Kompor Bioethanol Generasi ke 4 (bag 3)

Sekarang saya ingin menampilkan data penelitian tentang uji performance kompor bioehanol lainnya.

Tabel 1. Perbandingan waktu mendidih pada air 2000 ml dan Volume habis etanol

No

Waktu didih (menit)

Volume etanol (ml)

1

22

40

2

21

50

3

27

60

4

17

50

Grafik 1. hubungan antara waktu didih vs volume ethanol yang habis

Grafik 1. hubungan antara waktu didih vs volume ethanol yang habis

grafik-11

Ini sedikit ilmiah ya..

Dengan persamaan diatas y = 0,95852 X + 28,571, maka jika kita menggunakan kompor ini, etanol akan habis selama kurang lebih 17 jam.

Lihat tabel 2. dibawah ini :

Tabel 2. Tabel hubungan antara waktu didih dengan volume ethanol

X (waktu, mnt) Y, Vol etanol ml

1

29,5562

5

33,497

10

38,423

15

43,349

20

48,275

25

53,201

30

58,127

35

63,053

40

67,979

45

72,905

50

77,831

55

82,757

60

87,683

360

383,243

420

442,355

480

501,467

540

560,579

600

619,691

660

678,803

720

737,915

780

797,027

840

856,139

900

915,251

960

974,363

1020

1033,475

Dalam waktu 1020 menit, etanol yang habis sebanyak 1033,475 ml (1,033 liter), artinya artinya etanol itu akan habis selama 17 jam. Jika kompor ini berjalan secara linear , tanpa ada gangguan. Seperti tumpah, bocor dll.

Percobaan ini masih agak meragukan saya, akhirnya saya ulangi lagi dengan menggunakan variabel lainnya, menggunakan variasi volume air 500, 1000, 1500, 2000 ml. Maka saya mendapatkan berikut ini :

Tabel 3. hubungan antara waktu didih dengan volume habis ethanol

No

Waktu didih (menit)

Vol etanol (ml)

Vol Air (ml)

1

5

35

500

2

10

40

1000

3

17

50

1500

4

21

60

2000

Diperoleh grafik dibawah ini

Grafik 2. hubungan antara waktu didih vs ethanol

grafik22

Gambar ini menunjukan konsistensi terhadap hasil pembakaran etanol. Dan dengan dasar ini nampaknya diperoleh hasil uji yang mendekati kemampuan kompor memakai bioethanol.

Memakai persamaan linear diatas akan diperoleh perkiraan hasil dalam bentuk tabel

Tabel 4. hubungan antara waktu didih dengan volume ethanol habis

waktu (mnt),

x

Vol etanol ml, y

1

27,5043

5

33,6255

10

41,277

15

48,9285

20

56,58

30

71,883

60

117,792

120

209,61

180

301,428

240

393,246

300

485,064

360

576,882

420

668,7

480

760,518

540

852,336

600

944,154

660

1035,975

Dari tabel diatas dapat diberi kesimpulan bahwa dengan menggunakan kompor bioethanol generasi 4, ethanol baru akan habis setelah mencapai wakt 660 menit, atau sekitar 11 jam. Dengan catatan, hasil berjalan dengan linear, tanpa ada gannguan proses pembakaran. Belum dihitung optimasinya.

Silahkan anda dapat mengira-ngira sendiri bagaimana kemampuan kompor ini.

Kemudian jika ingin dibandingkan antara waktu didih dan volume air dengan menggunakan bahan baku bioethanol, maka dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 5. hubungan antara waktu didih dngan volume air

Waktu didih (menit) Vol Air (ml)

1

5

500

2

10

1000

3

17

1500

4

21

2000

Grafik 3. Hubungan antara waktu didih dengan volume air yang didihkan

grafik33

Dari tabel dan grafik ini akan terlihat bahwa hubungan antara waktu didih dengan volume air yang dididihkan menunujukan pola yang konstan. Artinya waktu air untuk mendidih bertambah sesuai dengan pertambahan volume air yang dipanaskan.

Sekarang kita ingin melihat hubungan antara Volume ethanol yang habis dengan jumlah air yang dipanaskan. Kita lihat dalam tabel dibawaah ini:

Tabel 6. Hubungan antara volume air degngan volume etanol yang habis

Vol Air (ml)

Vol etanol (ml)

1

500

35

2

1000

40

3

1500

50

4

2000

60

Grafik 4. hubungan antara volume air yang didihkan dengan vol etanol yang habis

grafik44

Hubungan antara volume air yang dipanaskan dengan volume ethanol, bergerak secara linear, dan menunjukan peningkatan yang konstan. Hubungan antara waktu didih, volume air dan volume air yang habis, menunjukan grafik yang sama (konstan naik). Artinya, semakin lama waktu didih, semakin banyak ethanol yang habis, juga semakin banyak volume air yang dpanaskan/dididihkan.

Demikian uji performance dari kompor bioethanol generasi ke-4. mohon masukan dan kritikannya.

Bersambung….

ditulis dan diteliti oleh

Mansur Mashuri, ST.

*News

Kami menerima pesanan terbatas untuk kompor tersebut. Silahkan lakukan pemesanan VIA blog ini. atau melaui (081328042283 / SMS only)

HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)

transfer uang bisa melalui

BCA KCP Katamso Yogyakarta

No. Rek : 445-0961-391

atas nama : Mansur Mashuri

konfirmasi transfer kirim ke

email :mansur_mash@yahoo.com

Hp : 081328042283 (SMS only)

Kompor Bioethanol Generasi 4 (bag 2)

Unggulnya suatu produk, tidak cukup hanya dperlihatkan secara visual, tetapi harus dilengkapi pula dengan data-data faktual tentang isi dan keunggulan secara tertulis. Dalam tulisan blog kemarin tentang kompor bioethanol generasi 4 (bag 4) secara garis besar saya mengatakan bahwa kompor kami Berwarna Si API BIRU. Belum menampilkan gambar dan hitungan-hitungan matematis.

Akan saya tampilkan satu persatu kelebihan-kelebihan dari kompor ini.

Ok, sekarang saya ingin membandingkan dan menampilkan hasil penelitian uji performance dalam bentuk gambar kompor bioethanol generasi keempat kami.

Gambar 1. Kompor Bioethanol generasi 3

Uji Coba kompor bioethanol generasi ke 3

Uji Coba kompor bioethanol generasi ke 3

Api Kompor Bioethanol generasi 3, warna api masih merah, konsumsi etanol masih boros, dan masih menimbulkan suara “gemeletuk” seperti Air terbakar. Api kompor pun sering tidak konsisten pengapiannya. Gambar ini diambil menggunakan etanol produksi bekonang dengan kadar 65%. Cocok untuk industri rakyat. Pernah dicoba menggunakan alkohol 90%, kompor ini masih ada terlihat warna merah.

Gambar 2. Kompor Bioethanol Generasi 4 dalam ruangan tertutup

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan tertutup

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan tertutup

Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan gelap, terlihat api berwarna Biru (SI API BIRU), sudah hampir seperti kompor gas. Konsentrasi alkohol memakai 90%. Saya pun puas melakukan uji coba ini. Tetapi ini baru awal dari kami.

Gambar 3. kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioethanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioethanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan terbuka, warna biru tidak nampak karena cahaya luar lebih kuat. Kalau kita perhatikan pada kompor gas pun akan terjadi spt itu, jika berada diluar ruangan.

Sekarang kita perhatikan gambar kompor generasi 4 memakai alkohol konsentrasi 70%. Ada perbedaan, akan tetapi tidak nampak jelas perbedaan yang mencolok tentang kualitasnya.

Gambar 4. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan tertutup memakai alkohol 70%

Kompor bioetaol generasi 4

Kompor bioetaol generasi 4

Api masih terlihat agak merah, tetapi secara umum bagian keluaran dari kompor generasi ke 4 ini sudah relativ biru meskipun memakai ethanol 70%. Hampir sama jika digunakan ethanol 90 %

Gambar 5. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka dengan etanol 70%

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor generasi ke 4 ini menggunakan alkohol 70 % dalam ruangan terbuka. Api tidak terlihat, menandakan bahwa api kompor tetap berwarna biru.

Dari gambar diatas, terlihat bahwa kompor generasi ke 4 ini sudah mampu bersaing dengan kompor gas. Pemakaian etanol 70% ataupun 90 % setara spirtus, menunjukan performance yang bagus. Dan saya optimis, kehadiran kompor ini mampu memberikan jawaban bagi para pengusaha Bioetanol yang kesusahan memasarkan bioetanol konsentrasi rendah. Atau bisa menjadi jawaban atas kelangkaan minyak tanah, sehingga dapat mengganti penggunaan minyak tanah. Akan sangat cocok lagi bagi daerah-daerah yang memiliki potensi bahan baku alkohol yang banyak, akan tetapi akses untuk bahan bakar minyak tanah, BBG yang terbatas.

untuk tulisan kedepan saya akan menampilkan data-data ilmiah yang memperlihatkan hasil penelitian dari kompor tersebut.

Bersambung…

“Breaking News”

Kami menerima pesanan terbatas untuk kompor tersebut, sebanyak 20 buah akan segera kami launching. Silahkan lakukan pemesanan VIA blog ini. atau melaui (081328042283 / SMS only)

HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)

transfer uang bisa melalui

BCA KCP Katamso Yogyakarta

No. Rek : 445-0961-391

atas nama : Mansur Mashuri

konfirmasi transfer kirim ke

email :mansur_mash@yahoo.com

Hp : 081328042283 (SMS only)


Kompor Bioethanol generasi 4 (bag 1)

Percobaan dalam dunia penelitian adalah harga mutlak. trial n eror. termasuk memperbaiki kinerja kompor bioethanol yang kami rancang.

setelah melahirkan kompor bioetanol generasi 3, kami bersama tim telah memodifikasi performance dari kompor.

salah satu kelemahan dari kompor generasi ke-3 adalah, perbandingan antara etanol dan udara tidak seimbang. efek dari itu adalah masih terlihat kualitas api yag berwarna agak kemerahan. jika masih berwarna merah, artinya bisa jadi suplai bahan bakar etanol terlalu besar, dan akan boros.dan tentu jika kami akan melempar ke pasar, maka bisa dipastikan konsumen akan kecewa.

hukum kepuasan pelanggan = peningkatan penjualan. (mudah-mudahan)

nah, alhamdulillah dengan hasil kompor  generasi ke 4 ini, mudah-mudahan tahapan-tahapan untuk menjual kompor ke pasaran semakin yakin.

kompor generasi ke 4 ini, memiliki kualitas Si Api Biru. dengan sedikit memperbaiki bagian pengeluaran api,  api yang kelaur BIRU. mendekati kesempurnaan. Sperti Kompor Gas.

untuk kelebihan -kelebihan lain, menunggu pengujian dan perbaikan selanjutnya.

mudah-mudahan bisa menghasilkan kompor generasi  ke-5.

gambar menyusul ya…

Asap Cair untuk Penyamakan Kulit

Balai Besar Kulit Yogyakarta bekerja sama dengan CV Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu, telah melakukan penelitian terhadap efek penambahan asap cair pada proses proses penyamakan kulit.

alasan utama yang digunakan asap cair pada proses tersebut adalah asap cair sebagai anti mikrobia. selama ini dalam penyamakan kulit, menggunakan asam nitrat dan anti mikrobia.

ternyata setelah digunakan asap cair, fungsi asam nitrat dapat digantikan, sehingga pembelian asap cair dapat dikurangi.

Penggunaan asap cair ini terdapat beberapa keuntungan, diantaranya:

1. aspek ekonomi lebih baik, berkurangnya pembelian asam nitrat mengurangi biaya produksi

2. Ramah Lingkungan. selama ini asam nitrat sering dituding sebagai penyebab tercemarnya lingkungan sekitar pabrik penyamakan kulit.

3. kulit lebih kenyal.

Sumber :

wawancara dg Mardiyanto (manager produksi PPKT)

Plus Minus Kompor Bioetanol

ada email dari kawan yang menanyakan tentang kelebihan dan kekurangan bioetanol jika digunakan untuk kompor dibandinngkan dengan minyak tanah dan gas.

menjawab pertanyaan itu, saya akan sedikit menguraikan tentang kelebihan dan kekurangannya.

A. kelebihan bioetanol

1.  nilai kalori hampir sama dengan gas. dalam satu percobaan, saya membandingkan penggunaan etanol dan gas. untuk etanol 75% , untuk mendidihkan air 2 liter air, membutuhkan waktu 18 menit, sementara gas 16 menit. hampir sama.

2. bekas pembakaran pada wajan/ketel tetap bersih, karena karbon yang terbakar kecil. karena untuk etanol hanya memiliki 2 unsur karbon. untuk mITAN biasanya jelaganya banyak.

3.  bisa dibuat sendiri dari berbagai bahan nabati. nah isyu ini yang kemudian bisa dijadikan sebagai alasan untuk membangun DESA MANDIRI ENERGI di daerah yang punya potensi lebih. sementara MITAN dan gas harus melalui proses fraksinasi yang rumit di pabrik.

4. sumber bahan baku bisa diberdayakan.

5. menurut pengalaman relativ lebih aman dibandingkan dengan kompor gas. apalagi yang 3 kg, yang banyak kasus terjadi ledakan.

kompor bioetanol dengan etanol 65%

kompor bioetanol dengan etanol 65%

tentang kekurangan

1.  tergantung konstruksi dari kompor bioetanol itu sendiri. ada banyak kompor bioetanol yang sudah dibuat. namun dari hasil dilapangan, kompor bioetanol generasi ke 3 REPINDO sudah cukup baik. karena sistemnya sudah seperti kompor gas. untuk detil kompor REPINDO klik disini atau disini.

2. warna api /kalor tergantung dari konsenrtasi alkohol. alkohol yang memiliki kemurnian tinggi, memiliki kalor yang tinggi dan warnanya lebih biru.

3. belum ada standar kompor bioetanol yang baik.

yang saya sampaikan adalah beberapa hal yang terjadi di lapangan.

untuk teman2 yang punya pengalaman serupa, kami membuka diskusinya.

Mansur Mashuri.