Bisnis Untung, Masyarakat sehat jadi Untung


Jika anda masih ragu tentang manfaat minyak goreng kelapa, dan ragu mau memulai bisnisnya, ada baiknya, anda memperhatikan dengan seksama tulisan dibawah ini.

Sebenarnya kelapa memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya serat dan gizi, fungsinya bisa sebagai makanan dan obat-obatan. Fakta ini sering terbalikkan dengan gencarnya iklan minyak sehat lain.

Kekeliruan pandangan bahwa minyak kelapa tidak sehat karena kandungan lemak jenuhnya tinggi, tetapi ternyata sekarang diketahui bahwa lemak dalam minyak kelapa adalah unik dan berbeda dari kebanyakan semua lemak dan memiliki banyak sifat memberi kesehatan. Dan sekarang sudah memperoleh pengakuan sebagai makanan sehat dan bergizi.

Minyak kelapa telah digambarkan sebagai “minyak yang paling sehat di bumi.”  Itu pernyataan yang cukup luar biasa.  Apa yang membuat minyak kelapa begitu baik? Apa yang membuatnya berbeda dari semua minyak lain, terutama lemak jenuh lainnya?

Sekarang kita jawab satu persatu.

Perbedaannya terletak pada molekul lemak. Semua lemak dan minyak tersusun dari molekul yang disebut asam lemak. Ada dua metode untuk mengklasifikasi asam lemak. Pertama Anda mungkin akrab dengan istilah kejenuhan. Anda memiliki lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Sistem klasifikasi lain didasarkan pada ukuran atau panjang molekul dari rantai karbon asam lemak dalam masing-masing.

Asam lemak rantai panjang terdiri dari atom karbon dengan atom hidrogen melekat. Dalam sistem ini Anda memiliki rantai pendek asam lemak (SCFA), asam lemak rantai menengah-rantai, medium chain fatty acid (MCFA), dan asam lemak  rantai panjang, long chain fatty acid (LCFA).

Minyak kelapa sebagian besar isinya tergolong asam lemak rantai menengah  (MCFA), juga dikenal sebagai trigliserida rantai menengah (MCT).

Sebagian besar lemak dan minyak dalam makanan kita, apakah mereka jenuh atau tak jenuh atau berasal dari hewan atau tumbuhan, terdiri dari asam lemak rantai panjang (LCFA). Hampir 98-100% dari semua asam lemak yang Anda konsumsi adalah LCFA.

Ukuran asam lemak adalah sangat penting. Mengapa? Karena tubuh kita akan merespon dan memetabolisme  masing-masing asam lemak berbeda, tergantung pada ukurannya. Efek fisiologis MCFA dalam minyak kelapa jelas berbeda dari LCFA lebih umum ditemukan dalam makanan kita.

Asam lemak jenuh dalam minyak kelapa adalah didominasi asam lemak rantai menengah . Sementara itu baik lemak jenuh dan tak jenuh yang ditemukan dalam daging, susu, telur, dan tanaman (termasuk hampir semua minyak nabati) yang terdiri dari LCFA.

MCFA sangat berbeda dari LCFA. Mereka tidak memiliki efek negatif pada kolesterol dan membantu melindungi terhadap penyakit jantung. MCFA membantu menurunkan resiko baik aterosklerosis dan penyakit jantung. Hal ini terutama disebabkan oleh MCFA dalam minyak kelapa yang membuatnya begitu istimewa dan sangat menguntungkan.

Hanya ada sedikit sumber makanan yang mengandung MCFA.  Sejauh ini sumber terbaik dari kelapa dan minyak inti sawit, bukan minyak sawit 🙂

Dengan uraian diatas, saya percaya, anda yang berjiwa ilmiah dan bisnis, pasti tidak akan melewatkan peluang bisnis yang menguntungkan ini.Dengan bisnis minyak goreng kelapa, bisnis akan untung, tetapi yang lebih jelas, masyarakat akan lebih diuntungkan karena menjadi lebih sehat. Jadi Untung berlipat.

Sumber : disadur dari sini

By : Mansur Mashuri, ST (Tukang Kelapa)

Bagi yang berminat untuk mengembangkan bisnis MGK, kami menerima konsultansi dari alat dan prosesnya.

Iklan

Tips Cerdas Bagi Ibu Pintar Memilih Minyak Goreng

Dalam Artikel kompas Online, disebutkan cara cerdas memilih minyak goreng yang aman dan sehat. Kira-kira apa ya..? Ternyata jawaban jatuh pada minyak kelapa, yang disebutkan bahwa minyak ini memiliki LCFA (long chain fatty acid yang rendah sekitar 2%. Mari kita simak artikel tersebut.  artikel ini akan menjadi tips bagi para ibu yang pintar dalam memilih minyak goreng yang sehat untuk kesehatan kita.

KOMPAS.com – Dalam proses menggoreng, minyak berfungsi sebagai medium pengantar panas, penambah rasa gurih, nilai gizi dan kalori bagi makanan yang digoreng. Pintar memilih jenis minyak goreng yang dipakai untuk mengolah makanan merupakan salah satu hal yang menentukan bagi kesehatan. Agar tak salah pilih, mari berkenalan dengan berbagai jenis minyak goreng.

Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda dalam struktur molekulnya, minyak  dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:

(1)  Minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids)
Asam lemak jenuh antara lain terdapat pada air susu ibu (asam laurat) dan minyak kelapa. Sifatnya stabil dan tidak mudah bereaksi/berubah menjadi asam lemak jenis lain.

(2) Minyak dengan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids/MUFA) maupun majemuk (poly-unsaturated fatty acids).
Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap itu (poly-unsaturated), semakin mudah bereaksi/berubah minyak tersebut.

(3) minyak dengan asam lemak trans (trans fatty acid)
Asam lemak trans banyak terdapat pada lemak hewan, margarin, mentega, minyak terhidrogenasi, dan terbentuk dari proses penggorengan. Selain karsinogenik, lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat, menurunkan kadar kolesterol baik, dan menyebabkan bayi-bayi lahir prematur.

Asam lemak tak jenuh (omega 3, omega 6, omega 9) sering dipromosikan memiliki banyak manfaat, antara lain menurunkan “kolesterol jahat” (LDL = low density lipoprotein) dan mencegah serangan jantung. Banyak terdapat pada minyak sayur seperti minyak kedelai, minyak canola, minyak bunga matahari, minyak kelapa sawit, dan lain-lain.

Namun, dengan sistem menggoreng deep frying, yang umumnya digunakan masyarakat Indonesia, dan juga pemakaian berulang minyak goreng, akan mengubah asam lemak tidak jenuh menjadi asam lemak trans, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

Selain itu, pemanasan berlebihan akan mengubah asam lemak tidak jenuh menjadi gugus peroksida dan senyawa radikal bebas yang bisa menimbulkan kanker. Karena itu, biasakan menggoreng dengan suhu tidak terlalu tinggi.

Jenis minyak yang juga sebaiknya dihindari adalah jelantah atau minyak yang telah dipakai berulang kali. Minyak ini bersifat lebih kental, mempunyai asam lemak bebas yang tinggi, serta berwarna coklat kehitaman. Beberapa penelitian pada hewan percobaan menunjukkan pemakaian minyak secara berulang dapat menyebabkan gejala karsinogenik dan berbagai penyakit.

Selain itu, ada tiga jenis asam lemak berdasarkan panjang- pendeknya rantai asam lemak, yaitu yang rantainya panjang (long chain  trigliseride/LCT), rantai sedang (medium chain trigliseride/MCT), dan rantai pendek (short chain trigliseride/SCT).

Minyak dengan rantai karbon pendek dan sedang dapat langsung diserap oleh tubuh tanpa melalui proses cerna yang berbelit-belit. Langsung dibawa ke hati untuk diubah menjadi energi untuk meningkatkan fungsi kelenjar endokrin, organ, serta jaringan-jaringan  tubuh.

Minyak sayur pada umumnya tergolong asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids = LCFA), yang terdiri atas 18 atom karbon atau lebih. Ukuran molekulnya besar-besar, sehingga perlu diproses dulu menjadi asam lemak berukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas agar dapat diserap melalui dinding usus.

Setelah lolos dari dinding usus, asam lemak bebas ini disusun kembali menjadi lipoprotein kemudian dibawa ke hati. Di sana diubah menjadi energi, kolesterol, dan sisanya ditimbun menjadi jaringan lemak. Nah, kolesterol dan lemak inilah yang menjadi penyebab berbagai penyakit kronis, degeneratif, maupun kanker.

Menurut penelitian, yang paling banyak kandungan LCFA-nya adalah minyak safflower (78%), disusul minyak bunga matahari (69%), dan minyak canola (31%). Kandungan  LCFA minyak zaitun berkisar 9%, sedang yang paling rendah adalah minyak kelapa (2%).

Minyak yang baik bagi kesehatan adalah yang mengandung MUFA dan MCT. Minyak zaitun akan lebih baik dan dapat melindungi jantung (karena  menurunkan total kolesterol, trigliserida dan kolesterol “jahat” atau LDL) jika digunakan sebagai minyak sayur, bukan digoreng.

Sedang minyak goreng nabati yang tergolong PUFA dan LCT akan lebih baik jika dipakai untuk menumis, bukan menggoreng dengan suhu tinggi. Kalau tetap ingin menggoreng dengan suhu tinggi, yang terbaik adalah menggunakan minyak kelapa atau minyak kernel kelapa sawit. (rumahkanker/Intan/An)