil dan menengah.

Pengrajin etanol di bekonang sudah sangat terkenal. mereka mengawali indutri yang berbasis masyarakat sejak tahun 1940 an. usaha yang turun temurun. dulu etanol lebih dikenal dengan sebutan Ciu. Ciu adalah minuman beralkohol dengan kadar 30%. adanya ciu disana, justru meresahkan penduduk sekitar. karena budaya minum dan mabuk sangat mengganggu masyarakat sekitar. sehingga melalui pemikiran beberapa tokoh dan akademisi di sekitar solo, mereka mengkonversi ciu menjadi alkohol dengan kadar 90%. alkohol dengan kadar 90% tersebut dijual ke indutri farmasi untuk obat-obatan. atau juga di jual untuk Saos Rokok.

adanya industri alkohol disana sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar. tersebar di dua kecamatan yaitu mojolaban dan pulokarto, industri alkohol tersebut menjadi andalan pemerintah daerah setempat. banyak pemerintah daerah lain yang ingin menerapkan industri serupa. indutri alkohol di bekonang, mengguanakan tetes tebu/molase  sebagai bahan baku utama. bahan baku itu diperoleh dari PTPN IX dengan harga rata-rata per kg Rp 750,-. untuk menghasilkan alkohol 1 liter diperoleh dari tetes sebanyak 3-4 kg.  teknik yang digunakan untuk menghasilkan alkohol sangat-sangat sederhana. adapaun pengolahannya sebagai berikut :

Bahan baku

1. tetes alkohol 30 %

2. air 30%

3. sisa pengolahan 30% dan

4. starter 10%

keempat bahan tersebut dicampur dan diaduk rata, kemudian dengan hanya didiamkan selama 5-7 hari, etanol siap dipanen dengan cara distilasi.

jika baru mengawali proses, biasanya bahan baku terdiri dari

1. tetes tebu 40%

2. air 40%

3. starter 20%.

jika tidak ada starter, maka komposisi campurannya adalah:

1. tetes tebu 50%

2. air 50%

ditambah dengan ragi sacharomices cerevisiae.

starter adalah adonan tetes tebu yang sudah dicampur dengan air dan bakteri/ragi sacharomyces cereviae yang berumur satu hari atau dua hari. bakterinya terlihat sangat aktive memakan gula/glukosa pada tebu. indikasi secara visual adalah, terjadi gelembung udara yang sangat kuat dan cepat. jika terlihat demikian, maka starter dinyatakan aktive.

Potensi industri alkohol disana sangat berpeluang untuk dijadikan sebagai kawasan industri kecil yang berwawasan Desa Mandiri Energi. modal skill sudah ada, yaitu skill pengolahan etanol.  jika rata-rata produksi per hari sebesar 250 liter etanol 90% per hari, dikalikan 130 pengrajin, maka kapasitas produksi disana sebesar 32.5 etanol ton etanol 90% per hari. angka yang besar itu dapat dikonversikan untuk menggantikan kebutuhan minyak tanah.

kenapa minyak tanah….? karena ternyata etanol dapat menggantikan fungsi minyak tanah dalam memasak. dengan kompor etanol sederhana, bisa memasak  seperti menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah. sebagai contoh, dengan kompor yang kami miliki, hanya dengan menghabiskan 30 ml etanol 75% dapat memasak air sebanyak 2 liter dengan waktu 18 menit. mudah bukan…..?

minyak tanah yang sulit dan mahal, suatu saat akan digantikan dengan etanol. Kedatangan kami kesana adalah untuk mensosialiasikan penggunaan kompor etanol tersebut. sangat antusias mereka menyambutnya.  mereka berharap akan memperbesar pasar etanol dengan menjualnya sebagai bahan bakar. Hope So…..

By Mansur Mashuri

Manager R&D ]

Yayasan Riset Pembangunan Indonesia (REPINDO)

di Yogyakarta.

Nomor Contact : 081328042283

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s