Cara Pintar Membuat Minyak Goreng Kelapa Premium

Minyak goreng kelapa premium adalah sebutan saya terhadap minyak goreng kelapa yang berkualitas barco (merk minyak kelapa dipasaran). Minyak ini sangat bagus, kualitasnya sama dengan yang ada dipasaran, Bisa tahan sampai 2-3 tahun.

Membuat minyak ini mudah, sangat tepat diajarkan kepada para petani kelapa untuk memulai usaha mengolah daging kelapa menjadi minyak goreng kelapa berkualitas.

Proses yang dilakukan adalah :

  1. Proses membuat CCO/VCO
  2. Proses Netralisasi
  3. Proses penyaringan

Untuk bisa membuat VCO/CCO dapat dilihat di artikel ini. Kemudian untuk proses netralisasi adalah menghilangkan free fatty acid dengan mengikatnya dengan basa menjadi sabun. Ukuran basa adalah 4M dari total minyak.

Langkah terakhir adalah dengan pemisahan dan penyaringan sabun/gliserol  yang terbentuk dari minyak goreng. Hasilnya akan diperoleh minyak goreng sesuai standar  SNI.

Bagi calon pengusaha atau pemerintah daerah terkait yang mau ikut mengembangkan potensi kelapa menjadi minyak goreng kelapa ini dapat mengikuti Pelatihan Membuat Minyak Goreng Kelapa Premium di sentra usaha kami. Kami akan membantu memberikan konsultansi proses dari hulu ke hilir dalam pengembangan minyak goreng kelapa ini.

Kami menawarkan juga paket kemitraan pembuatan Pabrik Minyak Goreng Kelapa Premium, paket hemat dan Paket Lengkap.

Informasi Produk Kemitraan Paket Hemat dan Paket Lengkap dapat diaksis di link berikut https://produkkelapa.wordpress.com, Silahkan klik. Terima kasih

Oleh : Manshur Mashuri, ST*

Cp. 081328042283 (SMS only)

* Praktisi kelapa, tinggal di Yogyakarta

Signifikasi Peran Pemda Mendorong Industri Minyak Goreng Kelapa Rakyat

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas tentang pilihan antara kopra atau minyak goreng kelapa yang harus dikembangkan dalam industri kelapa rakyat, dan minyak goreng kelapalah yang layak dikembangkan, dan ternyata peran Pemda dinilai sangat strategis untuk mendorong kemajuan pengembangan industri tersebut.

Selama ini, penulis menilai pengembangan industri kelapa rakyat belum dibuat berdasarkan kebutuhan pasar. Belum ada skala prioritas. Sebagai contoh kasus seperti VCO. Pada masa jayanya, VCO sempat menjadi perbincangan di berbagai daerah, bahkan pusat. Sehingga sekonyong-konyong semua daerah harus mengembangkan VCO. APBD pun mengalir deras untuk pengembangan VCO tersebut. Tetapi sudah bukan rahasia umum, proyek pengembangan VCO mandeg di tengah jalan. “Bunga sudah layu sebelum berkembang”. Para petani sudah malas mengembangkan sebelum mereka mendapatkan hasil/untung  yang dicita-citakan.

Peluang ekspor yang digembor-gemborkan ternyata tidak kunjung diraih oleh para pengrajin minyak. Entah kenapa produk kita selalu kalah oleh negara-negara seperti Philipina, India atau Vietnam. Tetapi sudahlah, dari pada kita meratapi kegagalan, lebih baik kita berusaha mengembangkan produk lokal yang memiliki kualitas sehingga kita tidak usahlah membeli apa-apa dari negeri luar.

Ada kisah sangat ironis dari kawan yang berasal dari Riau, menurutnya ” dia konsumsi minyak goreng kelapa yang katanya di beli dari Singapura” Bangga gitu lho produk singapur. Harganya pun lumayan mahal. 1 liter Rp 35.000.  Padahal Singapura tidak memiliki pohon kelapa. Pohon kelapa dan minyak kelapa yang ada di sekitar singapura ya dari Provinsi Riau itu sendiri. Aneh kan..?

Nah, lebih baik kita sekarang harus fokus mengembangkan minyak goreng kelapa untuk dapat lebih dikonsumsi masyarakat yang berasal dari sumber daya alam kita. Jangan sampai saat masanya perdagangan bebas ACFTA sekarang ini, minyak goreng kelapa pun harus di impor dari China.

Kembali ke topik awal, bahwa peran pemerintah daerah ataupun pusat sangat vital dalam mengembangkan industri minyak goreng kelapa ini adalah karena supaya proyek VCO yang sangat besar anggarannya tersebut dapat kembali dilanjutkan. Hanya dengan menambahkan proses sedikit, masyarakat dapat merasakan dan menikmati produk minyak goreng kelapa yang murah dan terjangkau serta sesua dengan standar produk SNI.

Alat-alat produksi VCO yang bertebaran di masyarakat diangkat lagi, diberikan wawasan lagi, bahwa minyak kelapa masih akan tetap eksis dan akan lebih eksis jika mampu diolah menjadi minyak goreng kelapa yang berkualitas bagus (premium).

Penulis memiliki keyakinan, jika industri minyak goreng kelapa rakyat ini tumbuh, maka kesejahteraan yang dicita-citakan dapat akan terwujud. Namun memang ini adalah kerja besar. Sebab selama ini sumber daya alam kelapa yang melimpah ini berada di luar jawa, yang notabene bahwa budaya produksi bagi mereka belum terbentuk. Maka pelatihan dan penyebaran informasi tentang pemanfaatan kelapa sebagai bahan baku minyak goreng rakyat harus terus dilakukan. Saya yakin, jika secara konsisten usaha ini dilakukan, pasti akan menuai hasil. Tentu, teknologi yang sederhana namun mampu menghasilkan produk yang standar tetap harus dilakukan.

Dalam hal ini, penulis siap berkontribusi dan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik secara pribadi maupun lembaga pemerintah ataupun swasta untuk bersama-sama mengembangkan industri minyak kelapa rakyat menjadi minyak goreng yang dapat dirasakan oleh semua pihak. Sasaran yang paling jelas adalah bahwa kami ingin melihat petani kembali tersenyum dengan hasil bumi yang mereka peroleh. Semoga 🙂

By : Manshur Mashuri, ST