Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (1)


Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Semoga Manfaat.

Minyak Goreng Kelapa dan Kesehatan

Penyakit-penyakit khronik, degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, obesitas, kegemukan (over weight) kanker dan sebagainya, sudah menjadi masalah yang mewabah, baik di negara-2 industri yang maju maupun negara negara yang sedang berkembang. Dengan demikian, sudah barang tentu ada faktor-faktor kesamaan yang sangat mendasar daripada penyebabnya (the commom underlying cause[s]). Karena itu jika betul-betul mau menyembuhkan secara tuntas dan total, maka harus dilakukan penelitian-penelitian yang mendasar yang mengarah untuk mencari apa akar penyebab dasar utamanya (the basic common underlying cause[s]) yang sebenarnya dan bukan seperti sekarang yang hanya memusatkan segala tenaga dan pikiran untuk mencari dan menemukan obat-obat baru yang dianggap lebih berkhasiat dan efektif namun belum memuaskan, karena masih banyak penyakit yang belum bisa ditanggulangi. Sebaliknya obat2 baru yang ditemukan, bukan saja harganya sudah tidak terjangkau oleh kebanyak orang, malah sering kali menimbulkan efek samping yang lebih parah daripada sebelumnya. Malah sebaliknya banyak jenis penyakit baru yang timbul akibat efek samping daripada obat2an yang dipakai dalam jangka lama. Dari hasil pengamatan ada beberapa hal yang sangat menarik sekali yang luput mendapat perhatian, bahwa ada beberapa bahan makanan fugsional utama yang mengandung komponen2 zat bioaktif dan zat2 tambahan bahan makanan kimiawi yang bersifat toksik dan karcinogenik yang dikonsumsi setiap hari bisa menjadi biang keladi daripada akar penyebab penyakit2 tersebut. Sekarang para ahli gizi dan kesehatan di Amerika Serikat sedang heboh mempermasalahkan apakah minyak goreng golongan minyak sayur (seperti kedelai, jagung. biji bunga matahari, safflower, biji kapok, canola dsb) dan bukan minyak kelapa, itu aman dan sehat?

Menurut hasil berbagai laporan penelitian, baik pada hewan percobaan maupun pada manusia, yang diberi makan tambahan dengan asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids=LCFA) terbukti dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit kronik, degeneratif dan kanker. Minyak sayur setelah dikonsumsi dan atau digoreng akan berubah sifatnya dan menghasilkan zat2 ikutan bioaktif yang bersifat toksik dan karcinogenik. Tulisan ini akan menjelaskan secara komprihensif bagaimana mekanismenya sampai bisa terjadi peristiwa tersebut. Bukankah pencegahan lebih baik daripada pengobatan? Minyak kelapa (kelentik), seperti dimaklumi sudah digunakan secara turun-menurun dan terus-menerus selama berabad-abad oleh nenek moyang kita bahkan sampai sekarang masih tetap digunakan oleh  penduduk pedalaman dan pedesaan dimana pohon kelapa tumbuh subur dan merupakan sumber bahan makanan fungsional utama dan hasil pertanian mereka. Secara umum status kesehatan mereka sangat bagus, fisiknya nampak langsing dan kekar, rambutnya tebal, kulitnya berkilau dan indah, geliginya kuat dan bagus2 dan jarang mengalami penderitaan penyakit2 kronis, degeneratif dan kanker bila dibandingkan dengan penduduk asli yang sudah hengkang dari desanya dan beralih profesi serta tinggal di kota 2 besar dan metropolitan serta beralih juga ke makanan campuran ala Barat. Itu semua adalah hasil pengamatan dan penelitian Dr. Weston A. Price, seorang dokter gigi yang ahli peneliti dan ahli gizi, dari Clevland, Ohio, Amerika Serikat, yang telah membuktikan hal tersebut dengan melakukan penyidikan dan penelitian secara epidemiologis selama kurang lebih 8 tahun (1930-1938) , pada penduduk masyarakat pedalaman yang tinggal di deretan pulau2 pasifik yang terbentang mulai dari kepulauan Hawai terus sampai dengan pulau2 yang terletak didekat Selandia Baru. Penduduk dari pulau-palau ini mempunyai kebiasan tradisional yang hampir sama yaitu masih mempertahankan makanan tradisional sebagai makanan fungsional utama (functional tradition staple foods). Baik dagingnya, santannya dan minyaknya dipergunakan sebagai bahan adonan utama menu makanan mereka sehari-hari sama seperti zaman nenek-moyang mereka dengan dicampur taro , akar umbi2an, sayur-sayuran, nasi dan ikan laut. Ternyata keadaan status kesehatan dan gizi mereka jauh lebih baik daripada penduduk asli yang sudah pindah ke kota2 besar. Hasil penelitian epidemiologis ini telah dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1938 dengan judul “Nutrition and Physical Degeneration”.

Buku ini sampai sekarang masih tetap dicetak ulang dan digunakan oleh para peneliti dalam bidang gizi sebagai buku pegangan. Di Amerika Serikat, minyak kelapa sekarang oleh para pakar ahli gizi dan kesehatan masyarakat dijuluki sebagai Pohon Kehidupan (The Tree of Life) dan Minyak Kelapa, disebut sebagai Minyak Goreng Yang Paling Sehat di Muka Bumi (Coconut Oil The Healthiest Oil on Earth). Bersambung ke tulisan 2, klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s