Cara Menjual dan Memasarkan Produk Sabut Kelapa Cocofiber

Dari Pertanyaan di Blog ataupun via Facebook, banyak teman bingung menjual potensi sabut kelapa, sy mau sdikit share ya, dalam rangkuman kultweet (Kuliah Twitter) @PakarKelapa #Cocofiber smoga manfaat 🙂

  1. Sejak lama, Indonesia dikenal sbg penghasil kelapa TERBESAR di Dunia
  2. Produsen Terbesar kelapa, tetapi masih minim pemanfaatan produknya, Justru masih kalah dg negara spt Srilangka, apalagi produ
  3. Olahan sabut kelapa dikenal dg #Cocofiber, adalah bahan material produk-produk canggi
  4. #Cocofiber dikenal sejak lama sebagai bahan baku Jok pesawat, Jok mobil mewah teknologi Jerman
  5. Lantas siapa yang menjadi pionir dalam industri #Cocofiber? Negara Miskin di Asia Selatan Srilangka justru pionirnya
  6. Peluang pasar cocofiber yang sangat besar, skrng diambil alih oleh China, mereka produsen terbesar produk turunan tsb
  7. Sementara Indonesia, baru sebatas suplayer bahan baku #Cocofiber untuk China
  8. Industri olahan #Cocofiber Indonesia, sebenarnya sudah mulai ada, tetapi baru sebatas asal ada
  9. Tercatat bbrapa produsen olahan #Cocofiber tanah air yg sudah brjalan ada di daerah Lido Jawa Barat & sbagian di daerah Kebumen Jateng
  10. Namun sayang, produk mereka belum bisa competitif bersaing dg produk China. Kualitas dan pemasaran, masalah klasik pengusaha kita
  11. Ada rekan bisnis yg cukup bagus produknya, sayang manajemennya belum bs menembus pasar yg lebih besa
  12. Akhirnya, Kita masih rela dianggap sebagai Negara pengekspor Raw Material Saja
  13. Cap Negara Pengekspor terbesar #Cocofiber masih lebih bagus, dibanding jika Cocofiber dibakar sebagai sampah saja
  14. Fakta ironis memang, sebagai besar Sabut kelapa di Luar Jawa belum diolah sama sekali, #Cocofiber sekalipun
  15. Banyak rekan luar jawa yg sudah berniat mengolah Sabut Kelapa spy tidak dibiarkan atau dibakar saja
  16. Dan atau ada sebagian yg sudah tahu diolah jadi cocofiber, tetapi banyak tidak tahu cara pemasarannya
  17. Kalaupun sudah tahu cara pemasarannya, sering terkendala persoalan infrastruktur akses produk kelua
  18. Pasar #Cocofiber saat ini, sangat besar kebutuhannya, info dr beberapa rekan pengusaha, kebutuhan hampir lebih besar dr suplai
  19. Peluang pasar Terbuka #Cocofiber ini sebenarnya peluang, sekaligus tantangan, khusus bagi kawan-kawan diluar Jawa
  20. Bagi Luar Jawa, bahan baku cocofiber sama sekali bukan masalah, Justru melimpah
  21. Sementara di Jawa, dg segala kemudahan infrastruktur untuk ekspor, sering kendala bahan baku jadi masalah
  22. Tercatat daerah seperti Ciamis, Jogja, Kebumen, Banyuwangi atau daerah pantai selatan Jawa banyak Industr
  23. Nah, Lalu bagaimana dg Luar Jawa…? saya kira dr uraian sy awal, masih ada beberapa peluang untuk memecahkan masalah pasa
  24. Kalau untuk masalah pasar, diluar persoalan infrastruktur, skrng pasar relativ terbuka, Apalagi skrng Media Sosial sangat MUDAH membantu
  25. Orang sekelas @pakarseo bisa merubah Pasar yg remang-remang menjadi terang benderang, Media Internet jadi Toolnya
  26. Penggunaan media sosial Internet mempermudah sgalanya, email, blog, media online spt twitter, Facebook adalah alat wajib untuk pemasar
  27. Penggunaan media Internet untuk pemasaran #Cocofiber wajib dipakai untuk memperbesar pemanfaatan cocofiber
  28. Jika media Internet sudah dikuasai, selanjutnya kesiapan infrastruktur yang harus diperhatikan
  29. Saat ini, pelabuhan ekspor baru tersedia di beberapa tempat, belum merata. Mau Usaha #Cocofiber, Catat ini harus jadi Perhatia
  30. Diluar Jawa, pelabuhan ekpor yang memadai baru di Belawan Medan, Panjang Lampung, dan di Bitung Manado
  31. Sementara di Jawa, ada Pelabuhan Tj Priuk Jakarta, Tj Emas Semarang dan Tj Perak Surabaya
  32. Bagi kawan-kawan dilaur Jawa, perhatikanlah apakah sebegitu dekatkah dg pelabuhan ekspor impor tsb…?
  33. Kalau dekat atau relativ terjangkau khususnya biaya transportasinya, maka siap-siaplah menjadi pengusaha
  34. Tetapi kalau jauh, maka perlu dihitung ulang, apakah ongkos kirim masih sesuai dg margin yg akan didapat
  35. Contoh kasus, jika lokasi di NTB. Pelabuhan terdekat adalah Tanjung perak surabaya
  36. NTB merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar jg, namun pemanfaatan baru sebatas Kopra. Ini PELUANG….. 🙂
  37. Ambil daerah seperti lombok barat. Sumber kelapa, bahan sabut kelapa melimpah, blm ada persaingan usaha #Cocofiber. Peluaaaaang….
  38. kemudian langkah selanjutnya adalah Lihat transportasinya…, info dr kawan katanya Fuso ke Surabaya, cuma 2,5jt ini PELUAAANG….
  39. Kenapa…? karena di Jawa Saja, contoh Ciamis, kalau mau kirim ke Tanjung Priok ya harganya berkisar 2-3jt per Fuso…
  40. Nah Ini saya maksud sebagai studi kasus untuk melihat bagaimana suatu daerah Cocok untuk usaha #Cocofiber atau tidak..
  41. Rekan-rekan… kenapa sih usaha cocofiber menjanjikan… ? sya berikan ilustrasi sederhana yah…
  42. Begini… harga jual cocofiber diangka Rp 2400 per kg, ongkos produksi di Jawa Rp 1600-1800 per kg, kondisi bahan baku beli
  43. Berarti marginnya adalah minimal Rp 600 per kg, hebat bukan? pdahal sekali kirim per kontainer 18 ton,sekali kirim margin sampai 10jt an
  44. satu kontainer 18 ton hanya perlu dicapai 10 hari saja lho…, biasanya proses produksi rata-rata 2 ton per hari
  45. Sekarang kalau bahan baku gak beli, dg kondisi sama, margin kemungkinan tambah jg, ttp ingat ttp hitung ongkir ya.. 🙂
  46. Menggiurkan bukan…? Faktor inilah yang membuat Industri #Cocofiber seolah tertutup tp sebenarnya Pasar Terbuka…
  47. Faktor biaya transportasi, kesediaan bahan baku menjadi hal utama dalam proses industri olahan sabut kelapa
  48. Lalu apalagi yang menentukan berhasilnya industri olahan ini? jawabanya adalah mesin produksinya.
  49. Mesin Produksi Cocofiber minimal terdiri dari mesin pengurai, penyaring dan press
  50. Pembelian mesin yang relativ mahal, trkadang menjadi sandungan untuk masyarakat petani kelapa untuk mengolah peluang Industri
  51. Pembelian mesin yang relativ mahal, trkadang menjadi sandungan untuk masyarakat petani kelapa untuk mengolah peluang Industri
  52. Namun bagi pemilik modal, peluang ini adalah kesempatan emas untuk meraup untung dari bisnis sampah ini
  53.  Seperti apa bentuk mesin cocofiber, silahkan bisa dibaca dilink ini ~> http://rumahmesin.com/mesin-produksi-kelapa/jual-mesin-sabut-kelapa/
  54. Produk samping #Cocofiber ada serbuk sabutnya atau cocopeat, peluangnya bisa dibaca disini http://rumahmesin.com/artikel-proses/mencetak-cocopeat-blok-serbuk-sabut-kelapa-bernilai-ekspor/

Barangkali cukup sekian dulu saya mengupas bisnis #Cocifiber, terima kasih om @pakarseo atas Retweetnya 🙂 berkah melimpah

Ada pertanyaan berarti ada Jawaban, ada masalah berarti ada solusi, pengikat solusi adalah tulisan.. Monggo smoga manfaat 🙂

Demikian KulTweet kami, Follow saya di @PakarKelapa

Iklan

Peluang “Panas” Usaha Cocofiber / Serat Sabut Kelapa

Saya cukup terkejut mendapat informasi dari agen cargo di semarang, dia mengatakan “Sekarang Ekspor Furniture Indonesia banyak sekali mengalami penurunan, tetapi ekspor dan permintaan Cocofiber LUAR biasa banyak”

Pun sama dengan kami yang memiliki 2 pabrik pengolahan cocofiber / serat sabut kelapa di Yogyakarta mengalami permintaan yang Luar biasa, sampai kami harus pintar-pintar memilih calon buyer yang potensial.

Peluang Panas Usaha Cocofiber yang bisa menghasilkan dolar, sangat sayang dilepaskan begitu saja. Karena itu, jika ada kawan-kawan yang baru mulai usaha atau baru rencana usaha cocofiber, kami menawarkan kemitraan kerjasama pemasaran untuk mensuplai permintaan terhadap terhadap kami.

Untuk yang punya produk cocofiber, silahkan bisa menghubungi kami lewat email : mansur_mash@yahoo.com atau SMS di no Hp. 081328042283.

Atau yang tertarik usaha cocofiber, kami juga menawarkan pelatihan dan seperangkat alat pabrik cocofiber. Mesin dan peralatan cocofiber adalah sebagai berikut :

  1. Kapasitas Pabrik 1-1,5 ton per hari, cukup dengan Rp 85.000.000,-
  2. Kapasitas pabrik 4 ton per hari, cukup hanya dengan Rp 120.000.000,-

Mesin paket cocofiber antara lain : mesin pengurai, mesin penyaring, mesin press dan motor penggerak.

Info kontak :

Mansur Mashuri, email : mansur_mash@yahoo.com, SMS : +6281328042283

 

 

 

 

Cara Pemanfaatan Sabut Kelapa

Kawan-kawan di daerah luar jawa, banyak yang melontarkan pertanyaan bagaimana memafaatkan sabut kelapa yang melimpah. Persoalan utama adalah bahan baku melimpah, tapi miskin pemanfaatan. Banyak yang peduli, tapi kebingungan memulainya.
Disini akan dibahas beberapa alternatif yang saya kira bisa menjadi solusinya.
  1. Seluruh bagian sabut kelapa dihancurkan untuk media tanam atau pupuk. Karakter produk ini, mampu menyerap air dan pupuk sehingga dapat menambah kesuburan tanah. Cara ini adalah langkah mudah, karena tidak perlu keahlian khusus dan pemikiran panjang untuk pemanfaatannya.
  2. Sabut kelapa dipisahkan antara serat dan serbuknya. Produk ini adalah cocofiber dan cocopeat. Cocofiber adalah bahan dasar untuk kerajinan sabut kelapa, sedangkan cocopeat untuk media tanam dan pupuk. Langkah mudah pemanfaatan produk adalah dengan menjual cocofiber, khusus luar jawa sangat berpotensi besar untuk ekspor sabut kelapa/cocofiber. Hanya perlu dipertimbangkan tentang transportasi, agar harga bisa kompetitif. Khusus yang dekat dengan pelabuhan besar, adalah peluang untk ekspor produk tersebut.
  3. Membuat cocopeat blok untuk keperluan ekspor. Pasar Korea sangat besar untuk produk ini. Namun untk usaha ini, perlu tambahan dana untuk alat press cocopeat.
  4. Cocofiber digunakan sebagai bahan dasar industri tali untuk kerajinan, atau tali kapal dll.
  5. Cocofiber sebagai bahan dasar industri kerajinan rumah tangga. Kesed, matras olahraga, sapu rumah, sikat adalah contoh kecil untuk industri ini.
  6. Cocofiber untuk industri mebelair. Produk turunan ini sangat banyak aplikasi, seperti untuk kasur spring bed, jok mobil, jok pesawat,  untuk matras olahraga, untuk cocopot/pot sabut, untuk bahan dasar pengganti fiber glass, peredam suara dll, aplikasi produk mebelair biasa disebut dengan rubberrized coir/ industri sabut berkaret.
  7. Cocofiber dan cocopeat dapat digunakan untuk aplikasi penghijauan. Produk cocomesh dan cocofiber dapat menghijaukan lahan-lahan kritis, reklamasi pantai dengan mencegah erosi dan abrasi.
  8. Cocofiber juga dapat diaplikasikan untuk sarana penghijauan taman. Unsur serap air pada cocofiber dapat dimanfaatkan untuk membuat garden roof (taman atap bangunan) juga dapat dibuat taman buah-buahan di lahan terbatas.
Dari sekian banyak manfaat dan aplikasinya, kawan-kawan didaerah bisa mengukur kemampuan, sampai sejauh mana dapat dilakukan, apakah hanya pada pemanfaatan raw material/ bahan dasar, ataukah untuk kepentingan produk turunannya.
Pemanfaatan raw material cocofiber khusus untuk ekspor sangat besar, China dan korea adalah penyerap terbesar sampai saat ini, juga untuk pasar eropa. Hanya kembali untuk kawan-kawan di daerah, perlu dipikirkan tentang transportasinya. Mudah tidak…?
Selama ini, jika akan dikembangkan untuk industri turunan sabut kelapa, kendala terbesar di daerah luar jawa adalah SDM pengolahnya. Maka dengan melihat daftar diatas, bisa memperkirakan akan dibawa kemana arah pengembangan sabut kelapa tersebut.
Jika kawan-kawan, ingin mengetahui lebih jauh tentang pemanfaatan produk turunan sabut seperti diatas, kami dari RumahSabut Yogyakarta, bisa memfasilitasi untuk Pelatihan peningkatan life skill produk sabut.
By :
Mansur Mashuri (Pelaku Bisnis Sabut Kelapa, Tinggal di Yogyakarta)

 

Peluang Bisnis Ekspor Sabut Kelapa/Cocofiber

Selama menggeluti bidang usaha produk turunan sabut ini banyak hal yang menarik yang terjadi, lika-liku dan dinamika dalam menjalankan usaha banyak memperkaya pengalaman. Selama ini saya pemilik RumahSabut Yogyakarta hanya fokus ke dalam produk turunan sabut, antara lain produk untuk aplikasi lingkungan seperti cocomesh, cocopot, cocosheet, juga produk untuk kebutuhan rumah tangga yaitu sabutret (produk sabut kelapa berkaret).

Namun dalam perjalanan, teryata banyak para pengunjung blog ini yang menanyakan dan mencari serat sabut kelapa (cocofiber). Begitu banyak orang yang mencari dengan kebutuhan yang sangat besar, utamanya untuk tujuan ekspor, kebutuhan mulai dari 100 ton/ bulan bahkan lebih. Namun  dengan sangat terpaksa, saya pun memberikan jawaban kepada para pencari sabut kelapa, “maaf saya tidak punya serat sabut kelapa (cocofiber), karena sabut kelapa kami sudah habis untuk produksi olahannya”. Begitu sering saya memberikan jawaban seperti itu.

Baca lebih lanjut