Membuat Gula Semut dari Gula Kelapa

Membuat Gula Semut dari Gula Kelapa

Perajangan Gula SemutMembuat Gula Semut dari Gula Kelapa ternyata sedikit berbeda dari yang menggunakan bahan baku Nira. Untuk membuat Gula Semut dari Nira Kelapa, bisa dilihat di Artikel INI. Tentunya proses yang berbeda, akan menghasilkan mesin pengolahan yang berbeda pula. Untuk Mesin Pengolahan Gula Semut dari Nira bisa dilihat LINK INI.

Lalu untuk membuat Gula semut dari Gula Kelapa seperti apa sih..?

Baik saya akan uraikan secara singkat tentang pengolahan gula semut dari Gula Kelapa. Rahasia ini saya sampaikan kepada teman-teman yang punya Gula Kelapa kemudian mau dibuat Gula Semut. Nah.. Teknik ini saya dapatkan dari hasil diskusi dari kawan muda Jogja, baru Lulus kuliah, kemudian sudah punya usaha di Bidang ini, dan Hebatnya.. Dia Sudah NIKAH lagi 🙂 .

Cara Pembuatan Gula Semut dari Gula Kelapa

  1. Pilih Gula Cetak yang bagus, tandanya Gula kalau kena panas sedikit mudah meleleh, kalau yang tetap keras, hati-hati…, itu biasanya sudah memakai obat kimia.., nah disarankan tidak memilih yang seperti itu, karena pembuatan gula semut hasilnya kurang memuaskan dan Tidak Bagus
  2. Rajang Gula Cetak tadi dengan mesin Perajang Gula Semut, usahakan tipis-tipis ya hasil rajangannya. Ini dimaksud untuk memudahkan proses pengeringan dan penghancuran gula semut
  3. Oven atau keringkan Gula hasil rajangan tadi, pilih Oven yang berbahan dasar minimal alumunium, kalau bisa stainless. lakukan pengovenan sampai mencapai kadar air 5%.
  4. Lakukan penepungan / perajangan hasil pengovenan gula tadi..
  5. Sortasi atau ayak hasil penepungan tadi dan
  6. kemaaaaas…
  7. Oya Jangan Lupa…, Untuk melihat Mesin Gula Semut dari Gula, Cukup BUKA disini saja, Hati-hati salah pilih 🙂

Nah Mudah bukan, untuk yang punya teknik ini, smoga ilmunya barakah ya 🙂

Iklan

Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa

Gula SemutGula Semut saat ini menjadi andalan produk dari kelapa, dengan memanfaatkan Nira kelapa atau Gula kelapa, kemudian diproses menjadi Gula Semut, produk ini menjadi rebutan banyak produsen produk minuman, terbilang produk2 minuman jahe, kopi instan, hampir kebanyakan menggunakan gula semut sebagai bahan gulanya.

Kenapa Gula semut atau Brown Sugar ini menjadi pilihan utama untuk produk minuman kemasan sekarang, antara lain karena kelebihannya. antara lain :

  • Bentuknya kristal dan mudah terlarut.
  • Gula semut dapat ditambahkan berbagai macam flavoring agent alami diantaranya jahe, kencur, temulawak sehingga dapat digunakan sebagai bahan minuman alami.
  • Nilai ekonomisnya lebih tinggi dan memiliki aroma yang khas.
  • Gula semut memiliki umur simpan yang lebih panjang (dengan kadar air 2-3% dengan pengemasan yang tertutup rapat).

Alasan tersebutlah yang menjadikan gula semut banyak diburu. Lalu semudah apakah membuat gula semut tersebut, jawabnya mudah. berikut petunjuk pembuatan Gula semut yang kami ambil dari situs dekindo.com.

PEMBUATAN GULA SEMUT

Alat yang dibutuhkan antara lain:

Bahan yang diperlukan :

  • Nira
  • Minyak tanah/kayu (Bahan bakar)
  • Minyak kelapa
  • Ayakan ukuran 20 mesh
  • Baskom plastik
  • Pembungkus plastik

Proses pembuatan seperti dibawah ini :

  • Nira disaring dan ditempatkan di baskom plastik.
  • Nira bersih dituang ke dalam wajan lalu dimasak dengan suhu pemanasan 110-1200C sambil diaduk sampai nira berwarna coklat dan mengental.
  • Untuk menghindari busa yang berlebihan, masukkan minyak kelapa (minyak klentik) dengan perbandingan 10 gram (1 sendok makan) untuk 25 liter nira.
  • Pemasakan dianggap selesai apabila tetesan nira kental bila dimasukkan ke dalam air berbentuk gumpalan atau serabut gula.
  • Kemudian nira dalam wajan didinginkan sambil terus diaduk perlahan-lahan selama kurang lebih 10 menit. Diamkan beberapa saat sampai mengembang.
  • Pengadukan diulangi dengan cepat memakai garpu kayu untuk memperoleh butiran-butiran kristal.
  • Lakukan pengayakan untuk memperoleh butiran-butiran yang seragam.
  • Kemudian dikemas dalam kantong plastik.
  • Selesai, dan sangat mudah bukan 🙂

Nah, silahkan bisa mencoba cara ini, edisi ini adalah membuat gula Semut dari NIRA. Jika Ingin melihat secara lengkap MESIN GULA SEMUT, bisa lihat DISINI

 

 

Membuat Keripik Kelapa Renyah dan Menyehatkan

Buah kelapa ternyata bukan hanya sekedar bisa dibuat minyak loh.., akhir-akhir ini banyak inovasi terhadap buah daging kelapa yang dapat dijadikan keripik.

Bahkan yang menarik seperti yang diberitakan http://www.republika.co.id,  “Keripik kelapa dengan merek Danielle, produk milik seorang WNI yang telah lama bermukim di Boston, Amerika Serikat (AS), memenangkan penghargaan Sofi Awards 2012. Anugerah itu diberikan di pameran makanan terkemuka AS, Fancy Food Show. “Penghargaan ini diberikan di Fancy Food Show, pameran makanan tahunan terbesar di AS, kepada produk makanan dan minuman yang paling menonjol dan inovatif,” kata Atase Perdagangan RI di Washington DC, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/7). Made Marthini mengungkapkan, produk keripik kelapa Danielle tersebut telah masuk ke jaringan ritel “high-end” ternama seperti Dean & Deluca.

Mantaaf toh…, nah bukankan alam kita indonesia ini sangat kaya akan buah kelapa, berita dan peluang ini harus segera ditangkap untuk pemberdayaan potensi kelapa menjadi aneka makanan yang sehat dan menguntungkan 🙂

Nah, pada artikel ini saya ingin sedikit berbagi cara membuat keripik kelapa yang renyah dan menyehatkan..

Untuk membuat keripik kelapa kita membutuhkan Mesin vacuum frying atau mesin penggoreng hampa. Ide penggunaan mesin vacuum Frying ini karena mesin ini dapat membuat aneka keripik buah dan sayur dengan sistim vakum. Dengan mesin ini, kita  bisa menggunakannya untuk membuat keripik Kelapa, bahkan juga bisa lainnya seperti untuk membuat keripik mangga, keripik melon, keripik nanas, keripik pepaya, keripik salak, jamur tiram dan lain-lain

Cara Kerja Mesin Vacuum Frying / Penggoreng Vakum

  • Buah kelapa yang sudah dirajang  digoreng pada mesin vacuum frying, dengan medium minyak goreng.
  • Supaya hasilnya lebih bagus, minyak goreng yang dipakai tentunya pakai minyak goreng kelapa ya 🙂
  • Pemanasan minyak goreng kelapa disetting pada suhu rendah (80-85 derajat celcius).
  • Pemanasan ini menggunakan bahan bakar LPG.
  • Untuk mempercepat penggorengan, maka dilakukan penyedotan kandungan air pada buah dengan cara pemvakuman.
  • Pemvakuman ini menggunakan pompa khusus, dengan tenaga listrik.
  • Suhu penggorengan terkontrol otomatis (80-85 derajat celcius).
  • Suhu yang terjaga rendah menjadikan keripik tidak gosong, sehingga warna sesuai aslinya.
  • Suhu juga bisa Anda atur sesuai keinginan
  • Mesin dirangkai sedemikian rupa, sehinga Anda bisa mengoperasikannya dengan mudah.

Kelebihan Cara Membuat Keripik kelapa yang Digoreng Dengan Vacuum Frying

  • Nutrisi tidak hilang, karena digoreng pada suhu rendah (80-85 Derajat Celcius), disertai dengan pemvakuman
  • Warna tidak berubah dan tidak gosong
  • Penggorengan alami, tanpa penambahan zat pewarna dan perasa
  • Keripik renyah dan nikmat

Mengapa Peluang Usaha Keripik Buah dan Keripik kelapa Menggiurkan ?

  • Bahan baku mudah diperoleh
  • Keuntungan bisa mencapai 100 %
  • Pasar terbuka lebar dan peluang eksport sangat besar
  • Mesin bisa untuk menggoreng aneka ragam buah dan bahan lain
  • Proses Cara Membuat Keripik kelapa, produksi dan pengelolaan usaha sangat gampang

Nah Silahkan dicoba 🙂

Bituman : Biji Tumbuh Mandiri Media Cocopeat Sabut Kelapa, alternatif untuk Reklamasi Tambang

Ini Berita Copas dari Blog Tetangga, semoga Bermanfaat

Pertambangan tidak hanya membinasakan keanekaragaman tanaman di hutan, namun juga mengelupas tanah sampai miskin hara. Untuk menumbuhkan biji-biji tanaman di hutan rusak, Agus Kristijono merekayasa Bitumman, yaitu biji tumbuh mandiri hasil simbiosis mikoriza abuskular dan bakteri rizosfer.

Mikoriza abuskular adalah jamur yang banyak terdapat di akar pohon pinus dengan ikutannya bakteri rizosfer. “Tanpa mikoriza, akar yang mulai tumbuh dari biji-bijian akan sulit mengambil nitrogen dan fosfor untuk pertumbuhan,” kata Agus, perekayasa utama pada Pusat Teknologi Sumber Daya Lahan, Wilayah, dan Mitigasi Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Mikoriza memiliki keunikan, yaitu akan tumbuh dengan baik justru di lahan yang kurang atau sama sekali tidak subur, misalnya lahan-lahan bekas tambang.

Ketiadaan hara memicu mikoriza tumbuh optimal untuk mengikat nitrogen dan fosfor sebanyak-banyaknya dari atmosfer. Di lahan yang subur, mikoriza justru malas bekerja.

Sistem pertahanan hidup mikoriza seperti itu dimanfaatkan Agus untuk memodifikasi bibit tanaman revegetasi yang bertujuan menghutankan kembali lahan rusak. Kegiatan risetnya berlangsung tahun 2009-2011.

Hasil uji cobanya dievaluasi pada tahun 2012. Biji tumbuh mandiri dengan label merek Bitumman ini diuji di lahan bekas tambang batubara di Kalimantan Timur dan lahan bekas tambang nikel di Sulawesi Tenggara.

Bitumman dicoba dirakit dari beberapa biji tanaman, di antaranya biji akasia dan albizia, yang pada usia 18 bulan mampu tumbuh di atas rata-rata. Pada tahun 2013 akan dimulai riset dan pengembangan untuk metode aeroseeding, yakni penebaran Bitumman dengan pesawat terbang.

”Aeroseeding mempersyaratkan kemasan Bitumman lebih tahan benturan agar formulanya tetap aman ketika dijatuhkan ke tanah dari pesawat udara,” kata Agus.

Briket sabut kelapa

Bitumman berisikan biji tanaman dilapisi biofertilizer mengandung mikoriza abuskular dan bakteri rizosfer yang diletakkan dalam briket sabut kelapa. Briket ini menjadi media tanam sekaligus penyimpan cadangan air.

”Dari percobaan kami juga digunakan briket gambut dari Rawa Pening di Jawa Tengah. Tetapi, briket sabut kelapa mampu lebih banyak menyimpan air,” lanjut Agus.

Briket sabut kelapa (cocopeat), menurut dia, sebaiknya menggunakan limbah sabut kelapa. Saat ini, sabut kelapa diolah industri untuk dimanfaatkan seratnya. Serat itu digunakan untuk berbagai keperluan, seperti tali, serta memperkuat struktur lapisan tanah.

Briket sabut kelapa memanfaatkan remah-remah serat. Dari hasil penelitian, dalam jangka waktu 48 jam, briket sabut kelapa mampu menyimpan air hingga 3,8 mililiter per gram dengan kemampuan daya simpan awal 3,4 mililiter per gram.

Ketersediaan cadangan air dari media tanam ini merangsang perkecambahan biji tanaman di dalamnya. Mikoriza kemudian bersimbiosis dengan akar yang mulai tumbuh.

Memupuk sendiri

Agus mengatakan, pada prinsipnya inovasi Bitumman merupakan upaya pemupukan sendiri oleh tanaman yang akan tumbuh. Mikoriza menggunakan medium akar untuk pertumbuhannya.

Mikoriza mengikat nitrogen dari atmosfer, nitrogen dimanfaatkan tanaman untuk tumbuh. Penyerapan nitrogen melalui akar yang ditumpangi mikoriza tersebut.

Biofertilizer yang mengandung fosfor diurai bakteri rizosfer. Penguraian fosfor ini bermanfaat memberikan makanan bagi tanaman.

”Dari hasil uji tanam Bitumman dengan biji albizia, pada usia enam bulan sudah mencapai tinggi 1,5 meter. Ketika mencapai usia 18 bulan sudah setinggi 4 meter. Ini di atas rata-rata normal,” ujar Agus.

Biji tanaman tanpa mikoriza akan sulit tumbuh. Pertumbuhan mikoriza akan bersimbiosis sampai akar menjadi kuat.

Jamur akar ini bisa berpindah ke akar tumbuhan lain. Saat ini, hasil rekayasa Bitumman mulai digalakkan untuk program rehabilitasi atau reklamasi lahan bekas tambang.

Aplikasi Bitumman lebih efisien dibandingkan dengan sistem revegetasi atau reboisasi yang ditempuh selama ini. Briket sabut kelapa dimungkinkan tanpa penyiraman karena mampu menyimpan air.

Dengan demikian, Bitumman lebih tepat ditebar pada saat memasuki musim hujan. Tanaman menjadi tidak perlu penyiraman secara rutin.

Aeroseeding

Dengan pengembangan aeroseeding, diharapkan penebaran Bitumman di lahan yang sulit ditempuh makin mudah. Pada tahun 2014, diharapkan metode aeroseeding bisa diuji coba.

Selain menyediakan cadangan air, penggunaan media tanam briket sabut kelapa juga memberikan keuntungan lain. Sabut kelapa memiliki pori-pori yang memungkinkan kondisi tanah di sekitarnya tetap gembur. Hal ini memudahkan pertukaran udara dan masuknya sinar matahari.

Briket sabut kelapa mengandung Trichoderma molds, enzim dari jamur yang mampu mengurangi risiko penyakit dari dalam tanah. Kandungan unsur haranya mencakup kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), dan fosfor (P).

Pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 yang mengatur kewajiban perusahaan pertambangan melakukan reklamasi, rehabilitasi, dan revegetasi lahan pascatambang.

Jika ada ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut, pemerintah berhak mencairkan dana deposit yang diserahkan perusahaan sebelum mengawali usaha tambangnya. Dana tersebut harus digunakan untuk memulihkan kembali lahan yang ditambang.

Hasil rekayasa Agus ini mendesak untuk diterapkan di lahan seperti di Kalimantan dan sebagian Sumatera. Kalau tidak, lahan rusak makin menganga dan menebar ancaman bagi kehidupan lingkungan di sekitarnya.

Sumber: ristek.go.id (Kompas 14/9/2012)

Informasi Mesin Kerajinan Tempurung Kelapa

Sahabat…

Lama tidak update blog, Ada yang baru nih.., Tim Rumah Kelapa Indonesia baru menyediakan Mesin Kerajinan Tempurung Kelapa, bagi kawan-kawan yang ingin tahu mesin dan spesifikasinya, bisa dilihat di LINK ini ya.. Mohon maaf kami sebenarnya sudah lama ingin memberikan fasilitas pengadaan mesin ini, namun baru pada kesempatan kali ini, baru bisa terwujud.

Oh ya, bagi yang ingin pelatihan dengan mesin ini, kami juga bisa menyediakan lho..

Monggo-Monggo bisa dilihat sini www.RumahMesin.com

 

Salam

Mansur Mashuri

Cp. 0813 2804 2283 / PIN BB : 28360D6E