Kompor Hemat..! Kompor Bioethanol G4 (Bag 4)


Beberapa pertanyaan yang masuk melalui email atau telpon langsung kepada kami, menanyakan tentang nilai ekonomis dari kompor bioethanol G4 ini. Sebenarnya saya sudah mencantumkan hasil penelitian tentang kemampuan kompor bioethanol G4 ini yang memiliki nilai Fuel Consumption sekitar 10-11 jam per liter. Silahkan lihat tulisan kompor bioethanol generasi 3 atau klik disini

Kompor Bioethanol

Kompor Bioethanol

Hasil itu ternyata belum terlalu menarik sebagai informasi yang bagus. Teman-teman memerlukan pembanding dengan yang sudah ada. Setelah kesana kemari mencari data, kami mendapatkan informasi yang diperoleh melalui percobaan memakai kompor sejenis, studi literatur dan pengalaman di lapangan. Pada saat mencoba dengan kompor sejenis, ternyata hasilnya kurang memuaskan. Api kompor merah, berasap, dan sangat boros. Uji ini tidak kami lanjutkan, karena akan mengurangi performance kompor bioethanol G4 kami. Banyak defosit karbon yang ada pada head kompor bioethanol. Penggunaan minyak tanah pada kompor bioethanol G4 tidak saya rekomendasikan.

Melalui wawancara pada beberapa pengguna kompor minyak tanah, saya mendapat informasi bahwa kemampuan kompor menghabiskan minyak tanah 1 liter sekitar 6 jam. Tetapi jika menggunakan kompor dengan jenis tekanan, maka konsumsinya akan semakin cepat menjadi 3 jam/liter minyak tanah. Pemakaian ini menurut masyarakat sangat ekonomis, hal ini karena mereka belum mendapatkan alternatif pengganti. Padahal sekarang minyak tanah sudah sangat sulit ditemui dipasaran.

Kemudian saya searching di internet, akhirnya saya dapat alamat http://www.geni-stove.com/site_products.htm, disitu saya mendapatkan informasi tentang fuel consumption dari berbagai jenis kompor, salah satunya adalah yang menggunakan minyak tanah / kerosin. Data yang diperoleh adalah pemakaian minyak tanah akan habis setelah 6,5 – 8 jam pemakaian per liter. Data Angka yang hampir sama dengan hasil wawacara saya.

Nah, sekarang jika kita ingin membandingkan mana yang paling ekonomis dari kompor bioethanol G4 dan kompor minyak tanah, terjawab sudah sekarang. Kita lihat olah data berikut ini.

1.     Kompor Bioethanol G4

Penggunaan ethanol / liter           = 10-11 jam

Harga, Rp                                             = 9.000

2.     Kompor minyak tanah

Penggunaan minyak tanah /liter   = 6,5 – 8 jam

Harga, Rp                                                = 6.000 (harga eceran Jogja)

Jika rata-rata per hari orang memasak 4 jam, maka jika masing-masing orang yang memakai 2 jenis kompor tersebut akan diperoleh

1.     Kompor bioethanol G4

Penggunaan ethanol / 4 jam        = 0,4 liter

Harga, Rp                                             = 4.000

Sisa ethanol                                          = 0,6 liter (1,5 hari)

Biaya konsumsi sebulan, Rp          = 0,4 x 9000 x 30 = 108.000,-

2.     Kompor minyak tanah

Penggunaan minyak tanah /4 jam = 0,67 liter

Harga, Rp                                                 = 4.000 (harga eceran Jogja)

Sisa  minyak tanah                               = 0,4 liter( kurang dari 1 hari)

Biaya konsumsi MT sebulan, Rp     = 0,67 x 6000 x 30 = 120.000

Artinya jika ibu-ibu yang memasak selama sebulan, maka akan ada perbedaan pengeluaran dengan menggunakan kedua kompor tersebut. Dengan menggunakan kompor bioethanol terlihat jelas akan lebih irit. Sekitar Rp 12.000 akan dapat disisakan untuk biaya lain.

Dengan informasi ini, lantas siap yang untung..? Ibu rumah tangga, pengusaha, Pemda, atau Departemen yang konsen akan bidang ini pasti akan diuntungkan. Saya kira anda akan sepakat dengan saya.

Sekarang dengan semakin banyaknya pengusaha bioethanol, dan masih banyak sumber-sumber bahan nabati yang dapat dikembangkan untuk membuat ethanol, membuka peluang pemasaran yang besar bagi pengusaha ethanol untuk memasarkan ethanol sebagai pengganti minyak tanah yang lebih irit. Selain itu bagi para pemerintah daerah yang memiliki sumber daya alam (resourches) yang melimpah untuk ethanol, memudahkan pengembangan program biofuel menjadi alasan ekonomi yang menguntungkan.

Ok, saya menunggu kerja sama rekan-rekan yang tertarik dengan informasi ini.

atau ada data lain yang mungkin berbeda. kami menerima diskusinya..!

Ditulis dan dianalisa oleh:

Mansur mashuri, ST

Informasi Kompor

Hubungi saya : Mansur Mashuri HP (081328042283 / SMS only) HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)  transfer uang bisa melalui BCA KCP Katamso Yogyakarta No. Rek: 445-0961-391 atas nama : Mansur Mashuri konfirmasi transfer kirim ke email: mansur_mash@yahoo.com atau Hp : 081328042283 (SMS only)

Tulisan Terkait Kompor Bioethanol

1. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 5)

2. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 4)

3. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 3)

4. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 2)

5. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 1)

6. Kompor Bioethanol Repindo

5 pemikiran pada “Kompor Hemat..! Kompor Bioethanol G4 (Bag 4)

  1. Selamat Pak atas suksesnya kompor generasi ke 4
    namun yang jadi pertanyaan saya,
    Berapa kadar minimal dari ethanol yang bisa digunakan oleh kompor G4 ini?
    Apakah kadar di bawah 70 % bisa menghasilkan pembakaran yang sempurna?
    Dan tentunya dari segi keamanannya, kagak bakalan meledak kan Pak? Sebab dari informasi yang saya peroleh bahwasanya ethanol dibawah 95% masih mengandung timbal yang memungkinkan terjadinya ledakan.

    matur thankyu

    >
    >
    Wah, akhirnya bisa ngedeteksi blog saya juga mas,
    namun sebelumnya saya minta maaf, belum bisa ngasih photo-photo mesin bioethanolnya.
    gmana sudah dapat mas..?
    mudah-mudahan setelah membaca artikel saya, mas azis dapat lebih semangat untuk bisnis di bidang ethanol.
    apalagi teknologi pemanfaatannya seperti untuk kompor masyarakat sekarang sudah banyak kemajuan. seperti memakai kompor kami yang alhamdulillah sudah bisa seperti kompor gas..

    sebelumnya saya berterimakasih atas apresiasinya. menjawab pertanyaan2 yang anda ajukan
    1. kompor g4 ini, bagus untuk ethanol 70%. untuk kadar dibawahnya, seperti 65%, pernah saya coba lumayan bagus (api masih terlihat agak merah) tetapi dah bagus. kalau pembakaran sempurna saya kira tidak mas, karena kandungan airnya lumayan banyak. makanya api agak merah. sepanjang percobaan saya, kadar > 60% masih relativ bagus.

    2. Bahaya ledakan tetap mungkin masih terjadi. tetapi dengan meminimalisir terjadinya ledakan, saya kira bisa dihindari. saya kira dengan ethanol, jauh lebih aman dibanding gas, tekanannya pun jika kecil. ledakan yang terjadi bisa terjadi akibat kebocoran. dengan memakai sistem infus, api akan lebih panjang menuju tangki ethanolnya.

    makasih mas.

  2. Makasih pak atas jawabannya.
    Alhamdullilah sudah mulai beroperasi. Namun untuk terjun ke subtitusi minyak tanah mungkin masih dalam proses. Dikarenakan skala masih kecil. Untuk mencukupi pabrik farmasi surabaya saja masih kurang. 😀

    Sempat kemarin bincang2 dengan masyarakat tentang minyak ethanol ini, animonya tinggi sekali. Bahkan sudah ada yang pesen untuk satu komplex, tapi sayang sekali belum bisa melayani.

    Kedepannya mau bermitra dengan perhutani, kalo penyediaan bahan baku sepenuhnya mengandalkan dari supaly petani agaknya kurang lancar sebab sering macet dan jumlahnya naik turun.

    Mohon doanya dan sukses selalu untuk Bapak

    >
    >
    Wah, selamat dan hebat nih sudah berjalan.
    Mas Suplay ke Pabrik Farmasi harga berapa..?
    mungkin saya bisa bantu untuk suplay ethanol dengan kadar 70 -90%.
    saya ada beberapa rekanan yang sudah produksi ethanol yang cukup banyak.
    gmana..?

    >
    >
    Hallo Mas Azis,
    Informasi anda banyak yang ingin tahu tuh..!
    dari mas Sigit “Mas Mansur dan mas azis, maaf menyela, kebeneran saya baca mas azis suply bioethanol ke pabrik farmasi juga ya, kalo ada kecocokan mungkin bisa jadi mitra bisnis, saya saat ini sudah produksi bioethanol kadar 95-96%, monggo kalo butuh bisa hub saya di 081573067017, bisa buat kompor atau buat farmasi”
    Siap anda bermitra… 🙂

  3. Mas Mansur dan mas azis, maaf menyela, kebeneran saya baca mas azis suply bioethanol ke pabrik farmasi juga ya, kalo ada kecocokan mungkin bisa jadi mitra bisnis, saya saat ini sudah produksi bioethanol kadar 95-96%, monggo kalo butuh bisa hub saya di 081573067017, bisa buat kompor atau buat farmasi.

    >
    >
    Tanks mas…
    saya sampaikan ke Mas Azis

  4. saya sdh baca semua keterangan dr kemampuan kompor G4 buatan pak Mansur ini.benar2 menakjubkan.cuma yg saya blum baca mengenai tingkat keawetan bahan baku kompor bapak.kira2 dpt bertahan brapa lama?karena yg saya tahu bahwa bioethanol ini merupakan senyawa alchohol sehingga mempunyai sifat korosif(karat) terhadap besi.

  5. Untuk konstruksi kompor kami, khususnya di bagian head (ruang bakar) memakai steinless bukan Besi pak. jadi tidak usah khawatir akan kemampuan ruang bakarnya.
    tks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s