Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (4)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya. Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Berikut tulisan ke dua dari sambungan tulisan yang ketiga. yang pada kesempatan kali akan melanjutkan tulisan ketiga yang membedah tentang minyak kelapa dari segi kesehatan. Semoga Manfaat,

Minyak Goreng Yang Mana Yang Paling Aman Dan Paling Sehat

Hasil analisa dari berbagai jenis minyak goreng menunjukkan bahwa semua minyak sayur mengandung asam lemak tak jenuh majemuk rantai panjang (LCFA) dalam kadar tinggi (22-78%). Minyak safflower menduduki urutan yang paling atas dengan kadar LCFA 78%, disusul oleh minyak biji matahari (69%), dan setrusnya makin kebawah urutannya dalam daftar tersebut makin rendah persentasi kadarnya sampai pada minyak kelapa yang menduduki urutan paling bawah dengan kadar LCFA hanya 2% saja (lihat Tabel 1, balok putih). Sedangkan persentasi kandungan asam lemak tak

jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids=MUSFA) (lihat Tabel1, balok abu-abu) kadarnya cukup bervariasi dan kadar MUSFA yang paling rendah, sekali lagi, adalah minyak kelapa (6%), sedangkan minyak jenis lain berkisar dari 12% ,minyak palm sampai yang paling tinggi pada minyak zaitun (olive oil) 77%. Sedangkan ada minyak goreng yang diiklankan sebagai minyak goreng paling aman dan sehat dan sedang menjadi favorit oleh para konsumen adalah minyak canola mengandung 63%. Jikalau

kedua jenis asam lemak tak jenuh rantai panjang; baik yang poli (balok putih) maupun mono (balok abu2), digabungkan menjadi satu, maka kadar LCFA minyak canola menjadi 93% (31 + 63%), sedangkan minyak zaitun adalah 86% (9 + 77%) dan minyak kelapa hanya 8% (2 + 6%). Minyak atau lemak yang mengandung persentasi asam lemak tak jenuh rantai panjang (LCFA) dengan kadar tinggi, seperti canola (93%) (Tabel 1) adalah kurang baik untuk kesehatan. Karena bila untuk menggoreng (deep fried atau dipanaskan), disamping akan mengalami polimerisasi (penggumpalan), ia juga membentuk “trans fatty acids”. dan “free radicals” yang bersifat toksik dan karcinogenik. Di dalam alur proses pencernaan dan dimetabolisme akan menghasilkan energi, kolesterol dan lemak. Sedangkan minyak kelapa hanya menghasilkan energi.. Dengan demikian minyak kelapa adalah lebih aman terhadp kesehatan di bandingkan semua jenis minyak goreng! Undang undang Pelarangan Penggunaan Trans Fatty Acids Denmark adalah negara inovator pertama Eropa yang sudah melaksanakan undang2 pelarangan penggunaan minyak dan lemak yang mengandung trans fatty acids hasil buatan industri. Sejak tanggal 1 Juni 2003, minyak dan lemak yang mengandung lebih dari 2 % trans fatty acids dilarang dijual untuk konsumsi masyarakat . Larangan ini berlaku pula untuk semua jenis makanan baik buatan dalam negeri

(Denmark) maupun yang diimpor. Dan sejak tanggal 31 Desember 2003 larangan yang sama juga dikenakan pada semua produk makanan jadi (olahan). Foods and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat telah mengeluarkan maklumat mengenai keharusan mencantumkan trans fatty acids pada label kemasan makanan dan diharapkan semua pabrik makanan jadi sudah mentaati peraturan ini sebelum tanggal 1 Januari 2006 (http://www.cfsan.fda.gov/label htmal). Demikian juga Kanada mengharapkan semua pabrik makanan jadi sudah melaksaankan dalam waktu 3-5 tahun mendatang tergantung daripada besar volume penjualan dari masing2 pabrik makanan bersangkutan (http://www.hc-sc.gc.ca/food-aliment/ns-sc/neen/labelling-etiquetage/e%5BL1%5D ‗nutrition‗labelling‗and‗nutrie.html)

Bersambung ke Penutup

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (3)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Berikut tulisan ke dua dari sambungan tulisan yang kedua. yang pada kesempatan kali akan melanjutkan tulisan kedua yang membedah tentang isi dari minyak kelapa. Semoga Manfaat.

Tidak Semua Asam Lemak Adalah Sama Sifatnya

Jenis asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa, 92% adalah asam lemak golongan rantai karbon sedang (medium) (medium chain fatty acids=MCFA), yang terdiri dari hanya 12 atom karbon yang diikat jenuh (tidak ada ikatan ganda), sedangkan jenis2 asam lemak yang terkandung dalam minyak sayur ( kedele, jagung, biji bunga matahari, biji kapok, canola dll), terdiri dari 18 atau lebih atom karbon dan sebagian besar adalah golongan asam lemak berantai karbon panjang (long cahian fatty acids= LCFA) dan umumnya mempunyai ikatan ganda (majemuk) (Gambar 1 dan Tabel 1).

Perlu diketahui bahwa minyak kelapa adalah satu2nya minyak goreng di muka bumi yang mengandung asam laurat (lauric acid) dengan kadar yang paling tinggi setara seperti pada air susu ibu (kurang lebih 50%). Asam laurat ini mempunyai khasiat sebagai antibiotik alami yang ampuh yang dapat membunuh berbagai jenis kuman, virus dan parasit, termasuk HIV dan Hepatitis virus C (Baca Nirmala edisi Januari 2004). Perlu diketahui pula, baik minyak kelapa maupun minyak sayur, keduanya

sama2 tidak mengandung kolesterol. Alur Proses Pencernaan dan Metabolisme Asam Lemak (Digestion and Metabolic Pathways of Fatty Acids ) Minyak kelapa yang  mengandung 92% asam lemak rantai medium (MCFA). Setelah dikonsumsi, sesampainya di dalam saluran cerna, bisa terus diserap melalui dinding usus, tanpa harus melaui proses hidrolisa dan enzimatika, dan langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa ke dalam organ hati untuk dimetabolisir. Di dalam hati minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ dan jaringan tubuh.

Sebaliknya minyak sayur (kedele, jagung, biji bunga matahari, bunga saf, biji kapok, canola dan sebagainya ) karena kandungan asam2 lemaknya adalah golongan asam lemak rantai panjang (LCFA), sehingga ukuran molekul asam2 lemaknya besar2, maka perlu diproses dahulu di dalam saluran cerna sebelum bisa diserap melalui dinding usus seperti yang terjadi pada minyak kelapa. Asam2 lemak ini mula2 harus diuraikan dahulu menjadi unit asam2 lemak ukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas (free fatty acids) melalui proses hidrolisa dan emulsi dengan bantuan cairan empedu. setelah diemulsikan dengan sempurna, lalu diuraikan menjadi unit2 free fatty acids dengan bantuan enzim2 asal kelenjar pankreas. Setelah terbentuk unit2 asam lemak bebas (free fatty acids) baru bisa diserap oleh dinding usus, lalu ditampung di dalam saluran getah bening (lymphatic lacteal ducts). Uraian unit2 asam lemak bebas (free fatty acids) tersebut lalu disusun kembali dan dikemas menjadi chylomicron atau lipoprotein.  Lipoprotein yang terbentuk inilah lalu dipasokkan ke dalam aliran darah dan sampai di hati. Lalu di dalam hati dimetabolisir dan produknya didistribusikan ke seluruh kelenjar endokrin, organ dan jaringan tubuh sampai habis semuanya dalam bentuk energi, kolesterol dan sisa lemak ditimbun di jaringan lemak tubuh (adipos-tissue). Demikian pula semua asupan kolesterol dan asam2 lemak makanan yang baru masuk ke dalam tubuh, akan diproses dengan cara yang sama menjadi lipoprotein lalu didistribusikan ke seluruh organ dan jaringan tubuh seperti yang sudah diterangkan diatas..Jadi, semua jenis minyak sayur akan berakhir di dalam tubuh sebagai energi, kolestrol dan timbunan jaringan lemak, Dan kedua senyawa yang terakhir,yakni kolesterol dan lemak, inilah  yang sering kali menjadi dasar penyebab berbagai jenis penyakit kronis, degeneratif dan kanker. Hal lain yang perlu diketahui, kalau minyak kelapa digunakan untuk menggoreng, struktur kimianya tidak akan berubah sama sekali, karena 92% jenis asam lemaknya sudah dalam bentuk lemak jenuh (saturated fatty acids). jadi ia tetap stabil, Sebaliknya semua jenis minyak sayur kalau dipakai untuk menggoreng, maka ia akan menjadi kental, karena terjadi proses polimerisasi (penggumpalan), sehingga secara fisik nampak kental seperti oli mobil. Disamping itu akan menghasilkan trans fatty acids dan free radicals yang terkenal bersifat toksik dan karcinogenik. Gabungan dari Trans fatty acids, free radicals, kelebihan kolesterol dan timbunan lemak dalam jaringan tubuh inilah yang menjadi dasar penyebab utama berbagai jenis penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, obesitas, over weight, kanker dan sebagainya yang sekarang sedang melanda dan memwabah di seluruh dunia tanpa menganal batas umur, gender dan suku!. Selama dasar penyebab yang tertimbun setiap hari dalam tubuh, tidak disingkirkan, maka cara pengobatan yang hebat dan canggih apa pun hanya untuk sementara meredam gejala penyakit yang ditimbulkan, tetapi belum menyembuhkan penyakit2nya.

Bersambung ke tulisan ke empat

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (2)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Berikut tulisan ke dua dari sambungan tulisan yang pertama. yang pada kesempatan kali akan membedah tentang isi dari minyak kelapa. Semoga Manfaat.

Kandungan Minyak Kelapa dan Klasifikasi Asam Lemak pada Minyak Kelapa

Agar supaya para pembaca menjadi lebih mudah mengerti soal minyak goreng, maka perlu untuk mengetahui beberapa istilah perminyakan yang akan dipakai untuk menjelaskan uraian dibawah ini. Apakah bedanya antara lemak dan minyak? Istilah lemak dan minyak sering kali dipakai secara serabutan. Secara harafiah perbedaan yang sebenarnya adalah; lemak akan tetap berbentuk padat (solid) pada suhu kamar; contoh, Lemak hewani, “lard” (gajih), sedangkan minyak akan tetap berbentuk cair (liquid); contoh, minyak sayur, seperti asal jagung, kedele, biji bunga matahari, biji

kapok, canola dll). Padahal keduanya adalah termasuk golongan lemak dan dalam istilah ilmu kimia disebut fats (gajih) atau fatty acids (asam lemak). Lemak jenuh (gajih) adalah trigleserida (triglyceride), demikian pula lemak tak jenuh (minyak sayur) adalah trigleserida juga. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak. Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda (double bonds) dalam struktur kimiawinya, molekul asam2 lemak yang terkandung dalam trigleserida, asal lemak atau minyak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) Golongan minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids), (2) Golongan minyak dengan asam lemak tak Jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan (3) Golongan minyak dengan asam lemak tak jenuh majemuk (Poly-unsaturated fatty acids). Lihat Gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1. Contoh Jenis-jenis Asam Lemak

Saturated Fatty Acid (SFA = Asam Lemak Jenuh)

H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H —C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H

Asam lemak jenuh, asam laurat (lauric acid) terdiri dari 12 atom karbon, yang diikat jenuh oleh atom

hidrogen dan tidak ada ikatan ganda. Asam lemak ini tergolong asam lemak rantai sedang (medium, MCFA) dan banyak ditemukan dalam air susu ibu dan minyak kelapa.

Mono-Unsaturated Fatty acid (MUFA = Asam lemak tak jenuh tunggal)

H H H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleik (oleic acid) terdiri dari 18 atom karbon di mana 1 pasang karbon atom diganti oleh satu ikatan ganda dan asam lemak ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta kebanyakan ditemukan dalam minyak sayur seperti kedele dan canola.

Poly-Unsaturated Fatty Acid (PUFA = Asam lemak tak Jenuh majemuk)

H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh ganda, asam lenoleik (lenoleic acid) terdiri dari 18 atom karbon dengan 2 ikatan ganda (majemuk) dan tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta banyak ditemukan pada minyak sayur seperti kedele, jagung dan canola.

Perlu diketahui pula, bahwa asam lemak juga bisa dibedakan berdasarkan panjang rantai atom karbon, dengan demikian bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok: 1). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon pendek (Short Chain Fatty Acids=SCFA), terdiri dari 2-6 atom karbon saja, seperti asam cuka dan asam mentega. 2). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon sedang  (medium) (Medium Chain Fatty Acids=MCFA), terdiri dari 8-16 atom karbon, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan minyak palm lihat Gambar 1). dan 3). Golongan minyak dengan asam lemak rantai

karbon panjang (Long Chain Fatty Acids = LCFA), yang terdiri dari 18 atau lebih atom karbon. Semua jenis minyak sayur yang sekarang dijual di pasaran adalah tergolong dalam LCFA (lihat Gambar 1).

Perbedaan dalam ketiga jenis golongan asam lemak berantai karbon ini mempunyai proses pencernaan dan metabolisme didalam tubuh yang berbeda dan menghasilkan produk2 komponen zat bioaktif yang sangat berbeda pula. Maka setiap jenis golongan asam lemak mempunyai dampak fisiologis dan biologis yang sangat berbeda pula terhadap kesehatan kita.

Bersambung ke tulisan ketiga

Klasifikasi Asam Lemak

Agar supaya para pembaca menjadi lebih mudah mengerti soal minyak goreng, maka perlu untuk mengetahui beberapa istilah perminyakan yang akan dipakai untuk menjelaskan uraian dibawah ini. Apakah bedanya antara lemak dan minyak? Istilah lemak dan minyak sering kali dipakai secara serabutan. Secara harafiah perbedaan yang sebenarnya adalah; lemak akan tetap berbentuk padat (solid) pada suhu kamar; contoh, Lemak hewani, “lard” (gajih), sedangkan minyak akan tetap berbentuk cair (liquid); contoh, minyak sayur, seperti asal jagung, kedele, biji bunga matahari, biji

kapok, canola dll). Padahal keduanya adalah termasuk golongan lemak dan dalam istilah ilmu kimia disebut fats (gajih) atau fatty acids (asam lemak). Lemak jenuh (gajih) adalah trigleserida (triglyceride), demikian pula lemak tak jenuh (minyak sayur) adalah trigleserida juga. Setiap molekul trigleserida mengandung 3 molekul asam lemak. Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda (double bonds) dalam struktur kimiawinya, molekul asam2 lemak yang terkandung dalam trigleserida, asal lemak atau minyak dapat dibagi menjadi 3 kelompok; yakni (1) Golongan minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids), (2) Golongan minyak dengan asam lemak tak Jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan (3) Golongan minyak dengan asam lemak tak jenuh majemuk (Poly-unsaturated fatty acids). Lihat Gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1. Contoh Jenis-jenis Asam Lemak

Saturated Fatty Acid (SFA = Asam Lemak Jenuh)

H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H —C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H

Asam lemak jenuh, asam laurat (lauric acid) terdiri dari 12 atom karbon, yang diikat jenuh oleh atom

hidrogen dan tidak ada ikatan ganda. Asam lemak ini tergolong asam lemak rantai sedang (medium, MCFA) dan banyak ditemukan dalam air susu ibu dan minyak kelapa.

Mono-Unsaturated Fatty acid (MUFA = Asam lemak tak jenuh tunggal)

H H H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleik (oleic acid) terdiri dari 18 atom karbon di mana 1 pasang karbon atom diganti oleh satu ikatan ganda dan asam lemak ini tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta kebanyakan ditemukan dalam minyak sayur seperti kedele dan canola.

Poly-Unsaturated Fatty Acid (PUFA = Asam lemak tak Jenuh majemuk)

H H H H H H H H H H H H H O

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ ║

H—C—C—C—C—C—C—C═C—C—C═C—C—C—C—C—C—C—C—O—H

│ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │ │

H H H H H H H H H H H H H H H H H

Asam lemak tak jenuh ganda, asam lenoleik (lenoleic acid) terdiri dari 18 atom karbon dengan 2 ikatan ganda (majemuk) dan tergolong dalam asam lemak rantai panjang (LCFA) serta banyak ditemukan pada minyak sayur seperti kedele, jagung dan canola.

Perlu diketahui pula, bahwa asam lemak juga bisa dibedakan berdasarkan panjang rantai atom karbon, dengan demikian bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok: 1). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon pendek (Short Chain Fatty Acids=SCFA), terdiri dari 2-6 atom karbon saja, seperti asam cuka dan asam mentega. 2). Golongan minyak dengan asam lemak rantai karbon sedang  (medium) (Medium Chain Fatty Acids=MCFA), terdiri dari 8-16 atom karbon, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan minyak palm lihat Gambar 1). dan 3). Golongan minyak dengan asam lemak rantai

karbon panjang (Long Chain Fatty Acids = LCFA), yang terdiri dari 18 atau lebih atom karbon. Semua jenis minyak sayur yang sekarang dijual di pasaran adalah tergolong dalam LCFA (lihat Gambar 1).

Perbedaan dalam ketiga jenis golongan asam lemak berantai karbon ini mempunyai proses pencernaan dan metabolisme didalam tubuh yang berbeda dan menghasilkan produk2 komponen zat bioaktif yang sangat berbeda pula. Maka setiap jenis golongan asam lemak mempunyai dampak fisiologis dan biologis yang sangat berbeda pula terhadap kesehatan kita.

Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Paling Sehat di Dunia (1)

Berita berita yang menyudutkan minyak goreng kelapa sebagai minyak goreng paling jahat penyebab penyakit jantung, kardiovaskuler, penyebab kolesterol tinggi, terbantahkan sudah. Berbagai hasil penelitian dari para ahli kesehatan yang membedah manfaat minyak kelapa, telah memutarbalikan tuduhan tersebut dengan fakta-fakta kesehatan setelah mengkonsumsinya.

Tulisan ini sengaja kami sampaikan dengan maksud ingin mengajak kepada para pembaca blog tercinta ini untuk membuka mata dan telinga akan beribu manfaat dari minyak goreng kelapa. Kami akan membuat secara berseri, supaya pembaca tidak cepat lelah dan bosan membacanya. Semoga Manfaat.

Minyak Goreng Kelapa dan Kesehatan

Penyakit-penyakit khronik, degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, obesitas, kegemukan (over weight) kanker dan sebagainya, sudah menjadi masalah yang mewabah, baik di negara-2 industri yang maju maupun negara negara yang sedang berkembang. Dengan demikian, sudah barang tentu ada faktor-faktor kesamaan yang sangat mendasar daripada penyebabnya (the commom underlying cause[s]). Karena itu jika betul-betul mau menyembuhkan secara tuntas dan total, maka harus dilakukan penelitian-penelitian yang mendasar yang mengarah untuk mencari apa akar penyebab dasar utamanya (the basic common underlying cause[s]) yang sebenarnya dan bukan seperti sekarang yang hanya memusatkan segala tenaga dan pikiran untuk mencari dan menemukan obat-obat baru yang dianggap lebih berkhasiat dan efektif namun belum memuaskan, karena masih banyak penyakit yang belum bisa ditanggulangi. Sebaliknya obat2 baru yang ditemukan, bukan saja harganya sudah tidak terjangkau oleh kebanyak orang, malah sering kali menimbulkan efek samping yang lebih parah daripada sebelumnya. Malah sebaliknya banyak jenis penyakit baru yang timbul akibat efek samping daripada obat2an yang dipakai dalam jangka lama. Dari hasil pengamatan ada beberapa hal yang sangat menarik sekali yang luput mendapat perhatian, bahwa ada beberapa bahan makanan fugsional utama yang mengandung komponen2 zat bioaktif dan zat2 tambahan bahan makanan kimiawi yang bersifat toksik dan karcinogenik yang dikonsumsi setiap hari bisa menjadi biang keladi daripada akar penyebab penyakit2 tersebut. Sekarang para ahli gizi dan kesehatan di Amerika Serikat sedang heboh mempermasalahkan apakah minyak goreng golongan minyak sayur (seperti kedelai, jagung. biji bunga matahari, safflower, biji kapok, canola dsb) dan bukan minyak kelapa, itu aman dan sehat?

Menurut hasil berbagai laporan penelitian, baik pada hewan percobaan maupun pada manusia, yang diberi makan tambahan dengan asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids=LCFA) terbukti dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit kronik, degeneratif dan kanker. Minyak sayur setelah dikonsumsi dan atau digoreng akan berubah sifatnya dan menghasilkan zat2 ikutan bioaktif yang bersifat toksik dan karcinogenik. Tulisan ini akan menjelaskan secara komprihensif bagaimana mekanismenya sampai bisa terjadi peristiwa tersebut. Bukankah pencegahan lebih baik daripada pengobatan? Minyak kelapa (kelentik), seperti dimaklumi sudah digunakan secara turun-menurun dan terus-menerus selama berabad-abad oleh nenek moyang kita bahkan sampai sekarang masih tetap digunakan oleh  penduduk pedalaman dan pedesaan dimana pohon kelapa tumbuh subur dan merupakan sumber bahan makanan fungsional utama dan hasil pertanian mereka. Secara umum status kesehatan mereka sangat bagus, fisiknya nampak langsing dan kekar, rambutnya tebal, kulitnya berkilau dan indah, geliginya kuat dan bagus2 dan jarang mengalami penderitaan penyakit2 kronis, degeneratif dan kanker bila dibandingkan dengan penduduk asli yang sudah hengkang dari desanya dan beralih profesi serta tinggal di kota 2 besar dan metropolitan serta beralih juga ke makanan campuran ala Barat. Itu semua adalah hasil pengamatan dan penelitian Dr. Weston A. Price, seorang dokter gigi yang ahli peneliti dan ahli gizi, dari Clevland, Ohio, Amerika Serikat, yang telah membuktikan hal tersebut dengan melakukan penyidikan dan penelitian secara epidemiologis selama kurang lebih 8 tahun (1930-1938) , pada penduduk masyarakat pedalaman yang tinggal di deretan pulau2 pasifik yang terbentang mulai dari kepulauan Hawai terus sampai dengan pulau2 yang terletak didekat Selandia Baru. Penduduk dari pulau-palau ini mempunyai kebiasan tradisional yang hampir sama yaitu masih mempertahankan makanan tradisional sebagai makanan fungsional utama (functional tradition staple foods). Baik dagingnya, santannya dan minyaknya dipergunakan sebagai bahan adonan utama menu makanan mereka sehari-hari sama seperti zaman nenek-moyang mereka dengan dicampur taro , akar umbi2an, sayur-sayuran, nasi dan ikan laut. Ternyata keadaan status kesehatan dan gizi mereka jauh lebih baik daripada penduduk asli yang sudah pindah ke kota2 besar. Hasil penelitian epidemiologis ini telah dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1938 dengan judul “Nutrition and Physical Degeneration”.

Buku ini sampai sekarang masih tetap dicetak ulang dan digunakan oleh para peneliti dalam bidang gizi sebagai buku pegangan. Di Amerika Serikat, minyak kelapa sekarang oleh para pakar ahli gizi dan kesehatan masyarakat dijuluki sebagai Pohon Kehidupan (The Tree of Life) dan Minyak Kelapa, disebut sebagai Minyak Goreng Yang Paling Sehat di Muka Bumi (Coconut Oil The Healthiest Oil on Earth). Bersambung ke tulisan 2, klik disini

Bisnis Untung, Masyarakat sehat jadi Untung


Jika anda masih ragu tentang manfaat minyak goreng kelapa, dan ragu mau memulai bisnisnya, ada baiknya, anda memperhatikan dengan seksama tulisan dibawah ini.

Sebenarnya kelapa memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya serat dan gizi, fungsinya bisa sebagai makanan dan obat-obatan. Fakta ini sering terbalikkan dengan gencarnya iklan minyak sehat lain.

Kekeliruan pandangan bahwa minyak kelapa tidak sehat karena kandungan lemak jenuhnya tinggi, tetapi ternyata sekarang diketahui bahwa lemak dalam minyak kelapa adalah unik dan berbeda dari kebanyakan semua lemak dan memiliki banyak sifat memberi kesehatan. Dan sekarang sudah memperoleh pengakuan sebagai makanan sehat dan bergizi.

Minyak kelapa telah digambarkan sebagai “minyak yang paling sehat di bumi.”  Itu pernyataan yang cukup luar biasa.  Apa yang membuat minyak kelapa begitu baik? Apa yang membuatnya berbeda dari semua minyak lain, terutama lemak jenuh lainnya?

Sekarang kita jawab satu persatu.

Perbedaannya terletak pada molekul lemak. Semua lemak dan minyak tersusun dari molekul yang disebut asam lemak. Ada dua metode untuk mengklasifikasi asam lemak. Pertama Anda mungkin akrab dengan istilah kejenuhan. Anda memiliki lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Sistem klasifikasi lain didasarkan pada ukuran atau panjang molekul dari rantai karbon asam lemak dalam masing-masing.

Asam lemak rantai panjang terdiri dari atom karbon dengan atom hidrogen melekat. Dalam sistem ini Anda memiliki rantai pendek asam lemak (SCFA), asam lemak rantai menengah-rantai, medium chain fatty acid (MCFA), dan asam lemak  rantai panjang, long chain fatty acid (LCFA).

Minyak kelapa sebagian besar isinya tergolong asam lemak rantai menengah  (MCFA), juga dikenal sebagai trigliserida rantai menengah (MCT).

Sebagian besar lemak dan minyak dalam makanan kita, apakah mereka jenuh atau tak jenuh atau berasal dari hewan atau tumbuhan, terdiri dari asam lemak rantai panjang (LCFA). Hampir 98-100% dari semua asam lemak yang Anda konsumsi adalah LCFA.

Ukuran asam lemak adalah sangat penting. Mengapa? Karena tubuh kita akan merespon dan memetabolisme  masing-masing asam lemak berbeda, tergantung pada ukurannya. Efek fisiologis MCFA dalam minyak kelapa jelas berbeda dari LCFA lebih umum ditemukan dalam makanan kita.

Asam lemak jenuh dalam minyak kelapa adalah didominasi asam lemak rantai menengah . Sementara itu baik lemak jenuh dan tak jenuh yang ditemukan dalam daging, susu, telur, dan tanaman (termasuk hampir semua minyak nabati) yang terdiri dari LCFA.

MCFA sangat berbeda dari LCFA. Mereka tidak memiliki efek negatif pada kolesterol dan membantu melindungi terhadap penyakit jantung. MCFA membantu menurunkan resiko baik aterosklerosis dan penyakit jantung. Hal ini terutama disebabkan oleh MCFA dalam minyak kelapa yang membuatnya begitu istimewa dan sangat menguntungkan.

Hanya ada sedikit sumber makanan yang mengandung MCFA.  Sejauh ini sumber terbaik dari kelapa dan minyak inti sawit, bukan minyak sawit 🙂

Dengan uraian diatas, saya percaya, anda yang berjiwa ilmiah dan bisnis, pasti tidak akan melewatkan peluang bisnis yang menguntungkan ini.Dengan bisnis minyak goreng kelapa, bisnis akan untung, tetapi yang lebih jelas, masyarakat akan lebih diuntungkan karena menjadi lebih sehat. Jadi Untung berlipat.

Sumber : disadur dari sini

By : Mansur Mashuri, ST (Tukang Kelapa)

Bagi yang berminat untuk mengembangkan bisnis MGK, kami menerima konsultansi dari alat dan prosesnya.