Mana yg pas, Ethanol 70% atau 90%..? untuk Penggunaan Kompor BioEthanol


ethanoljpg

Saya sering ditanya, mas kompornya menggunakan ethanol kadar brapa..? saya menjawab, untuk kompor bioethanol buatan kami, kadar ethanol yang bagus untuk kompor adalah antara kadar 70% – 90%. terus perbedaaannya apa, kalau menggunakan antaranya..? Saya menjawab, antara ethanol 70 % dan ethanol 90% pasti akan ada perbedaan dalam hal kalori. untuk ethanol yang 70%, karena jumlah airnya yang 30% , maka kalorinya tidak sebesar daripada ethanol yang 90%. akibatnya, pemasakan menggunakan kompor ethanol yang memakai konsentrasi 70% lebih lama. begitu sebaliknya. penampilan kedua kompor yang menggunakan ethanol antara 70% – 90%, saya menilai sudah pas, dari performa api, sudah standar, BIRU. hanya yang 90% lebih BIRU lagi.

blue_ethanol_flame

namun ada hal yang menarik yang pernah saya alami waktu percobaan. ketika ethanol dengan kadar 70% hasil sulingan langsung tanpa pencampuran dengan air, nyala api birunya lebih stabil dibandingkan jika kita mencampur ethanol 90% dengan air untuk mencapai 70%. saat menggunakan ethanol 70% hasil campuran dengan air, penampilanapi kompor sering terlihat berwarna merah. hal itu mengindikasikan, uap air yang terbakar. berbeda ketika saya menggunakan ethanol 70% hasil sulingan, warna merah lebih sedikit dibandingkan dengan hasil campuran dan stabil. saya menduga, nilai kelarutan dari ethanol campuran tidak sempurna, hingga pada saat proses penguapan ethanol pada kompor pun tidak sempurna.

(Sumber : Pengalaman Pribadi )

21 pemikiran pada “Mana yg pas, Ethanol 70% atau 90%..? untuk Penggunaan Kompor BioEthanol

  1. Yup. Tadi malam saya coba pake etanol 99% trus dicmpur air, memang jadinya ga stabil dan merah. Untuk memasak gunakan api yang agak besar, itu lebih irit, daripada api kecil. Secara waktu memang lebih cepat habis dengan api besar, tapi untuk sampai masak justru lebih irit dengan api besar.

  2. Mas, mohon segera revisi kompor dan harganya ya.
    Sebagaimana yang saya sms ke njenengan. ditunggu mas, ga pake lama ya…. he.he..

  3. Dari pengalaman etanol 90 % jauh lebih baik dpd 70 % . Sebenernya Nilai kalor Etanol hampir sama dengan LPG , jadi jika etanol dijadikan gas lebih dahulu kemudian dibakar maka performancenya tidak kalah dengan LPG.
    Salam

  4. saya setuju dengan pendapat bapak. kebetulan, kompor buatan kami pun menggunakan teknik yang bapak sebutkan.
    terima kasih pak Bambang sudah mampir ke blog saya.

  5. Asslmkm. mas, bisa beli head nya saja ga?harganya berapa? biar bodynya saya yg buat sendiri biar lebih murah. Ibu2 pada keberatan dg harga segitu

  6. waduh maaf mas, skarang sy sedang konsentrasi ke bisnis bakso dulu, jadi agak terbengkalai kompornya.
    tapi yg terakhir, sudah lebih stabil.

  7. Mas kalo beli kompornya trus beli ethanolnya dimana, apa kita harus bikin, nah kalo bikin bahanya dari apa….?.thnks ya infonya….

  8. jika benar bpak merubah cairan etanol menjadi gas lebih dahulu,kompor anda tidak akan menyala karena AFR dari etanol 9:1. bagmana anda bisa mendapatkan rasio tersebut pada tekanan 1 atm??kecuali anda menggunakan penutup pada burner. saya telah mencoba etanol dngan kadar 50%,pengujian saya berhasil….apakah anda bisa menggunakan etanol dngan kadar yg lebih rendah???
    terima kasih

    ini alamat email saya: sukmawanmawan@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s