Jangan Ekspor Kelapa Indonesiaku

Indonesia surga kelapa,

Jumlahnya terbesar sluruh dunia,
Banyak negara kagum padanya,
Potensi besar mengalirkan devisa,
Tetapi apa yang terjadi,
Produk olahan kelapa kita belum banyak bersaing di luar negeri,
Pengusaha kita lebih tertarik menjual produk tak jadi,
Harusnya lebih banyak devisa tak lari.
Kita lihat fakta yang ada,
cocofiber terjual dalam bentuk mentahan saja,
Begitu juga Kopra,
Lebih Ironis dari fakta yang ada,
Kelapa mentah banyak lari ke negeri China,
Kelapa mereka jual utuh,
Seolah tak ada pilihan proses yang bisa dikayuh,
Sayang mereka tidak bisa melihat lebih jauh,
Produsen olahan kelapa sekarang banyak mengeluh,
Harga kelapa mentah melompat jauh,
Khawatir Industri Kelapa Indonesia bisa Jatuh.
Penduduk bangsaku Indonesia,
Bersabar dan bekerja itulah pilihan yang ada,
Tidaklah kita tergesa-gesa meraup devisa,
Agar semesta mendukung kita.
Untuk pemerintah jangan kau Lari,
Jangan kau biarkan izin kelapa mentah lari ke luar negeri,
Khawatir industri kelapa kami mati lebih dini.
Kita optimis pasti bisa bersaing,
Banyak anak bangsa berotak emas gading,
Hanya tinggal total dukunganmu kami “Tanting”


Puisi by : Mansur Mashuri

Iklan

Mengenal Jenis Kopra

Jenis Kopra ada kopra putih atau kopra basah dan kopra kering.

Kopra putih, biasanya cukup dengan mencungkil dengan alat pencungkil sederhana atau pakai mesin pencungkil seperti alat cungkil ini, silahkan di klik.
Kemudian, yang kedua ada juga kopra hasil pengasapan atau kopra kering. Kopra hasil penggasapan adalah kopra yang ditumpuk dalam rak-rak pengasapan/pemanasan oleh kayu bakar dan sejenisnya.

Yang ketiga adalah kopra hasil pengeringan cahaya matahari. Kopra jenis ini cukup dipanaskan dan dikeringkan mengandalkan terik matahari.

 
Dari ketiga jenis kopra yang ada, cara kopra putih dianggap lebih cepat menghasilkan perputaran uang, karena hanya dengan cukup mencungkilnya, dikarung, ditimbang, dijual dan dapat uang 🙂

 
Kemudian kopra hasil pengasapan, dianggap lebih baik kualitasnya dan lebih cepat keringnya sekitar 2-3 hari, hanya memerlukan biaya tambahan bahan bakar untuk mengeringkan kopra, tetapi tempurung kelapa bisa dimanfaatkan.

 
kemudian Kopra hasil pengeringan matahari, jenis ini sangat lama menjadi kopra kering, sekitar 7 hari. dan sangat mengandalkan cuaca, hasilnya pun kadang suka berjamur.

 
Untuk membedakan kualitas kopra, menurut Mas truli laksono, kopra yang bagus, cirinya ketika dijatuhkan, biasanya dia memantul, dan kelihatan serat-serat minyaknya.

 
Nah begitu sekilas ttg kopra ya… 🙂

Janji Pemerintah untuk meningkatkan produktifitas kelapa diTagih..

Ini nih, janji pemerintah ttg pemberdayaan dan peningkatan produktifitas kelapa yang harus direalisasikan. Janjimu kutagih…!

Sebagaimana diambil dari kutipan artikel di detik.com

Kalah dari Tetangga, Pemerintah Galakkan Industri Olahan Kelapa

Jakarta – Kementerian Perindustrian menyiapkan pengembangan industri (reindustrialisasi) olahan kelapa yang selama ini belum terlalu banyak diperhatikan. Pasalnya, potensi ekspor produk kelapa sangat besar.

“Kita harus hidupkan secara nasional industri kelapa,” kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun dalam acara konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/5/2010).

Alex menjelaskan, Perpres No 28 tahun 2008 mengenai kebijakan industri nasional mengamanatkan pengembangan 6 kluster industri prioritas termasuk didalamnya pengembangan industri agro diantaranya industri olahan kelapa.

Ia menjelaskan, reindustrialisasi (2010-2014) industri olahan kelapa akan diprioritaskan pada peningkatan jaminan pasokan bahan baku, diversifikasi produk olahan kelapa, peningkatan mutu produk, peningkatan investasi.

Bahkan dalam jangka panjang pemerintah akan memprioritaskan industri kelapa menjadi produk non pangan dan pembangunan pengembangan industri pengolahan kelapa. “Kalau bicara ACFTA, kelapa menjadi salah satu yang harus digenjot. Ini yang harus dimanfaatkan karena peluang besar ke China,” katanya.

Namun Alex mengakui, saat ini kondisi tanaman kelapa di Indonesia terus merosot karena hama dan belum tersedianya kebun induk sebagai sumber penyediaan bibit. Diversifikasi pemanfaatan produk masih berbasis kopra, sabut, tempurung dan air belum banyak dimanfaatkan dan lain-lain.

Selama ini, komoditas kelapa dapat diproduksi untuk berbagai produk seperti daging kelapa bisa diolah menajdi virgin coconut oil, cooking oil, milk, desicatted, bungkil, soap base. Sementara, air kelapa dapat diolah menjadi natural isotonik, dan Nata de Coco.

Tempurung kelapa bisa dibuat arang, coco briquette, activated carbon. Serat Sabut bisa diolah menjadi matras, filter, coir geo-textile dan serbuk sabut bisa diolah menjadi insulator, tick block dan lain-lain.

“Ada 200-an end product dari kelapa, ini strategis bagi industri nilai tambah. Kalau rumput laut sampai 500 end product,” katanya.

Produksi Olahan Kelapa Indonesia Masih Kalah dari Filipina dan India

Alex menyatakan, saat ini ekspor produk olahan kelapa Indonesia hanya mencapai US$ 427 juta per tahun, sedangkan negara jiran Filipina yang menjadi pesaing Indonesia mampu membukukan ekspor hingga US$ 841 juta per tahun.

“Dia lebih hemat memanfaatkan potensinya, kalau kita kelapa masih menjadi komoditas yang tertinggalkan,” katanya.

Padahal, kata Alex, dari sisi luasan lahan kelapa di Filipina hanya mencapai 3,1 juta hektar dengan produksi 12 miliar butir kelapa per tahun. Bahkan dibandingkan dengan India yang hanya memiliki 1,1 juta hektar lahan kelapa mampu menempatkan negara hindustan tersebut menjadi pengekpor industri kelapa terbesar di dunia. Negara-negara Thailand dan Srilanka juga menjadi pesaing bagi Indonesia.

Sedangkan Indonesia yang justru memiliki luasan lahan kelapa mencapai 3,8 juta hektar dengan produksi 16 miliar butir kelapa masih jauh tertinggal dengan dua negara tersebut dalam hal industri pengolahan kelapa.

Luasan lahan kelapa di Indonesia hampir 98% merupakan petani rakyat. Sebaran lahan kelapa di Indonesia antaralain 33,63% berada Sumatera, Jawa 22,75%, Sulawesi 19,4%, Nusa Tenggara 7,7%, Kalimantan 7,62% dan Maluku dan Papua 8,89%. (hen/ang)

Kelapa, Mujarab Usir Cacing Kremi

Infeksi cacing kremi merupakan suatu infeksi parasit yang banyak menyerang anak-anak. Hewan yang bernama cacing Enterobius vermicularis itu tumbuh dan berkembangbiak di dalam usus. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi caing kremi beresiko terhadap gangguan pertumbuhan si anak.

Infeksi biasanya terjadi melalui 2 tahap.

Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei, atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan.

Setelah telur cacing kremi tertelan di dalam tubuh, lalu larva-larva cacing kremi itu menetas di dalam usus kecil, kemudian tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu).

Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita, Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan dan gerakan cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal.

Telur dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan dengan cuci tangan tidak bisa diabaikan.

Gejala serangan cacing kremi ditandai dengan rasa gatal hebat di sekitar anus, anak rewel dan kurang tidur karena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya, nafsu makan berkurang, berat badan menurun (jarang terjadi, tetapi bisa terjadi pada infeksi yang berat).

PenelitiKimia Farmasi dari Universitas Negeri Yogyakarta Prof Dr Nurfina Aznam SU Apt mengatakan, kelapa yang masih muda memiliki senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Seperti, tanin, antiracun, hidrat arang, mineral, lemak, dan vitamin C.

TIPS HERBAL KELAPA

Tips Herbal untuk mengusir cacing kremi:

  1. Ambil 1/4 butir daging kelapa dan 1 buah wortel
  2. kedua bahan diparut dan dicampur menjadi satu
  3. Tambah 1 gelas air, peras dan ramuan disaring
  4. Minum saat malam hari menjelang tidur.

(Agus Suwarto, Kedaulatan Rakyat, 25 Juli 2010)

Atasi Keracunan dengan Air Kelapa

Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang diakibatkan pengkonsumsian makanan atau minuman yang tidak sehat. Biasanya makanan memililiki kandungan bakteri dan atau toksin, parasit, virus atau bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan ganguan di dalam fungsi normal tubuh.

Beberapa gejala yang timbul akibat keracunan makanan biasanya ringan, tapi dapat pula sampai berat sehingga memerlukan perawatan rumah sakit. Keracunan juga dapat menyebabkan kematian. Gejala-gejala keracunan antara lain nyeri perut, muntah, sakit kepala, gangguan fungsi neurologis dan ginjal.

Sebagian besar keracunan makanan akibat kesalahan mengolah makanan, seperti membiarkan makanan telah siap saji pada suhu yang memudahkan bakteri tumbuh, kesalahan memasak atau menghangatkan kembali makanan, kontaminasi silang, dan kontaminasi oleh tangan pengolah makanan (koki).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika menemui kasus keracunan, khususnya pada keracunan makanan yang memiliki gejala diare, yaitu dengan melakukan rehidrasi dan suplementasi elektrolit yang tepat. Sehingga tidak terdapat syok karena kurang cairan di dalam tubuh.

Jika gejala tetap persisten lebih dari 3 hari, maka hal yang paling tepat dilakukan adalah membawa korban ke rumah sakit. Sebab pengobatan simptomatik saja tidak cukup, korban harus menerima cairan lebih intensif melalui infus. Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan diagnostik secara lebih baik.

Untuk mencegah keracunan makanan, sebaiknya dilakukan pengelolaan sistem hiegenik yang baik, pengelolaan makanan yang baik, menyimpan makanan dalam suhu yang tepat, menghindari makan makanan yang asam dikemas dalam kemasan yang terbuat dari logam, menghindari makan jamur liar dan hindari mengkonsumsi makanan setengah matang.

Peneliti Kimia Farmasi dari Universitas Negeri Yogyakarta Prof Dr Nurfina Aznam SU Apt mengatakan, kelapa hijau banyak dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan. Selain itu, kelapa hijau yang masih muda juga bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan senyawa zat seperti antidotum (antiracun), askorbat/vitamin C, protein maupun lemak.

Ada tips herbal untuk mengatasi keracunan makanan. Ambil sebutir kelapa hijau yang masih muda dan segar. Lalu kelapa muda yang segar itu dikupas kulitnya untuk diambil airnya. Cara menggunakannya, air kelapa itu diminum, lakukan sampai sembuh.

By. Agus Suwarto, Kedaulatan Rakyat, 18 Juli 2010