Kompor Bioethanol Generasi 4 (bag 2)

Unggulnya suatu produk, tidak cukup hanya dperlihatkan secara visual, tetapi harus dilengkapi pula dengan data-data faktual tentang isi dan keunggulan secara tertulis. Dalam tulisan blog kemarin tentang kompor bioethanol generasi 4 (bag 4) secara garis besar saya mengatakan bahwa kompor kami Berwarna Si API BIRU. Belum menampilkan gambar dan hitungan-hitungan matematis.

Akan saya tampilkan satu persatu kelebihan-kelebihan dari kompor ini.

Ok, sekarang saya ingin membandingkan dan menampilkan hasil penelitian uji performance dalam bentuk gambar kompor bioethanol generasi keempat kami.

Gambar 1. Kompor Bioethanol generasi 3

Uji Coba kompor bioethanol generasi ke 3

Uji Coba kompor bioethanol generasi ke 3

Api Kompor Bioethanol generasi 3, warna api masih merah, konsumsi etanol masih boros, dan masih menimbulkan suara “gemeletuk” seperti Air terbakar. Api kompor pun sering tidak konsisten pengapiannya. Gambar ini diambil menggunakan etanol produksi bekonang dengan kadar 65%. Cocok untuk industri rakyat. Pernah dicoba menggunakan alkohol 90%, kompor ini masih ada terlihat warna merah.

Gambar 2. Kompor Bioethanol Generasi 4 dalam ruangan tertutup

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan tertutup

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan tertutup

Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan gelap, terlihat api berwarna Biru (SI API BIRU), sudah hampir seperti kompor gas. Konsentrasi alkohol memakai 90%. Saya pun puas melakukan uji coba ini. Tetapi ini baru awal dari kami.

Gambar 3. kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioethanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioethanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Api Kompor Bioethanol generasi 4 terlihat dalam ruangan terbuka, warna biru tidak nampak karena cahaya luar lebih kuat. Kalau kita perhatikan pada kompor gas pun akan terjadi spt itu, jika berada diluar ruangan.

Sekarang kita perhatikan gambar kompor generasi 4 memakai alkohol konsentrasi 70%. Ada perbedaan, akan tetapi tidak nampak jelas perbedaan yang mencolok tentang kualitasnya.

Gambar 4. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan tertutup memakai alkohol 70%

Kompor bioetaol generasi 4

Kompor bioetaol generasi 4

Api masih terlihat agak merah, tetapi secara umum bagian keluaran dari kompor generasi ke 4 ini sudah relativ biru meskipun memakai ethanol 70%. Hampir sama jika digunakan ethanol 90 %

Gambar 5. Kompor generasi ke 4 dalam ruangan terbuka dengan etanol 70%

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor bioetanol generasi 4 dalam ruangan terbuka

Kompor generasi ke 4 ini menggunakan alkohol 70 % dalam ruangan terbuka. Api tidak terlihat, menandakan bahwa api kompor tetap berwarna biru.

Dari gambar diatas, terlihat bahwa kompor generasi ke 4 ini sudah mampu bersaing dengan kompor gas. Pemakaian etanol 70% ataupun 90 % setara spirtus, menunjukan performance yang bagus. Dan saya optimis, kehadiran kompor ini mampu memberikan jawaban bagi para pengusaha Bioetanol yang kesusahan memasarkan bioetanol konsentrasi rendah. Atau bisa menjadi jawaban atas kelangkaan minyak tanah, sehingga dapat mengganti penggunaan minyak tanah. Akan sangat cocok lagi bagi daerah-daerah yang memiliki potensi bahan baku alkohol yang banyak, akan tetapi akses untuk bahan bakar minyak tanah, BBG yang terbatas.

untuk tulisan kedepan saya akan menampilkan data-data ilmiah yang memperlihatkan hasil penelitian dari kompor tersebut.

Bersambung…

“Breaking News”

Kami menerima pesanan terbatas untuk kompor tersebut, sebanyak 20 buah akan segera kami launching. Silahkan lakukan pemesanan VIA blog ini. atau melaui (081328042283 / SMS only)

HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)

transfer uang bisa melalui

BCA KCP Katamso Yogyakarta

No. Rek : 445-0961-391

atas nama : Mansur Mashuri

konfirmasi transfer kirim ke

email :mansur_mash@yahoo.com

Hp : 081328042283 (SMS only)


Kompor Bioethanol generasi 4 (bag 1)

Percobaan dalam dunia penelitian adalah harga mutlak. trial n eror. termasuk memperbaiki kinerja kompor bioethanol yang kami rancang.

setelah melahirkan kompor bioetanol generasi 3, kami bersama tim telah memodifikasi performance dari kompor.

salah satu kelemahan dari kompor generasi ke-3 adalah, perbandingan antara etanol dan udara tidak seimbang. efek dari itu adalah masih terlihat kualitas api yag berwarna agak kemerahan. jika masih berwarna merah, artinya bisa jadi suplai bahan bakar etanol terlalu besar, dan akan boros.dan tentu jika kami akan melempar ke pasar, maka bisa dipastikan konsumen akan kecewa.

hukum kepuasan pelanggan = peningkatan penjualan. (mudah-mudahan)

nah, alhamdulillah dengan hasil kompor  generasi ke 4 ini, mudah-mudahan tahapan-tahapan untuk menjual kompor ke pasaran semakin yakin.

kompor generasi ke 4 ini, memiliki kualitas Si Api Biru. dengan sedikit memperbaiki bagian pengeluaran api,  api yang kelaur BIRU. mendekati kesempurnaan. Sperti Kompor Gas.

untuk kelebihan -kelebihan lain, menunggu pengujian dan perbaikan selanjutnya.

mudah-mudahan bisa menghasilkan kompor generasi  ke-5.

gambar menyusul ya…

Plus Minus Kompor Bioetanol

ada email dari kawan yang menanyakan tentang kelebihan dan kekurangan bioetanol jika digunakan untuk kompor dibandinngkan dengan minyak tanah dan gas.

menjawab pertanyaan itu, saya akan sedikit menguraikan tentang kelebihan dan kekurangannya.

A. kelebihan bioetanol

1.  nilai kalori hampir sama dengan gas. dalam satu percobaan, saya membandingkan penggunaan etanol dan gas. untuk etanol 75% , untuk mendidihkan air 2 liter air, membutuhkan waktu 18 menit, sementara gas 16 menit. hampir sama.

2. bekas pembakaran pada wajan/ketel tetap bersih, karena karbon yang terbakar kecil. karena untuk etanol hanya memiliki 2 unsur karbon. untuk mITAN biasanya jelaganya banyak.

3.  bisa dibuat sendiri dari berbagai bahan nabati. nah isyu ini yang kemudian bisa dijadikan sebagai alasan untuk membangun DESA MANDIRI ENERGI di daerah yang punya potensi lebih. sementara MITAN dan gas harus melalui proses fraksinasi yang rumit di pabrik.

4. sumber bahan baku bisa diberdayakan.

5. menurut pengalaman relativ lebih aman dibandingkan dengan kompor gas. apalagi yang 3 kg, yang banyak kasus terjadi ledakan.

kompor bioetanol dengan etanol 65%

kompor bioetanol dengan etanol 65%

tentang kekurangan

1.  tergantung konstruksi dari kompor bioetanol itu sendiri. ada banyak kompor bioetanol yang sudah dibuat. namun dari hasil dilapangan, kompor bioetanol generasi ke 3 REPINDO sudah cukup baik. karena sistemnya sudah seperti kompor gas. untuk detil kompor REPINDO klik disini atau disini.

2. warna api /kalor tergantung dari konsenrtasi alkohol. alkohol yang memiliki kemurnian tinggi, memiliki kalor yang tinggi dan warnanya lebih biru.

3. belum ada standar kompor bioetanol yang baik.

yang saya sampaikan adalah beberapa hal yang terjadi di lapangan.

untuk teman2 yang punya pengalaman serupa, kami membuka diskusinya.

Mansur Mashuri.

Kompor Bioetanol Repindo (2)

Model ini adalah buatan yang terbaru dan disempurnakan. warnanya yang pink seolah-olah kompor ini bagaikan gadis atau perawan yang sedang berbunga-bunga dan siap dilamar. siap dilamar…? nah dari kami menawarkan kompor ini untuk segera ada yang meminang dan mencobanya. mau 3x…

kompor ini full modifikasi dari edisi sebelumnya. chasing sudah sangat mirip kompor gas. tempat keluar apinya pun dari sperti pada kompor gas. hanya lubang pemasukan bahan bakar yang kita sesuaikan, kami memasang mirip spuyer terbalik. fungsinya adalah untuk inisiasi pembakaran.

bentuk yang lainnya adalah pengembangan kompor yang berwarna pink.

konstruksi memakai chasing kompor gas yang dimodifikasi.

pengaturan besar kecilnya etanol memakai putaran gas.

untuk keluaran api menggunakan bekas kompor gas yang dimodifikasi.

kompor bioetanol Repindo  generasi kedua (2)

kompor bioetanol generasi2

kompor bioetanol generasi2

kompor-asamara22

Harga @ Rp. 150.000

Pesan : mansur_mash@yahoo.com

Hp        : 081328042283

Kompor bioetanol Repindo Generasi (3)

Kompor bioetanol generasi 3

Kompor bioetanol generasi 3

fixed31

Untuk Jenis Kompor ini, kami sudah tidak memproduksi lagi, kompor ini adalah bagian dari perjalanan pembuatan kompor kami yang terus disempurnakan, hingga sekarang kami sudah berhasil membuat Kompor Bioethanol Generasi 4 seperti gambar dibawah ini :

KOMPOR BIOETHANOL G4

KOMPOR BIOETHANOL G4

Untuk Informasi Kompor ini :

Hubungi saya : Mansur Mashuri HP (081328042283 / SMS only) HARGA : Rp 175.000,- (diluar ongkos kirim)  transfer uang bisa melalui BCA KCP Katamso Yogyakarta No. Rek: 445-0961-391 atas nama : Mansur Mashuri konfirmasi transfer kirim ke email: mansur_mash@yahoo.com atau Hp : 081328042283 (SMS only)

Tulisan Terkait Kompor Bioethanol

1. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 4)

2. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 3)

3. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 2)

4. Kompor Bioethanol Gen 4 (bag 1)

5. Kompor Bioethanol vs Kompor gas

6. Petunjuk Pemakaian Kompor Bioethanol G4

Konversi Minyak Tanah dengan Kompor Bioetanol

Perhatikan berita di http://www.antara.co.id/arc/2008/11/14/kompor-gas-meledak-5-rumah-terbakar/

*Jakarta (ANTARA News) – Akibat kompor gas tiga kilogram meledak, lima rumah yang berada di Jalan Raya Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara Jumat (14/11) malam, hangus terbakar.

Api berkobar sekitar pukul 19.25 WIB, disertai suara ledakan yang terdengar keras. Menurut saksi mata, Alex (22), awalnya mendengar suara ledakan. “Saya pan keluar rumah dengar suara ledakan keras. Tak lama, banyak orang yang ngontrak d irumah ibu Nani berhamburan keluar rumah,” terangnya.

Dengan cepatnya api berkobar menyambar empat rumah yang berdekatan dengan Masjid Al Hikmah. Begitu juga dengan restoran sea food 99, yang letaknya persis di belakang rumah Nani.

Sebanyak 14 unit mobil dinas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sekitar pukul 20.30 WIB, api akhirnya dapat dipadamkan.

Menurut Kasie Operasi dinas pemadam kebakaran Jaja Aditya, dugaan sementara api berasal dari kompor gas yang meledak.

“Dalam peristiwa kebakaran tidak ada korban jiwa. Namun arus lalu lintas menjadi macet, karena pompa mobil pemadam mengambil air dari kali Semper Barat,” ujar Jaja.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Cilincing Iptu Basroni, saat ditemui dilokasi kebakaran mengatakan asal api dari rumah kontrakan Ibu Nani. “Saya sedang mencari siapa yang menggunakan kompor gas, yang diduga penyebab kebakaran,” ujar Kanit.(*)

Setelah pemerintah mencanangkan konversi minyak tanah ke kompor gas, hampir sebagian besar masayarakat di Jawa sudah berganti kompor dari minyak tanah ke kompor gas. gas ukuran 3 kg pun tersedia dimana-mana. bahkan dapat gratisan/dapat bantuan. ditambah kompor gas pula.

namun program konversi tsb, tidak berjalan mulus, banyak kejadian kompor dan  tabung gas bantuan pemerintah tsb  meledak.

kita pun jadi sangsi akan penggunaan kompor tsb. masalah kualiti kontrol kurang diperhatikan. aspek keselamatan pemakaian kompor sangat rendah.

alih-alih jadi irit, tetapi malah membahayakan keselamatan. nampaknya pemerintah harus mengevaluasi ulang thd tender pengadaan kompor dan tabung gas bantuan tsb. kasus yang terjadi pada kompor gas bantuan yang ada di rumah nenek saya, adalah tidak bisa dipakai. kasus ini banyak terjadi dimana-mana.

Nah, menjawab persoalan tsb, nampaknya perlu ada solusi. salah satunya mencari alternatif yang lebih aman.

kalau saya mengajukan solusi adalah dengan menggunakan kompor bioetanol. penggunaan etanol dapat mengurangi resiko ledakan.

kompor tsb kami rancang dan buat meniru kompor gas, persis. hanya bahan bakarnya menggunakan etanol. etanol 70% sudah cukup bagus. hampir menyerupai penggunaan kompor minyak tanah.

berikut kompor bioetanol yang kami buat :

baik  demikian semoga bermanfaat. masih ada kompor lain yang sedang kami buat

yang memerlukan kompor silahkan kontak saya.

mansur mashuri, ST