Melanjutkan Proyek VCO menjadi Bisnis Minyak Goreng Kelapa Premium


coconut_oilBeberapa tahun terakhir ini, euforia terhadap VCO sangat besar,  hampir tidak ada yang  tidak kenal dengan VCO. Baik sebagai konsumen ataupun produsen mengalami peningkatan sangat signifikan. VCO atau virgin coconut oil atau minyak kelapa virgin mampu menyedot perhatian banyak kalangan. Euforia ini pun ditangkap oleh para pengambil kehijakan di daerah-daerah yang memiliki potensi kelapa besar seperti  Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, berlomba-lomba menjadikan VCO sebagai isyu sentral untuk pengembangan potensi daerahnya. Banyak kepala daerah ataupun kepala dinas terkait yang ingin mempelajari pengembangan VCO melakukan training kepada para pakar VCO atau bahkan mendatangkannya ke daerahnya masing-masing.

Niat baik pemerintah ini sangat positif, dan disambut oleh para petani kelapa dengan antusias. Hingga akhirnya banyak para petani atau kelompok tani yang mendapat bantuan teknis pengolahan maupun alat. Ada yang berhasil dan ada juga yang gagal.

Beberapa pemerintah daerah memberikan dana besar-besaran untuk pengembangan kelapa ini. Satu kelompok tani ada yang mendapat bantuan alat pengolahan kelapa terpadu, dan ada juga yang sebagian. Seperangkat pengolahan VCO, asap cair, sabut, arang menjadi primadona pengadaan alat bagi daerah. Sekaligus proyek yang besar bagi para pengusaha pengadaan alat.

Namun dalam perjalanan, euforia tersebut tidak didukung dengan penataan tata niaga. Banyak produk dari petani berupa VCO tidak diterima pasar. Atau bahkan karena pasar terlalu jenuh untuk menerima banyaknya produk yang diproduksi.

Bisnis VCO sebenarnya bisnis edukasi, juga bisnis informasi. Siapa yang mampu menancapkan dengan kuat tentang fakta VCO sebagai obat, maka dialah yang akan diterima pasar. Payahnya.. edukasi dan penyebarluasan informasi tentang khasiat VCO kalah jauh dari nilai produksinya.  Dulu VCO dianggap sebagai penyembuh multi penyakit. Sehingga terkadang ada pelaku kesehatan yang sentimen terhadap VCO, yang ikut menjatuhkan Citra VCO.

Lemahnya tataniaga VCO ini, menjadikan proyek yang sempat menjadi andalan kepala daerah untuk pengembangan potensi daerah terkatung-katung. Banyak petani yang mulai meninggalkan mimpi-mimpinya untuk mendapatkan penghasilan yang besar dari VCO. Informasi peluang ekspor yang dijanji-janjikan ternyata tidak kunjung datang. Akibatnya proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut berhenti sebelum sukses tergapai. Banyak alat yang dibeli menjadi besi tua, pengisi gudang beras.  Saya pernah mengunjungi daerah yang mendapat bantuan alat di Lampung selatan, alat pirolisis yang berharga ratusan juta rupiah, dibiarkan tergelatak di gudang bersama kayu bakar. Tragis.

Nasib sama bahkan untuk alat-alat pengolah VCO, “MANGKRAK” tidak terpakai.

Dengan kondisi ini siapa yang patut diminta tanggungjawab..? Pemerintah kah..? Para pengusaha..? atau para konsultan ahli yang mengaku dirinya sebagai malaikat penyelamat rakyat..?No.. No..  mmmhh… saya kira sekarang bukan saatnya saling  menyalahakan. Sekarang saat memberi solusi.  Anda pasti setuju dengan saya khan…?

Baik solusi apa kira-kira yang bisa diambil..?

Solusi saya adalah LANJUTKAN proyek VCO:/

Pasti ada pertanyaan, Lho kok kenapa harus dilanjutkan, wong proyek itu sudah gagal. Jawaban saya, tunggu dulu, jangan terburu-buru memvonis proyek pengembangan VCO gagal. Menurut saya, proyek pengembangan VCO adalah proyek yang bersifat antara, baru setengah jalan. Baru memproduksi raw material. Masih banyak yang masih bisa dikembangkan dari VCO tersebut.

Sebut saja, misalnya VCO dirubah menjadi minyak urut, he2x.. ini sedikit pemakaiannya, ada lagi dibuat untuk bahan baku kosmetik, ah ini juga terbatas terbatas pemakaiannya.

Saya punya ide, jika VCO digunakan sebagai konsumsi selain obat, pasti kebutuhannya SANGAT BESAR. Seperti dibuat untuk minyak Goreng.  Ya, minyak goreng adalah jawaban yang paling tepat menurut saya.

Selama ini, kita memang sudah lebih terbiasa menggunakan minyak sawit sebagai minyak goreng, padahal jika dibandingkan, penggunaan minyak kelapa jauh lebih menguntungkan dari segi kesehatan. Seperti diketahui bersama, minyak kelapa yang merupakan asam lemak yang tergolong kedalam rantai carbon kelas menengah, sehingga mudah terurai oleh tubuh, sehingga tidak ada defosit lemak di tubuh. Pengkonsumsi pun jauh lebih sehat.

Di beberapa daerah, banyak menyebut minyak kelapa sebagai minyak kampung. Sebutan yang sangat memojokkan ya…, padahal minyak kelapa yang diproses dengan baik dan dikemas dengan kemasan yang cantik, mampu dijual dengan harga yang tinggi. Harga rata-rata minyak barko adalah diatas 10.000 per liter. Minyak kelapa Barco terkenal gurihnya dan terkenal minyak mahal. Lalu kenapa harus ada sebutan minyak kampung, yang nota bene kesannya sangat jelek.

Nah, ide saya tentang pengalihan VCO menjadi minyak goreng, saya kira akan bagus  dan mampu mendongkrak image minyak kelapa itu sendiri. Saya sendiri mampu membuat minyak VCO menjadi minyak Premium sekelas barco. Proyek-proyek pemerintah daerah yang terlanjur menghabiskan dana ratusan juta bahkan miliaran rupiah pun dapat diteruskan. Merubah dari minyak Kampung menjadi Minyak Premium.

Ada beberapa keuntungan yang bisa diambil dari ide ini, antara lain : pemerintah hanya cukup melanjutkan proyek-proyek pengembangan VCO yang sudah ada menjadi pengembangan minyak Goreng kelapa premium berbasis masyarakat, kemudian dapat menggairahkan petani kelapa dan VCO untuk produksi kembali tetapi untuk minyak goreng. Jika demikian saya yakin, ekonomi petani kelapa akan bangkit lagi. Hal ini karena, siapa sih yang tidak butuh minyak goreng..? semua pasti butuh. Untuk pemerintah daerah, langkah ini akan menggairahkan petani kelapa untuk tidak menjual kelapa sebagai kopera semata, tetapi diarahkan untuk menjual minyak goreng kelapa premium. Dan yang penting, kebutuhan minyak goreng di daerah penghasil kelapa, yang selama ini masih menggunakan minyak sawit, dapat tergantikan. Sehingga dari kelapa pusat ekonomi akan  tegak mandiri di wilayahnya masing-masing.

Semoga.

*Tukang Kelapa

Mansur Mashuri

2 pemikiran pada “Melanjutkan Proyek VCO menjadi Bisnis Minyak Goreng Kelapa Premium

  1. saya juga produsen VCO dan minyak kelapa premium, mau ikut-ikutan jualan minyak VCO boleh, karena saya tetap kampanye VCO adalah minya untuk obat, sedangkan limbah pembuatan VCO adalah minyak goreng yang lebih aman di pakai sebagai minyak goreng daripada minyak sawit mau jualan minyak VCO hub. tlp hpku 081254117688

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s