Peluang Bisnis Ekspor Sabut Kelapa/Cocofiber

Selama menggeluti bidang usaha produk turunan sabut ini banyak hal yang menarik yang terjadi, lika-liku dan dinamika dalam menjalankan usaha banyak memperkaya pengalaman. Selama ini saya pemilik RumahSabut Yogyakarta hanya fokus ke dalam produk turunan sabut, antara lain produk untuk aplikasi lingkungan seperti cocomesh, cocopot, cocosheet, juga produk untuk kebutuhan rumah tangga yaitu sabutret (produk sabut kelapa berkaret).

Namun dalam perjalanan, teryata banyak para pengunjung blog ini yang menanyakan dan mencari serat sabut kelapa (cocofiber). Begitu banyak orang yang mencari dengan kebutuhan yang sangat besar, utamanya untuk tujuan ekspor, kebutuhan mulai dari 100 ton/ bulan bahkan lebih. Namun  dengan sangat terpaksa, saya pun memberikan jawaban kepada para pencari sabut kelapa, “maaf saya tidak punya serat sabut kelapa (cocofiber), karena sabut kelapa kami sudah habis untuk produksi olahannya”. Begitu sering saya memberikan jawaban seperti itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menembus Ekspor Produk Turunan Sabut Kelapa

Rumah Sabut Yogyakarta dalam awal didirikannya berniat menembus batas pasar  ekspor penjualan produk-produk sabut kelapa ke luar negeri, seperti dalam tulisan disini.

Berbagai upaya dilakukan, antara lain memasang iklan/artikel disitus-situs penjualan international, juga tentunya memanfaatkan blog tercinta ini. Berbagai permintaan penawaran mengalir, ada yang datang langsung dari negeri seberang langsung, bisa by email, atau juga ketemu langsung, atau ada juga ekspatriat yang memang sengaja tinggal di Indonesia yang mencari barang-barang khusus dari Indonesia, atau bahkan juga ada ekportir lokal. Semuanya kami layani dengan maksimal. Selama ini tujuan ekpor antara lain untuk Jepang, Korea, China, dan Italia.

Dari beberapa praktek penawaran kepada para calon ekportir, sampai tulisan ini dibuat, kami belum berhasil membuat deal satu pun untuk tujuan ekpor produk-produk turunan sabut kelapa. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Salah satu faktor terbesar adalah masalah Harga Jual. Sebenarnya jika permintaan ekspor bahan baku sabut kelapa/cocofiber dilayani mungkin sudah terjadi ekspor, namun sampai sekarang ini, komitmen kami untuk tidak mengekspor bahan baku sabut kelapa masih tetap kami pegang.

Hampir semua produk sabut kelapa seperti cocomatras, cocopot, cocomesh, coir rope, dll, ada saja permintaan ekspor. Namun dibalik banyak permintaan ekspor tersebut, saya ada beberapa pengalaman yang ingin kami bagikan kepada para pembaca blog ini, barangkali ada urun rembugnya.

Harga Jual yang tidak bersaing sampai saat ini, selalu kalah saing dengan penawaran harga dari Vietnam, Philipina, Bangladesh juga India.

Hal yang menjadi keheranan saya adalah, apa yang menyebabkan harga dari kita (produk Indonesia) belum kompetitif dari segi harga, dan yang menjadi pertanyaan saya :

  1. Apakah benar, harga bahan baku kita kemahalan?
  2. Apakah benar, ongkos tenaga kerja kita tinggi?
  3. Apakah benar, harga bahan pendukung kita mahal?
  4. Apakah kebijakan biaya administrasi ekspor kita terlalu rumit, sehingga biaya membengkak?
  5. Apakah hanya permainan buyer saja, yang akal-akalan untuk menjatuhkan harga?
  6. Atau ada hal lain yang bisa menyebabkan produk turunan sabut indonesia belum bisa bersaing..?

Tulisan bersambung….. yang akan menjawab tentan pertanyaan-pertanyaan tadi.

By

Mansur Mashuri

 

Aneka “Cocopot” Pot Tanaman yang Ramah Lingkungan

RumahSabut Yogyakarta, terus ikut berperan dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, dengan senantiasa menghadirkan produk-produk Eco-Green. Salah satunya adalah Cocopot.

Cocopot atau pot yang berasal dari sabut kelapa yang dibentuk dengan bantuan latek alam. Berbagai variasi produk kami hasilkan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Antara lain untuk keperluan, pertamanan, pembibitan, juga dapat berfungsi sebagai hiasan.

Banyak produk kami diserap untuk keperluan reklamasi tambang, pertamanan, juga untuk hiasan. Berikut kami sampaikan contoh-contoh Cocopot yang berhasil kami produksi.

Cocopot ramah lingkungan

Cocopot silinder untuk keperluan taman

Cocopot Tabung Silinder Cocok untuk Pembibitan tanaman keras

 

Cocopot kecil cocok untuk pembibitan


Untuk Informasi dan Pemesanan:

Hub : Mansur Mashuri, Cp (081328042283), email : mansur_mash@yahoo.com

Homebase : Jl. Gedongkuning Selatan 202 Yogyakarta, Indonesia

Rumah Sabut Pusat Produksi Cocomesh di Jawa

RumahSabut Yogyakarta, yang selama ini konsen mengolah dan memasarkan produk-produk olahan sabut kelapa, seperti untuk kerajinan rumah tangga (sapu, kesed, tali dll), kerajinan sabutret (matras, kasur, jok mobil, jok kursi pesawat), aneka produk untuk lingkungan (cocopot, cocomesh, cocomulsa dll).

Kepercayaan dari konsumen terus meningkat, seiring sosialiasi tanpa henti dari produk sabut baik dari segi ekonomis kemanfaatan produk sabut, ataupun kepuasan konsumen terhadap produk-produk kami.

Produk turunan sabut kelapa yang digunakan untuk aplikasi lingkungan seperti Cocomesh dan Cocopot, semakin banyak diburu oleh para perekayasa konservasi lingkungan.

Produk Cocomesh dan cocpot kami sudah banyak terpakai untuk perusahaan yang bergerak di bidang konservasi tambang, seperti PT Unitek Borneo di Kalimantan Timur, PT Agincourt Resources di Medan, PT Freeport Mining Indonesia, juga untuk beberapa konsumen  untuk reklamasi tambang di sumatera lainnya.

Kami berharap sosialisasi penggunaan cocomesh untuk keperluan reklamasi tambang, atau untuk penguatan jalan, tebing, pencegah longsor, reklamasi pinggir pantai, dapat semakin lebar.

RumahSabut Yogyakarta sebagai Pusat Produksi dan Pemasaran Cocomesh di Jawa mampu memproduksi cocomesh dengan skala besar dengan waktu yang cepat, kami banyak memberdayakan masyarakat dalam proses produksinya.

Beberapa aktivitas produksi Cocomesh :


Kegiatan produksi di Masyarakat

Cocomesh memiliki nama lain coir net, coir roll, coir mat, coir geotextile atau jaring  sabut kelapa memiliki beberapa keunggulan antara lain :

  1. Bahan adalah serat alami
  2. Bahan serat kuat, mampu bertahan lama tetapi biodegradable
  3. Mampu menahan air

Cocomesh memiliki beberapa dimensi

  1. Jarak antar tali : 2×2 cm, 3×3 cm, 4xcm
  2. Diameter tali : 0,4 – 0,7 cm
  3. dimensi : 1×50 m, 1x30m , 2x25m, 2x30m, 2×50 m as requirement
  4. Harga : menyesuaikan ukuran
  5. Kapasitas produksi : > 20.000 m2 / bulan
  6. Pengangkutan : kontainer 20 ft ~ 4300 m2,
    truk fuso ~ 6000 m2, truk tronton ~ 10.000m2

Workshop :
Jalan Parangtritis Km 5.8 Yogyakarta, Indonesia

Office :
Jalan Gedongkuning Selatan 202 Yogyakarta, Indonesia
email : mansur_mash@yahoo.com
Contact person : Mansur Mashuri (081328042283)

 

 

GooGle Adsense Nangkring di Blog Tercinta Ini

google adsenseSaya agak lama tidak menggunakan PC (personal computer) dikamarku, untuk urusan ngeblog, ngenet, chatting dll, saya lebih suka pakai laptop, karena simpel 😀

Namun 2 hari ini, sejak kemarin, saya beralih ke PC. banyak fitur yang tidak dimiliki oleh PC. akhirnya kerjaan saya, banyak download aplikasi-aplikasi internet yang baru. Lumayan banyak nguras Jatah kapasitas IM2 unlimitedku.

Suatu waktu, saya coba Googling pake softwarenya mbah google, iseng saja, saya ketikan “Kelapa“, saya pengen tahu, apakah blog saya yang mengupas tentang kelapa ini terindex oleh mbah Google. Hmm… ternyata dengan keyword tersebut, blog saya cuma nangkring di halaman 2 mbah google. Gpp, blog yang belum genap setahun tersebut sudah cukup ramai kok, dueh ke GR an 😀

Tapi saya gak berkecil hati kok, untk keyword-keyword tertentu seperti asap cair, cocomesh, cocopot, yang merupakan turunan produk kelapa, blog saya menjadi yang pavorit… heh narsis ya 🙂

Saya lanjutkan cerita tentang keisengan Googling saya ttg kelapa, ketika blog saya nangkring di halaman ke-2 mbah google, saya coba klik… ternyata diblog tersebut, nangkring GooGle Adsense. Hmm kok bisa ya.. ? padahal saya gak pernah daftar Adsense pakai wordpress. lha wong pernah coba pakai Blogger saja, blog yang recomended untuk adsense, gagal terus. ini WordPress kok muncul..?

Google Adsense merupakan layanan iklan online, dimana situs atau blog yang memasangnya akan mendapatkan share fee per klik. Semakin banyak klik pada iklan, maka akan semakin BESAR pendapatan dari penayang. Denger-denger dari teman, per bulan dia dah peroleh pendapatan 500 – 1.000 US$, marai ngiler… sekarang katanya dah bisa buat rumah pula dari usahanya di Google Adsense ini.

Yang jadi pertanyaan saya sekarang adalah… apa untungnya buat saya ketika Google adsense nangkring di blog tercinta ini saat orang klik blog ini, dan juga klik iklan di Google Adsense… hmm.

Namun saya ambil sisi postivnya saja, mungkin ya, si Mbah Google mungkin percaya sama isi blog ini, ramai blognya, so dia gak tahan pengen masukin iklannya disini 😀