Amankah Asap Cair Digunakan…?


Biasanya, untuk mengawetkan ikan,daging, dan bahan makanan lainnya adalah dengan metode pengasapan. fungsinya adalah untuk menurunkan kadara air yang dapat mengembangkan warna, cita rasa spesifik dan menghambat pertumbuhan mikrobia. namun metode ini memiliki kekurangan yaitu, kualitas tidak konsisten, sulit dalam pengendalian proses, terdepositnya ter dalam bahan makanan, dan ini membahayakan, juga sering menimbulkan polusi udara.
kelemahan2 tersebut dapat diatasi dengan menggunakan asap cair. tentang asap cair silahkan cari artikel asap cair dalam blog ini.
penggunaan asap cair dapat dilakukan degan penambahan langsung ke produk dalam bentuk saus, pencelupan, penyemprotan, pengabutan, dan penguapan asap cair.
lalu seberapa aman jika kita menggunakan asap cair…?
untuk membuktikan bahawa asap cair ini aman, telah dilakukan pengujian penentuan lethal concentrantion 50 (LC50) pada ikan atau pengujuian lethal dose 50 (LD50) pada hewan mamalia seperti kelinci, tikus, dan mencit. penetapan LD50 adalah penetapan kemampuan toksik suatu bahan kimia secara akut yang menyebabkan kematian hewan coba hingga mencapai 50% melalui pemberian secara oral.
uji ini sangat penting untuk mengukur dan mengevaluasi karakteristik toksik dari suatu bahan kimia. juga dapat menyediakan informasi tentang bahaya kesehatan manusia yang berasal dari bahan kimia yang terpapar dalam tubuh pada waktu pendek melalui jalur oral.
toksisitas akut dapat didefinisikan sebagai kejadian keracunan akibat pemaparan bahan toksik dalam waktu singkat, biasanya dapat dihitung dengan nilai LC50 dan LD50. nilai ini ddidapkan melalui proses statistik dan berfungsi mengukur angka relativ toksisitas akut bahan kimia.uji ini dapat dilakukan menggunakan spesies tertentu seperti mamalia, unggas, ikan, hewan invertebrata tumbuhan vaskuler dan alga. sementara untuk uji LD50 dianjurkan menggunakan tikus, mencit, dan kelinci.

hasil penelitian dapat disarikan sebagai berikut.
Penelitian dilakukan pada mencit betina dengan menggunakan asap cair grade 2 dan parameter yang dicari adalah penentuan lethal dose 50 (LD50).
terlebih dahulu dilakukan prapenelitian dengan berbagai tahapan dosis dengan menggunakan 2 ekor mencit pada tiap kelompok. uji ini dimaksudkan untuk mendapatkan dosis dimana kedua mencit tidak mengalami kematian. sebelumnya mereka dipuasakan selama 4 jam dan 2 jam sesudah. prapenelitian 1 diberikan asap cair grade 2 dengan dosis 10,100,1000 dan 10.000 mg/kg bb, kemudian dilakukan prapeneltian 2 dengan dosis 2000,4000, dan 8000 mg/kg bb.
dari hasil penelitian disebutkan bahwa gejala klinis yang tampak pada mencit perlakuan dosis tinggi diantaranya peningkatan aktivitas, peningkatan bernafas,mencit tampak meregangkan badan dan beristirahat di sudut kandang. pada akhirnya mencit menutup mata dan terlihat tenang. kelompok perlakuan dengan dosis tinggi, mencit mengalami kematian setelah periode kritis (3jam) sementara mencit pada kelompok lainnya mati pada periode antara 24-48 jam. Hasil LD50 asap cari grade 2 dengan metode reed-muench diperoleh dosis 7848 +- 191,069. dosis ini menunjuka bahan asap cair grade 2 dinyatakan relative tidak toksik.

sekarang anda tidak perlu khawatir, karena asap cair aman.

*disarikan dari hasil penelitian “Penentuan Lethal Dose (LD50) Asap Cair Grade 2 pada Mencit Betina”
Prof. drh. Soesanto Mangkoewidjojo,M.Sc.,Ph.D (Bag patologi klinik,FKH UGM)
drh. Syarifuddin Tato, SU, (Bag Farmakologi,FKH UGM)
drh. Hendry T.S.S.G Saragih, MP (Lab Histologi&Embriologi, Fak Biologi UGM)

Iklan

5 pemikiran pada “Amankah Asap Cair Digunakan…?

  1. Kepada: Bapak/ Ibu / saudaraku dimanapun berada yang suka dengan hal-hal baru sekaligus menguntungkan dari segi finansial/ bisnis….

    Begini mengenai aplikasi penelitian asap cair dalam berbagai makanan tidak berhenti begitu saja, dapat hasil lalu selesai. TIDAK. Kami dari pihak CV. PPKT selalu mencari alternati solusi yang menyehatkan, aman dan berusaha mutualisme antara segi ilmiah dengan segi komersil. Secara ilmiah ikan, ayam ataupun daging kalo hanya dengan menggunakan es, bakteri yang ada masih aktif, jk sudah keluar dari pendingin, makanya ketika akan di masak tastenya sudah tidak dahsyat lagi seperti ketika ikan/ayam/daging tersebut benar2 baru ditangkap/disembelih. Walaupun penampakannya segar. Namun, kalo diberi asap cair (yang banyak mengandung senyawa2 asam, fenolat dan karbonil= senyawa2 yang dibutuhkan untuk pengawetan) menghambat bahkan sekaligus bisa mematikan bakteri yang muncul. Dan penggunaan asap cair ini sangat irit sekali. Mungkin untuk membandingkan tingkat iritnya beaya dengan asap cair dan es, perlu diperdalam bagaimana cara menggunakan asap cair. Karena berdasarkan analisa saya (salah satu person yang ikut riset dalam hal ini) menggunakan asap cair dengan menggunakan es, walaupun sama masa awetnya, biayanya beda. lebih irit dan lebih memberikan taste dan aroma yang enak, saat di masak

    Yang jelas, pada prinsipnya kami masih selalu berusaha untuk memberikan alternatif bahan pengawet yang aman ditambah dengan bonus rasa+aroma yang khas. Mengenai masa awet memang tidak sedahsyat menggunakan formalin. Tapi mengenai aroma, rasa dan aman tidak perlu diragukan lagi. Beda sekali dengan formalin ataupun dengan es. Namun bila menginginkan masa awet yang lebih panjang lagi diatas 4 hari setelah di beri asap cair dapat di beri es. Sekali lagi ini sebuah tawaran solusi, dan solusi tidak harus menjawab semua permasalahan yang ada, minimal mampu memecahkan 75% masalah yang muncul. Semua guidance tersebut yang kami tulis didalam mini booklet masih selalu mengalami perbaikan di lapangannya. Sekali lagi, ini juga hanya salah satu solusi penggunaan pengawet alternatif, yang aman dan dapat diperbarui. Biar masyarat yang sering menggunakan bahan pengawet sintesis seperti formalin menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan.

    Dan satu hal lagi kalo ingin memperdalam bagaimana cara penggunaan asap cair, di tempat kami juga ada divisi trainning. Silakan daftar saja, disitu kita bisa sama-sama mempraktekkan. Begitu!

    Salam,
    Dhanti

    #matur nuwun atas komentarnya.
    postingnya ditunggu terus untuk memperkaya blog ini

  2. assalamu’alaikum..mw tanya,untuk mendapatkan asap cair yang benar2 aman untuk pengawetan bahan makanan layak konsumsi sebaiknya caranya gimana ya???apa yang harus dilakukan pada saat proses distilasi asap cair??apakah harus pake katalis tertentu atau pake apa???
    dikhawatirkan produk asap cairnya masih mengandung senyawa2 yang bahaya bagi orang yang mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan asap cair tersebut…
    satu lagi, penampakan organoleptik dari produk awetan asap cair apakah memenuhi standar konsumsi makanan atau tidak???mohon dibalas.tk

  3. Wassalam Wr. Wb.
    Mbak Iffa, Asap cair grade 2 sangat layak digunakan untuk aplikasi ke Makanan, grade itu sudah aman, karena batas benzopiren yang disyaratkan, tidak terdeteksi. kami memang memakai adsorben, untuk menyerap benzopiren sisa.
    Makasih.

  4. assalamu’alaikum..mw tanya, pada saat melakukan pencelupan ikan bandeng segar pada pengawetan dengan asap cair, apakah air randaman asap cair masih bisa dipakai lagi untuk keesoksn harinya dan seterusnya?, sampai berapa hari?

  5. assalamu’alaikum..mw tanya lagi, kalau menggunakan asap cair ditambah dengan es batu apakah ikan tetap segar (tidak berubah warna). sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya….(saya penjual ikan segar dipasar bandeng, udang vanamie, mujahir, dll)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s